Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Helikopter Wisata Jatuh di Sungai Hudson, Enam Orang Tewas Termasuk Tiga Anak-Anak

badge-check


					Petugas Keselamatan Bekerja di Lokasi Helikopter Jatuh Perbesar

Petugas Keselamatan Bekerja di Lokasi Helikopter Jatuh

New York — Sebuah helikopter wisata jatuh ke Sungai Hudson di New York City pada Kamis (10/4/2025) waktu setempat dan menewaskan enam orang di dalamnya, termasuk tiga anak-anak. Wali Kota New York, Eric Adams, mengonfirmasi bahwa korban tewas diduga termasuk satu keluarga asal Spanyol serta sang pilot.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Helikopter jenis Bell 206 yang dioperasikan oleh perusahaan New York Helicopter Tours lepas landas dari helipad di kawasan pusat kota Manhattan pada pukul 15.00 dan terbang ke arah utara menyusuri Sungai Hudson. Saat mencapai Jembatan George Washington, helikopter tersebut berbalik arah ke selatan sebelum akhirnya jatuh dan terbalik ke dalam air di dekat Lower Manhattan, tepatnya di lepas pantai Hoboken, New Jersey.

Rekaman video amatir memperlihatkan benda besar jatuh ke sungai, diikuti potongan yang diduga bilah baling-baling helikopter. Setelahnya, kapal-kapal penyelamat dari kepolisian dan pemadam kebakaran tampak menyisir lokasi kejadian, dengan bagian roda pendarat helikopter masih terlihat di atas permukaan air.

Upaya Penyelamatan dan Investigasi

Kepala Kepolisian New York, Jessica Tisch, menyatakan bahwa enam korban terdiri dari sang pilot, dua orang dewasa, dan tiga anak-anak. Empat korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Ini adalah tragedi mendalam bagi kota kami dan bagi para keluarga korban. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar Wali Kota Adams dalam konferensi pers.

Tim penyelam dikerahkan untuk mengevakuasi para korban dari badan helikopter yang tenggelam. Polisi Maritim New York turut membantu dalam operasi penyelamatan tersebut.

Badan Penerbangan Federal (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat akan memimpin penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.

Sejarah Panjang Insiden Helikopter

New York City dikenal sebagai salah satu kota dengan lalu lintas helikopter terpadat di dunia. Puluhan operator menawarkan tur udara bagi wisatawan yang ingin melihat cakrawala Manhattan dari ketinggian. Namun, lalu lintas padat ini juga membawa risiko keselamatan.

Pada tahun 2018, lima penumpang tewas ketika sebuah helikopter charter jatuh ke Sungai East River. Saat itu, helikopter digunakan untuk penerbangan wisata dengan pintu terbuka agar penumpang bisa mengambil foto panorama kota.

Isu keselamatan helikopter kembali menjadi perhatian di tingkat nasional setelah 67 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan jet regional American Airlines dan helikopter militer di dekat Bandara Nasional Reagan, Washington D.C., Januari lalu. Sejak saat itu, FAA memberlakukan pembatasan permanen terhadap lalu lintas helikopter di kawasan tersebut dan tengah meninjau kembali aturan serupa di sekitar bandara-bandara besar lainnya.

Kesedihan di Tengah Langit Kota

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan udara di sekitar New York dan menimbulkan pertanyaan ulang tentang regulasi keselamatan dalam penerbangan wisata. Meski menawarkan pemandangan menakjubkan, pengalaman wisata udara juga membawa risiko tinggi jika tidak disertai dengan standar keselamatan yang ketat.

Sementara penyelidikan terus berlanjut, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada keluarga korban serta menahan diri dari menyebarkan video insiden yang dapat memperparah trauma keluarga yang ditinggalkan.

“Kami tengah mencari jawaban, namun yang paling penting sekarang adalah menghormati para korban dan keluarga mereka,” ujar Komisaris Tisch.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional