Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Helikopter Wisata Jatuh di Sungai Hudson, Enam Orang Tewas Termasuk Tiga Anak-Anak

badge-check


					Petugas Keselamatan Bekerja di Lokasi Helikopter Jatuh Perbesar

Petugas Keselamatan Bekerja di Lokasi Helikopter Jatuh

New York — Sebuah helikopter wisata jatuh ke Sungai Hudson di New York City pada Kamis (10/4/2025) waktu setempat dan menewaskan enam orang di dalamnya, termasuk tiga anak-anak. Wali Kota New York, Eric Adams, mengonfirmasi bahwa korban tewas diduga termasuk satu keluarga asal Spanyol serta sang pilot.

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 15.15 waktu setempat. Helikopter jenis Bell 206 yang dioperasikan oleh perusahaan New York Helicopter Tours lepas landas dari helipad di kawasan pusat kota Manhattan pada pukul 15.00 dan terbang ke arah utara menyusuri Sungai Hudson. Saat mencapai Jembatan George Washington, helikopter tersebut berbalik arah ke selatan sebelum akhirnya jatuh dan terbalik ke dalam air di dekat Lower Manhattan, tepatnya di lepas pantai Hoboken, New Jersey.

Rekaman video amatir memperlihatkan benda besar jatuh ke sungai, diikuti potongan yang diduga bilah baling-baling helikopter. Setelahnya, kapal-kapal penyelamat dari kepolisian dan pemadam kebakaran tampak menyisir lokasi kejadian, dengan bagian roda pendarat helikopter masih terlihat di atas permukaan air.

Upaya Penyelamatan dan Investigasi

Kepala Kepolisian New York, Jessica Tisch, menyatakan bahwa enam korban terdiri dari sang pilot, dua orang dewasa, dan tiga anak-anak. Empat korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Ini adalah tragedi mendalam bagi kota kami dan bagi para keluarga korban. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya,” ujar Wali Kota Adams dalam konferensi pers.

Tim penyelam dikerahkan untuk mengevakuasi para korban dari badan helikopter yang tenggelam. Polisi Maritim New York turut membantu dalam operasi penyelamatan tersebut.

Badan Penerbangan Federal (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat akan memimpin penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini.

Sejarah Panjang Insiden Helikopter

New York City dikenal sebagai salah satu kota dengan lalu lintas helikopter terpadat di dunia. Puluhan operator menawarkan tur udara bagi wisatawan yang ingin melihat cakrawala Manhattan dari ketinggian. Namun, lalu lintas padat ini juga membawa risiko keselamatan.

Pada tahun 2018, lima penumpang tewas ketika sebuah helikopter charter jatuh ke Sungai East River. Saat itu, helikopter digunakan untuk penerbangan wisata dengan pintu terbuka agar penumpang bisa mengambil foto panorama kota.

Isu keselamatan helikopter kembali menjadi perhatian di tingkat nasional setelah 67 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan jet regional American Airlines dan helikopter militer di dekat Bandara Nasional Reagan, Washington D.C., Januari lalu. Sejak saat itu, FAA memberlakukan pembatasan permanen terhadap lalu lintas helikopter di kawasan tersebut dan tengah meninjau kembali aturan serupa di sekitar bandara-bandara besar lainnya.

Kesedihan di Tengah Langit Kota

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan udara di sekitar New York dan menimbulkan pertanyaan ulang tentang regulasi keselamatan dalam penerbangan wisata. Meski menawarkan pemandangan menakjubkan, pengalaman wisata udara juga membawa risiko tinggi jika tidak disertai dengan standar keselamatan yang ketat.

Sementara penyelidikan terus berlanjut, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada keluarga korban serta menahan diri dari menyebarkan video insiden yang dapat memperparah trauma keluarga yang ditinggalkan.

“Kami tengah mencari jawaban, namun yang paling penting sekarang adalah menghormati para korban dan keluarga mereka,” ujar Komisaris Tisch.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional