Liverpool – Ketika Arne Slot menggantikan Jurgen Klopp pada Januari 2024, banyak pendukung Liverpool yang khawatir akan masa depan klub. Namun, setahun kemudian, The Reds justru menutup musim dengan gelar juara Liga Inggris ke-20 — menyamai rekor Manchester United.
“Jika Anda bertanya kepada pendukung Liverpool pada Agustus lalu apakah tim ini akan menjuarai Liga Inggris, sebagian besar pasti menjawab tidak,” ujar mantan penjaga gawang Liverpool, Sander Westerveld.
Perjalanan Liverpool musim ini memang luar biasa. Slot, pelatih asal Belanda yang sebelumnya sukses bersama Feyenoord, datang dengan ekspektasi yang rendah dari banyak pihak. Mantan rekan setim Slot di Sparta Rotterdam, Westerveld, mengakui bahwa saat itu tidak banyak yang mengenalnya di Inggris.
Namun, keraguan itu segera sirna. Slot membuktikan kapasitasnya dengan membawa Liverpool mendominasi klasemen sejak November dan mengamankan gelar juara dengan empat laga tersisa. Sepanjang musim, Liverpool mencatat 25 kemenangan dari 34 pertandingan, hanya dua kali menelan kekalahan.
Slot menjadi pelatih kelima dalam era Premier League yang meraih gelar di musim pertamanya, mengikuti jejak Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Manuel Pellegrini, dan Antonio Conte.
Melanjutkan Pondasi Klopp
Slot bukan datang untuk mengubah total warisan Klopp, melainkan memperbaiki dan menyempurnakannya. Dengan mempertahankan mayoritas skuad yang sama, ia memperbaiki lini tengah dan meningkatkan kedisiplinan pertahanan. Tiga kemenangan lagi akan membawa Liverpool menembus angka 90 poin — pencapaian yang hanya bisa diraih dengan konsistensi luar biasa.
Kinerja individu pemain pun meningkat. Mohamed Salah mencetak 28 gol dan 18 assist dalam 34 pertandingan liga, jauh lebih tinggi dibandingkan musim terakhir Klopp. Ryan Gravenberch dan Cody Gakpo juga menunjukkan perkembangan signifikan di bawah asuhan Slot.
Selain aspek teknis, Slot membawa perubahan dalam rutinitas harian pemain. Mulai dari sesi “body wake-up” setiap pagi, perubahan pola latihan, hingga memperkenalkan budaya kerja yang lebih terstruktur di Kirkby Training Centre.
Kepribadian yang Merangkul Pendukung
Slot, dengan pembawaannya yang rendah hati dan bersahaja, langsung mendapatkan tempat di hati pendukung Liverpool. Sejak upacara perpisahan Klopp, hubungan emosional antara pelatih baru dan suporter berjalan mulus.
Kisah kedekatan Slot dengan Isaac Kearney, seorang anak penggemar Liverpool yang mengidap Wolf-Hirschhorn Syndrome, menjadi cermin kepribadiannya. Ia dengan tulus meluangkan waktu untuk Isaac, bahkan membawanya langsung bertemu idola-idolanya di Anfield.
Dalam konferensi pers, Slot juga dikenal santai namun cermat. Ia tak ragu bersikap tegas bila merasa pertanyaan tidak adil, namun tetap menunjukkan rasa hormat terhadap media dan penggemar.
Tantangan Musim Depan
Dengan trofi Liga Inggris kini kembali berada di Anfield, tantangan bagi Slot berikutnya adalah mempertahankan prestasi tersebut. Meski Mohamed Salah dan Virgil van Dijk telah memperpanjang kontrak, Liverpool berpotensi kehilangan Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid.
Beberapa nama seperti Alexander Isak (Newcastle) dan Milos Kerkez (Bournemouth) disebut-sebut menjadi incaran untuk memperkuat skuad. Slot sendiri diyakini tidak akan membiarkan standar tim menurun.
“Dia tidak akan membiarkan level tim ini turun,” kata Neil Atkinson, CEO The Anfield Wrap. “Jika mereka mampu meraih lebih dari 80 poin lagi musim depan, Liverpool akan tetap menjadi kandidat kuat juara.”
Pada 25 Mei mendatang, Anfield akan bergemuruh merayakan trofi bersama Arne Slot. Sebuah pencapaian yang, bagi banyak orang, di luar dugaan.
“Awalnya saya selalu mengiriminya pesan ucapan selamat setiap kali menang,” kata Westerveld sambil tertawa. “Tapi kemudian saya berhenti, karena rasanya terlalu sering.”
Samai Rekor Manchester United
Dengan torehan ini, Liverpool dan Manchester United kini sama-sama tercatat sebagai penguasa Liga Inggris dengan jumlah gelar terbanyak, menandai persaingan klasik yang semakin sengit di ranah domestik.
Dominasi Manchester City, yang sempat menguasai Liga Inggris dengan gaya bermain atraktif dan koleksi trofi beruntun, akhirnya berakhir di tangan Liverpool. The Reds berhasil menumbangkan hegemoni tersebut lewat permainan konsisten sepanjang musim.
Kebangkitan Liverpool ini mengingatkan pada musim bersejarah 2019/2020, saat mereka mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun untuk kembali menjadi juara Liga Inggris. Gelar tersebut juga menjadi yang pertama bagi Liverpool di era Premier League yang dimulai pada musim 1992/1993.
Seperti diketahui, sebelum era Premier League, kompetisi sepak bola Inggris bergulir sejak musim 1888/1889 dalam format berbeda. Sejumlah perubahan aturan dan format kemudian membentuk wajah Liga Inggris modern seperti saat ini.
Gelar musim ini menjadi bukti bahwa Liverpool, di bawah Arne Slot, mampu bangkit dan kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Inggris.
Jumlah Gelar Juara Liga Inggris:
20 – Manchester United, Liverpool
13 – Arsenal
10 – Manchester City
9 – Everton
7 – Aston Villa
6 – Sunderland, Chelsea
4 – Sheffield Wednesday (3 sebagai The Wednesday), Newcastle United
3 – Blackburn Rovers, Huddersfield Town, Wolverhampton Wanderers, Leeds United
2 – Preston North End, Burnley, Portsmouth, Tottenham Hotspur, Derby County
1- Sheffield United, West Bromwich Albion, Ipswich Town, Nottingham Forest, Leicester City