Jakarta – Dunia hukum Indonesia berduka. Advokat senior dan pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, Hotma Sitompul, tutup usia pada Rabu, 16 April 2025. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit yang dideritanya.
Kabar kepergian Hotma, yang telah lama menjadi salah satu nama paling disorot dalam deretan pengacara papan atas Indonesia, sontak menjadi perhatian publik. Dikenal luas karena keterlibatannya dalam berbagai kasus hukum besar yang menyita perhatian nasional, kepergiannya menyisakan jejak panjang dalam dunia hukum dan keadilan di Tanah Air.
Rumah Duka Dipenuhi Tokoh Terkenal
Sejak berita duka menyebar, rumah duka yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat langsung dipadati para pelayat. Tidak hanya kerabat dan keluarga, sejumlah tokoh penting tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal tegas dan kontroversial ini.
Di antara yang hadir, tampak pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, sahabat lama sekaligus kolega di dunia hukum. Kehadiran mantan istrinya, Desiree Tarigan, beserta anak sambungnya, Bams eks vokalis band Samsons, juga menarik perhatian awak media. Meski sempat terlibat konflik pribadi yang cukup menyita ruang pemberitaan, keduanya tetap hadir untuk menghormati kepergian Hotma.
Selain mereka, sejumlah artis yang pernah menjadi klien Hotma Sitompul seperti Raffi Ahmad dan Nikita Mirzani turut meluangkan waktu datang ke rumah duka. Para pelayat bergantian menyampaikan belasungkawa, menyatakan bahwa sosok Hotma memiliki peran besar dalam membantu mereka menghadapi proses hukum yang pelik.
Rencana Pemakaman di San Diego Hills
Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa jenazah almarhum akan dimakamkan pada Jumat, 18 April 2025, di kompleks pemakaman elit San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat. Prosesi pemakaman akan digelar secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat.
“Beliau ingin dimakamkan dengan tenang, tanpa sorotan media berlebih. Itu permintaan terakhirnya,” ujar perwakilan keluarga dalam keterangan resmi.
Meski tertutup, pengamanan di sekitar lokasi pemakaman dipastikan akan diperketat mengingat banyaknya tokoh penting yang dijadwalkan hadir dalam prosesi perpisahan tersebut.
Karier Hukum yang Berliku dan Penuh Sorotan
Hotma Sitompul lahir di Tanah Karo, Sumatera Utara, pada 30 November 1956. Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan memulai karier sebagai staf di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dipimpin Adnan Buyung Nasution, tokoh hukum reformis pada era Orde Baru.
Tahun 2002 menjadi tonggak penting dalam hidupnya ketika ia mendirikan LBH Mawar Saron. Berbeda dengan kebanyakan firma hukum elite yang berfokus pada klien korporasi dan pejabat, Mawar Saron justru lebih banyak menangani kasus masyarakat kecil. Inisiatif ini mendapat banyak pujian dan menempatkan Hotma sebagai advokat yang tak hanya mengejar nama besar, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap akses hukum yang adil.
Meski demikian, karier Hotma juga penuh warna. Ia dikenal sering kali menangani kasus-kasus selebritas, politikus, dan konglomerat. Namanya mencuat kala membela Raffi Ahmad dalam kasus narkoba tahun 2013, serta dalam berbagai kasus lain yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Di luar ruang sidang, kehidupan pribadi Hotma juga tak luput dari sorotan. Perceraiannya dengan Desiree Tarigan pada tahun 2021 menjadi salah satu kasus perceraian paling disorot media. Perseteruan keluarga yang berujung pada pelaporan hukum ke polisi membuka sisi lain dari pria yang biasanya tampil lugas dan keras di depan kamera.
Namun, di balik segala kontroversi, banyak kolega mengingat Hotma sebagai pribadi yang hangat dan pekerja keras. “Ia mungkin keras di luar, tapi sangat peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia tak segan membantu rekan pengacara muda yang baru memulai karier,” ujar salah satu rekan seprofesi yang hadir di rumah duka.
Jejak Warisan dalam Dunia Hukum
Bagi dunia hukum Indonesia, kepergian Hotma Sitompul merupakan kehilangan besar. Ia bukan hanya pengacara dengan banyak klien ternama, tetapi juga seorang pendidik hukum dan tokoh pembela keadilan sosial. LBH Mawar Saron, yang kini memiliki puluhan advokat muda, menjadi warisan yang akan terus hidup.
Beberapa lembaga pendidikan hukum bahkan telah menyampaikan niat untuk mengenang Hotma melalui diskusi akademik dan seminar. “Kita perlu merefleksikan bagaimana kontribusi advokat dalam membangun sistem hukum yang adil. Pak Hotma adalah salah satu contoh nyata,” ujar Guru Besar Hukum Universitas Indonesia, Prof. Maria Rahajeng.







