Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Sports

Blatter dan Platini Kembali Hadapi Sidang Kasus Korupsi di Swiss

badge-check


					Sepp Blatter dan Michel Platini Perbesar

Sepp Blatter dan Michel Platini

Zurich – Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter dan legenda sepak bola Prancis Michel Platini akan kembali menghadapi persidangan di Swiss, Selasa (25/3/2025), untuk mendengar putusan terkait kasus korupsi yang mengakhiri karier mereka di dunia sepak bola.

Blatter dan Platini, yang pernah menjadi dua sosok paling berpengaruh di dunia sepak bola, dijadwalkan hadir di Kamar Banding Luar Biasa Pengadilan Kriminal Swiss. Persidangan ini digelar setelah jaksa federal Swiss menolak keputusan pengadilan tingkat pertama pada 2022 yang membebaskan keduanya dari tuduhan penipuan.

Kasus ini bermula dari pembayaran sebesar 2 juta franc Swiss (sekitar Rp40 miliar) yang diberikan Blatter kepada Platini pada 2011. Keduanya mengklaim bahwa pembayaran tersebut merupakan honor konsultasi untuk Platini atas pekerjaannya di FIFA pada 1998-2002. Platini juga menyebut bahwa pembayaran itu sempat tertunda karena keterbatasan dana FIFA saat itu.

Namun, skandal ini yang mencuat pada 2015 saat Platini menjabat sebagai Presiden UEFA, menghancurkan harapannya untuk menjadi penerus Blatter di FIFA.

FIFA kemudian menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola kepada keduanya selama delapan tahun karena pelanggaran etika. Meski masa hukuman mereka dikurangi, sanksi tersebut menandai akhir karier mereka sebagai petinggi sepak bola.

Pada dakwaan 2022, jaksa menuduh Blatter dan Platini melakukan penipuan dengan mengelabui FIFA terkait kewajiban pembayaran tersebut. Dakwaan menyatakan bahwa mereka secara sengaja mengajukan klaim yang tidak benar untuk mendapatkan dana tersebut.

Namun, pengadilan saat itu menerima pembelaan keduanya bahwa pembayaran tersebut didasarkan pada “kesepakatan lisan” dan menilai tuduhan jaksa tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya unsur penipuan.

Blatter, yang kini berusia 89 tahun, tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah dan mengaku sebagai korban persekongkolan. Sementara itu, Platini menegaskan bahwa uang tersebut merupakan gaji yang seharusnya ia terima. “Tidak ada korupsi, tidak ada penipuan, tidak ada pelanggaran sama sekali,” kata Platini di awal sidang banding.

Pengacara Platini, Dominic Nellen, menuding kasus ini sengaja dibuat untuk menggagalkan kliennya menjadi Presiden FIFA. “Platini adalah calon terkuat pengganti Blatter pada 2015, tetapi ada pihak yang ingin menyingkirkannya,” ujar Nellen.

Pada akhirnya, Blatter digantikan oleh Gianni Infantino, yang sebelumnya bekerja untuk Platini di UEFA. Infantino membantah terlibat dalam kejatuhan Platini dan menyatakan bahwa dirinya maju sebagai kandidat setelah UEFA memintanya pasca munculnya tuduhan terhadap Platini.

Jaksa penuntut menuntut hukuman penjara 20 bulan dengan masa percobaan dua tahun bagi Blatter dan Platini serta meminta uang pembayaran tersebut dikembalikan. Kedua pihak masih memiliki opsi untuk mengajukan banding ke Pengadilan Federal Swiss jika tidak puas dengan putusan yang akan dijatuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Maradona Tidak Mati: Napoli Rayakan Ulang Tahun ke-65 Sang Legenda

31 Oktober 2025 - 10:05 WIB

Warga Napoli rayakan ulang tahun ke-65 Diego Maradona dengan arak-arakan patung dari Maradona Museum keliling kota.

Brentford Tundukkan Liverpool, Manchester United Makin Konsisten

26 Oktober 2025 - 08:24 WIB

Liverpool kalah dari Brentford, Manchester United menang 4–2 atas Brighton, dan Sunderland kejutkan Chelsea di Stamford Bridge.

Chelsea dan Liverpool Kompak Menang Besar di Liga Champions

23 Oktober 2025 - 07:41 WIB

Chelsea dan Liverpool kompak menang 5-1 di Liga Champions, sementara Juventus kembali kalah usai dibekuk Real Madrid 0-1.

Verstappen Juarai F1 GP Amerika, McLaren Semakin Tertekan

20 Oktober 2025 - 09:05 WIB

Max Verstappen dominan di F1 GP Amerika Serikat, memangkas jarak ke Oscar Piastri dan memperketat perebutan gelar juara.

Maguire Akhiri Kutukan Anfield, Manchester United Tumbangkan Liverpool 2–1

20 Oktober 2025 - 08:05 WIB

Harry Maguire antar Manchester United kalahkan Liverpool 2–1 di Anfield, kemenangan pertama di markas rival abadinya sejak 2016.
Trending di Sports