Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Politik Kejam Filipina: Bapak Ditangkap, Anak Dimakzulkan

badge-check


					Rodrigo Duterte dan Sara Duterte Perbesar

Rodrigo Duterte dan Sara Duterte

Manila – Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ditangkap pada hari Selasa (11/3/2025) di Bandara Internasional Ninoy Aquino setelah kembali dari Hong Kong. Penangkapan ini dilakukan berdasarkan surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan selama masa kepresidenannya.

Duterte dituduh bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan pelaku dan bandar narkoba di Filipina.

Ditangkap Setelah Satu Bulan Putrinya Dimakzulkan

Penangkapan Duterte terjadi hanya satu bulan setelah putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, dimakzulkan oleh Senat Filipina. Pemakzulan ini dilakukan atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi. Sara Duterte, yang sebelumnya menjabat sebagai walikota Davao City, telah menjadi tokoh kontroversial dalam politik Filipina.

Sebagaimana berita yang sudah beredar, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina memakzulkan Duterte pada Rabu bulan Februari lalu (5/2/2025). Sara Duterte dimakzulkan atas tuduhan “pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, korupsi, dan kejahatan besar lainnya.”

Tuduhan terhadap Sara Duterte termasuk rencana untuk membunuh Presiden “Bongbong” Marcos Jr, Ibu Negara Liza Marcos, dan Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu Marcos.

Senat Filipina nantinya akan memutuskan apakah Sara Duterte perlu dicopot dari jabatannya melalui sidang pada 2 Juni mendatang.

Jika terbukti bersalah dalam sidang Senat, dia akan dilarang untuk mencalonkan diri dalam jabatan publik di masa depan.

Termasuk larangan untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2028.

Dengan demikian “Bongbong” Marcos Jr (incumbent) diperkirakan tak akan mendapatkan lawan sepadan mencalonkan lagi sebagai Presiden Filipina.

Reaksi Masyarakat

Penangkapan dan pemakzulan ini menimbulkan reaksi beragam di kalangan masyarakat Filipina. Kelompok hak asasi manusia dan keluarga korban perang melawan narkoba menyambut baik langkah ini sebagai langkah menuju akuntabilitas dan keadilan. Namun, pendukung Duterte menganggap tindakan ini sebagai bentuk penindasan dan penganiayaan terhadap keluarga Duterte.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Rodrigo Duterte menyatakan bahwa ia siap menghadapi tuduhan tersebut dan akan membela dirinya di pengadilan. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak menyesali apa pun yang dilakukannya selama menjabat sebagai Presiden Filipina.

Penangkapan dan pemakzulan ini menjadi babak baru dalam dinamika politik Filipina yang penuh gejolak. Bagaimana nasib dinasti politik Duterte selanjutnya? Hanya waktu yang akan menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional