Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Amerika Serikat Menolak Rancangan Resolusi PBB tentang Perang Rusia-Ukraina

badge-check


					Amerika Serikat Menolak Rancangan Resolusi PBB tentang Perang Rusia-Ukraina Perbesar

Washington – Amerika Serikat telah memutuskan untuk tidak ikut mensponsori rancangan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menandai tiga tahun sejak invasi Rusia ke Ukraina. Resolusi tersebut mendukung integritas teritorial Ukraina dan mengecam agresi Rusia. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam sikap sekutu utama Ukraina, menurut tiga sumber diplomatik yang berbicara kepada Reuters.

Langkah ini diduga mencerminkan ketegangan yang semakin tajam antara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump diketahui berupaya mengakhiri perang di Ukraina secepat mungkin, sementara timnya telah mengadakan pembicaraan dengan Rusia tanpa melibatkan Kyiv.

Keputusan ini menjadi pukulan politik bagi Ukraina, yang selama ini bergantung pada puluhan miliar dolar bantuan militer dari AS untuk menghadapi invasi Rusia. Selain itu, Ukraina juga mendapat keuntungan dari dukungan diplomatik AS.

Rancangan resolusi untuk Majelis Umum PBB, mengecam agresi Rusia dan menegaskan kembali komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, serta integritas wilayah Ukraina dalam batas-batas yang diakui secara internasional.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat secara konsisten ikut mensponsori resolusi serupa untuk mendukung perdamaian yang adil di Ukraina,” ujar salah satu sumber diplomatik yang meminta anonimitas karena isu ini bersifat sensitif.

Sumber diplomatik pertama mengatakan kepada Reuters bahwa resolusi tersebut disponsori oleh lebih dari 50 negara, tetapi tidak menyebutkan identitas mereka.

Hingga saat ini, juru bicara misi diplomatik AS untuk PBB di Jenewa belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Rusia telah merebut sekitar 20% wilayah Ukraina dan terus memperluas kontrolnya di bagian timur negara tersebut. Moskow mengklaim bahwa “operasi militer khusus” mereka merespons ancaman eksistensial akibat keinginan Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Namun, Ukraina dan negara-negara Barat menilai tindakan Rusia sebagai upaya ekspansi wilayah secara paksa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional