Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Ukraina dan Eropa Tolak Proposal Damai AS

badge-check


					Ukraina dan Eropa Tolak Proposal Damai AS Perbesar

Paris – Upaya diplomatik Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Rusia Ukraina menghadapi hambatan signifikan pekan ini. Para pejabat Ukraina dan Eropa menolak sejumlah poin dalam proposal Washington, dan mengajukan serangkaian usulan tandingan. Perselisihan itu mencakup isu-isu sensitif mulai dari pengakuan wilayah hingga mekanisme sanksi terhadap Rusia.

Dua dokumen yang berbeda, berasal dari pertemuan diplomatik tertutup di Paris pada 17 April dan London pada 23 April, mengungkap ketegangan dalam pembahasan. Proposal awal disampaikan oleh utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, sementara dokumen tandingan dirumuskan dalam pertemuan Ukraina dan perwakilan Eropa di London.

Perbedaan Tajam dalam Proposal Damai

Dalam dokumen pertama yang disebut sebagai “tawaran final dari Amerika Serikat”, AS mengusulkan pengakuan resmi atas aneksasi Krimea oleh Rusia serta pengakuan de facto atas wilayah selatan dan timur Ukraina yang kini dikuasai Moskow. Sebaliknya, dokumen tandingan dari Eropa dan Ukraina menunda pembahasan soal wilayah hingga setelah gencatan senjata tercapai, tanpa menyebut pengakuan atas kendali Rusia di wilayah mana pun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menegaskan sikapnya pada Kamis (24/4/2025), bahwa Kyiv tidak akan pernah mengakui Krimea sebagai milik Rusia. Pernyataan ini memicu kritik dari Trump, yang dalam wawancaranya dengan Time menyatakan bahwa “Krimea akan tetap bersama Rusia” dan bahwa ia tidak yakin Ukraina bisa bergabung dengan NATO.

Jaminan Keamanan dan Keanggotaan NATO

Soal keamanan jangka panjang, versi AS menawarkan “jaminan keamanan kuat” dari negara-negara sahabat Eropa, namun dengan syarat bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO.

Sebaliknya, dokumen tandingan Ukraina dan Eropa lebih tegas, menyatakan tidak ada batasan pada kekuatan militer Ukraina dan membuka kemungkinan penempatan pasukan asing dari negara sekutu di tanah Ukraina. Bahkan, mereka mengusulkan mekanisme jaminan mirip Pasal 5 NATO.

Sanksi dan Kompensasi Ekonomi

Perbedaan mencolok juga muncul dalam hal ekonomi. Proposal Witkoff mencantumkan pencabutan sanksi AS yang diberlakukan sejak 2014 terhadap Rusia sebagai bagian dari kesepakatan damai. Namun, usulan Eropa dan Ukraina mengusulkan pelonggaran bertahap setelah perdamaian tercapai secara berkelanjutan, dan penjatuhan ulang sanksi jika Rusia melanggar perjanjian.

Terkait kompensasi, dokumen Ukraina menyebut bahwa dana pemulihan harus bersumber dari aset Rusia yang dibekukan di luar negeri, sementara dokumen AS hanya menyebut kompensasi tanpa merinci sumbernya.

Tekanan Diplomatik dan Kunjungan ke Moskow

Witkoff dilaporkan tiba di Moskow pada Jumat (25/4/2025) untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin, memperkuat kesan bahwa Washington ingin mempercepat proses damai.

Beberapa diplomat Eropa menyatakan kekhawatiran bahwa tekanan terhadap delegasi AS untuk mencapai kemajuan, telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Ukraina dan Eropa akan didorong ke arah kompromi yang prematur.

Meski begitu, Zelenskiy menyebut pembicaraan di London sebagai “konstruktif”, walau tidak mudah. Pertemuan itu menghasilkan dokumen baru yang kini disebut-sebut telah berada di meja Presiden Trump.

Diplomasi ini menandai upaya paling serius sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Saat ini, hampir seperlima wilayah Ukraina masih berada di bawah kendali pasukan Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional