Cleveland – Cleveland Cavaliers dikejutkan dengan penampilan Tyrese Haliburton dari Indiana Pacers pada gim pertama Semifinal Wilayah Timur. Dianggap sebagai pemain paling overrated oleh rekan-rekannya sendiri dalam survei anonim The Athletic, Haliburton justru menjadi penentu kemenangan Indiana Pacers atas Cleveland Cavaliers dengan skor 121-112, Minggu (5/5/2025) malam waktu setempat.
Dalam laga pembuka semifinal Wilayah Timur ini, Haliburton mencetak 22 poin, 13 assist, dan membuat sejumlah aksi krusial di kedua ujung lapangan. Salah satu momen pentingnya terjadi saat ia melepaskan tembakan tiga angka yang membawa Pacers unggul 104-102 di kuarter keempat. Momen ini kemudian memulai laju 15-4 yang membuat tuan rumah tak mampu bangkit.
“Kami tahu kami bukan unggulan. Tapi kami hanya fokus mengontrol apa yang bisa kami kendalikan,” kata Haliburton usai laga. “Kemenangan ini memberi kami momentum, tapi Cleveland tetap tim terbaik di konferensi ini.”
Pacers Tajam dari Luar, Cavaliers Tumpul
Pacers, yang unggulan keempat, tampil agresif dan tajam dari luar garis. Mereka mencetak 19 tripoin dari 36 percobaan. Ini yang kemudian membuat Cavaliers kewalahan. Andrew Nembhard menjadi top skorer Indiana dengan 23 poin, termasuk dua tripoin penting saat timnya menjauh di pertengahan kuarter terakhir.
Aaron Nesmith dan Pascal Siakam sama-sama menyumbang 17 poin, sementara semua starter Pacers mencetak dua digit angka.
“Kata kunci malam ini adalah agresif. Untuk bisa mengalahkan tim seperti ini, kami harus terus menyerang,” ujar pelatih Rick Carlisle.
Sebaliknya, Cavaliers justru kesulitan dari jarak jauh. Tim yang selama musim reguler rata-rata mencetak hampir 16 tripoin per pertandingan, hanya berhasil 9 kali dari 38 percobaan (23,7 persen). Ini menjadi salah satu performa terburuk mereka musim ini.
Mitchell Pecahkan Rekor Michael Jordan
Donovan Mitchell mencetak 33 poin dan mencatat rekor NBA baru: delapan pertandingan pembuka seri playoff berturut-turut dengan setidaknya 30 poin, memecahkan rekor milik Michael Jordan. Namun hal itu tak cukup untuk menyelamatkan Cavs dari kekalahan di kandang sendiri.
Mitchell juga menjadi korban buruknya akurasi Cleveland, hanya mencetak 1 dari 11 tripoin yang dicoba. “Saat tembakan tidak masuk, mereka langsung menyerang balik. Dan itulah kekuatan Indiana,” ujarnya.
Evan Mobley menambahkan 20 poin dan 10 rebound untuk Cleveland, yang kembali tampil tanpa Darius Garland karena cedera jempol kaki kiri. Kehilangan Garland membuat pengaturan tempo Cleveland timpang. Ketimpangan ini semakin terlihat saat Indiana mempercepat ritme permainan.
“Kami kehilangan ritme sejak awal. Tapi sekarang kami sudah merasakan gaya main mereka,” kata pelatih Cavs, Kenny Atkinson. “Kami akan mencari solusi untuk tembakan tiga angka.”
Haliburton, dari Underrated ke Penentu
Meski tak terlalu efisien dari tripoin (2 dari 6), Haliburton justru mencetak tembakan yang paling menentukan. Selain itu, ia juga mencatat blok penting atas Max Strus di dua menit terakhir dan mengubahnya menjadi layup untuk memperbesar keunggulan Pacers menjadi 10 poin.
Total, assist Haliburton menghasilkan 34 poin untuk timnya — delapan di antaranya adalah tripoin.
“Kami tahu ‘Cavalanche’ itu akan datang,” ucap Haliburton, merujuk pada kebangkitan cepat khas Cavs. “Tapi kami bertahan. Kami tahu kapan harus menekan, dan malam ini, kami mengeksekusinya.”
Jadwal Pacers vs Cavaliers Selanjutnya
Game 2 akan kembali digelar di Cleveland pada Selasa (7/5) malam waktu setempat. Pacers akan berusaha mempertahankan momentum, sementara Cavaliers dituntut segera menemukan akurasi mereka — atau berisiko kehilangan kendali di seri ini.