Zurich – Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dan legenda sepak bola Prancis Michel Platini akan kembali menghadapi persidangan di Swiss, Selasa (25/3/2025), untuk mendengar putusan terkait kasus korupsi yang mengakhiri karier mereka di dunia sepak bola.
Blatter dan Platini, yang pernah menjadi dua sosok paling berpengaruh di dunia sepak bola, dijadwalkan hadir di Kamar Banding Luar Biasa Pengadilan Kriminal Swiss. Persidangan ini digelar setelah jaksa federal Swiss menolak keputusan pengadilan tingkat pertama pada 2022 yang membebaskan keduanya dari tuduhan penipuan.
Kasus ini bermula dari pembayaran sebesar 2 juta franc Swiss (sekitar Rp40 miliar) yang diberikan Blatter kepada Platini pada 2011. Keduanya mengklaim bahwa pembayaran tersebut merupakan honor konsultasi untuk Platini atas pekerjaannya di FIFA pada 1998-2002. Platini juga menyebut bahwa pembayaran itu sempat tertunda karena keterbatasan dana FIFA saat itu.
Namun, skandal ini yang mencuat pada 2015 saat Platini menjabat sebagai Presiden UEFA, menghancurkan harapannya untuk menjadi penerus Blatter di FIFA.
FIFA kemudian menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola kepada keduanya selama delapan tahun karena pelanggaran etika. Meski masa hukuman mereka dikurangi, sanksi tersebut menandai akhir karier mereka sebagai petinggi sepak bola.
Pada dakwaan 2022, jaksa menuduh Blatter dan Platini melakukan penipuan dengan mengelabui FIFA terkait kewajiban pembayaran tersebut. Dakwaan menyatakan bahwa mereka secara sengaja mengajukan klaim yang tidak benar untuk mendapatkan dana tersebut.
Namun, pengadilan saat itu menerima pembelaan keduanya bahwa pembayaran tersebut didasarkan pada “kesepakatan lisan” dan menilai tuduhan jaksa tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya unsur penipuan.
Blatter, yang kini berusia 89 tahun, tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan mengaku sebagai korban persekongkolan. Sementara itu, Platini menegaskan bahwa uang tersebut merupakan gaji yang seharusnya ia terima. “Tidak ada korupsi, tidak ada penipuan, tidak ada pelanggaran sama sekali,” kata Platini di awal sidang banding.
Pengacara Platini, Dominic Nellen, menuding kasus ini sengaja dibuat untuk menggagalkan kliennya menjadi Presiden FIFA. “Platini adalah calon terkuat pengganti Blatter pada 2015, tetapi ada pihak yang ingin menyingkirkannya,” ujar Nellen.
Pada akhirnya, Blatter digantikan oleh Gianni Infantino, yang sebelumnya bekerja untuk Platini di UEFA. Infantino membantah terlibat dalam kejatuhan Platini dan menyatakan bahwa dirinya maju sebagai kandidat setelah UEFA memintanya pasca munculnya tuduhan terhadap Platini.
Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara 20 bulan dengan masa percobaan dua tahun bagi Blatter dan Platini serta meminta uang pembayaran tersebut dikembalikan. Kedua pihak masih memiliki opsi untuk mengajukan banding ke Pengadilan Federal Swiss jika tidak puas dengan putusan yang akan dijatuhkan.












