Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Makam Firaun Kuno yang Tidak Dikenal Ditemukan di Mesir

badge-check


					Makam Firaun Kuno yang Tidak Dikenal Ditemukan di Mesir Perbesar

Kairo – Para arkeolog menemukan sebuah ruang pemakaman besar dari batu kapur yang diyakini milik seorang firaun Mesir kuno yang belum teridentifikasi. Makam tersebut ditemukan di dekat kota Abydos dan diperkirakan berasal dari sekitar 3.600 tahun lalu, pada masa penuh gejolak dalam sejarah Mesir.

Penemuan makam yang berada tujuh meter di bawah tanah di nekropolis kuno Anubis Mountain ini diumumkan oleh tim arkeolog dari Universitas Pennsylvania dan otoritas Mesir. Ini menjadi penemuan makam raja Mesir kuno kedua yang diumumkan tahun ini.

Makam tersebut ditemukan dalam kondisi kosong, diduga telah dijarah sejak ribuan tahun lalu. Nama raja yang pernah dimakamkan di dalamnya awalnya tercatat dalam hieroglif di dinding bata berlapis plester di pintu masuk. Selain itu, terdapat lukisan yang menggambarkan dewi kembar Isis dan Nephthys.

Misteri Identitas Firaun

“Namanya tercatat dalam inskripsi, tetapi tidak selamat dari perusakan yang dilakukan oleh perampok makam pada zaman kuno. Beberapa kandidat yang mungkin adalah Raja Senaiib dan Paentjeni, yang diketahui dari berbagai peninggalan di Abydos, tetapi makam mereka belum ditemukan,” ujar Josef Wegner, profesor arkeologi Mesir dari Universitas Pennsylvania, yang memimpin penggalian, Kamis (27/3/2025).

Selain dinding berhiaskan hieroglif, makam ini memiliki beberapa ruangan yang tertutup oleh lengkungan setinggi lima meter yang terbuat dari batu bata lumpur.

Makam ini berasal dari periode yang dikenal sebagai Periode Menengah Kedua (1640-1540 SM), yang menjembatani era Kerajaan Pertengahan dan Kerajaan Baru, ketika para firaun Mesir menjadi penguasa paling berpengaruh di kawasan tersebut.

Dinamika Politik di Era Abydos Dynasty

“Sejarah politik era ini sangat menarik dan masih belum sepenuhnya dipahami. Ini adalah periode di mana Mesir terpecah-belah, mirip dengan masa ‘Negara-negara Berperang’ di tempat lain dalam sejarah. Namun, dari kekacauan ini lahirlah Kerajaan Baru yang kuat,” tambah Wegner, yang juga merupakan kurator bagian Mesir di Museum Universitas Pennsylvania.

Salah satu kerajaan yang berdiri pada masa ini adalah Dinasti Abydos, yakni serangkaian raja yang memerintah bagian selatan Mesir.

“Mesir saat itu terbagi menjadi beberapa kerajaan saingan, termasuk Hyksos yang berkuasa di Delta Nil. Dinasti Abydos adalah salah satu dari kerajaan tersebut. Bagaimana mereka runtuh dan akhirnya bersatu kembali adalah pertanyaan penting dalam sejarah sosial, politik, dan perkembangan teknologi Mesir kuno,” jelas Wegner.

Makam ini dibangun di dalam kompleks pemakaman yang lebih besar milik firaun sebelumnya, Neferhotep I. Arsitekturnya menunjukkan keterkaitan dengan makam kerajaan dari era Kerajaan Pertengahan dan Periode Menengah Kedua.

“Makam ini tampaknya menjadi yang terbesar dan tertua di antara kelompok makam Dinasti Abydos. Kemungkinan masih ada makam lain di sekitar lokasi ini, di dekat makam Neferhotep I,” kata Wegner.

Sebelumnya, tim Wegner juga menemukan makam raja Dinasti Abydos lainnya, Seneb-Kay, pada tahun 2014.

Ekskavasi Terus Berlanjut

“Makam raja yang baru ditemukan ini kemungkinan adalah pendahulu dari Seneb-Kay. Kami yakin masih ada makam lainnya di area ini. Pekerjaan di pemakaman kerajaan membutuhkan waktu yang lama dan ketelitian tinggi, sehingga hasilnya membutuhkan waktu untuk terungkap sepenuhnya,” tambahnya.

Ekskavasi masih berlangsung untuk mengungkap lebih banyak tentang identitas sang raja dan struktur makam lainnya yang mungkin tersembunyi di bawah pasir Abydos.

Periode Menengah Kedua terjadi hampir seribu tahun setelah pembangunan piramida Giza yang megah. Banyak firaun dari Kerajaan Baru, seperti Tutankhamun, dimakamkan di Lembah Para Raja dekat Luxor, yang hingga kini menjadi salah satu situs arkeologi paling penting di dunia.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 18 Februari lalu juga mengumumkan bahwa tim arkeologi gabungan Mesir dan Inggris telah mengidentifikasi makam kuno di dekat Luxor sebagai makam Firaun Thutmose II dari abad ke-15 SM.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional