Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Paus Leo XIV: Paus Baru dari AS, Sosok Sederhana dengan Komitmen Sosial yang Kuat

badge-check


					Paus Leo XIV: Paus Baru dari AS, Sosok Sederhana dengan Komitmen Sosial yang Kuat Perbesar

Vatikan – Kardinal Robert Prevost, tokoh yang relatif belum dikenal luas di panggung global, resmi terpilih sebagai Paus baru Gereja Katolik dan mengambil nama Paus Leo XIV, Kamis (8/5/2025), pada hari kedua konklaf menggantikan mendiang Paus Fransiskus.

Lahir di Chicago pada 1955, Paus Leo XIV menjadi Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Ia juga memiliki kewarganegaraan Peru, tempat ia mengabdi sebagai misionaris sejak 1985 dan kemudian menjabat sebagai uskup di Chiclayo pada 2015–2023.

Meski baru menjadi kardinal pada 2023, Prevost dipercaya memimpin kantor penting di Vatikan yang bertanggung jawab memilih para uskup di seluruh dunia, sebuah posisi yang memberinya pengaruh luas terhadap arah hierarki gereja global.

Paus Leo XIV yang baru terpilih, Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat, muncul di balkon Basilika Santo Petrus, di Vatikan, pada 8 Mei 2025.

Sinyal Awal: Nama, Pesan Damai, dan Busana Tradisional

Dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus Leo XIV memberikan tiga sinyal awal tentang kepausannya. Pertama, pemilihan nama “Leo” diyakini menunjukkan keberpihakan pada ajaran sosial Gereja, merujuk pada Paus Leo XIII yang dikenal membela hak-hak buruh.

“Kita melihat komitmennya terhadap ajaran sosial Gereja,” ujar Pastor Thomas Reese, seorang Jesuit pengamat Vatikan.

Sinyal kedua datang dari pilihan bahasa dan pesan pertama yang disampaikan: “La pace sia con tutti voi!” (Damai sejahtera menyertai kalian semua). Ucapan itu menggarisbawahi fokusnya pada perdamaian global di tengah konflik yang terus berlangsung di Ukraina, Timur Tengah, dan wilayah lain.

Paus juga mengenang pendahulunya, Fransiskus, yang wafat pada Minggu Paskah lalu. Ia mengulang pesan terakhir Paus Fransiskus: “Tuhan mengasihi kita semua, dan kejahatan tidak akan menang. Kita ada di tangan Tuhan.”

Sinyal ketiga adalah busana: Leo XIV tampil mengenakan jubah merah tradisional, berbeda dengan Fransiskus yang memilih kesederhanaan sejak hari pertama. Meski demikian, banyak yang melihat bahwa Paus Leo adalah penerus semangat Fransiskus dalam hal pelayanan sosial.

Sosok Sederhana, Pendengar yang Baik

Rekan-rekan dekat menyebut Leo XIV sebagai pribadi yang rendah hati dan tak gemar mencari sorotan. Pastor Mark Francis, sahabatnya sejak tahun 1970-an, menggambarkan Leo sebagai sosok penuh akal sehat dan kepedulian pada kaum miskin. “Dia punya kepekaan terhadap realitas umat dan tidak pernah merasa lebih tahu sendiri,” katanya.

Di Peru, ia dikenal karena perhatian khusus terhadap pengungsi Venezuela dan pelayanan langsung kepada masyarakat. “Ia orang yang selalu siap membantu,” ujar Jesús León Angeles, koordinator kelompok Katolik di Chiclayo.

Meskipun pandangannya tentang banyak isu masih belum sepenuhnya diketahui publik, Prevost pernah berbicara tentang pentingnya evangelisasi yang menyentuh hati umat. Dalam sebuah wawancara tahun 2023, ia menekankan bahwa pendekatan tersebut harus menjadi prioritas. “Kita sering terlalu sibuk mengajarkan doktrin, hingga lupa bahwa misi utama kita adalah membantu umat mengenal Yesus Kristus,” katanya.

Paus Baru, Leo XIV Seorang Penggemar Baseball

Di tengah momen sakral ini, pertanyaan ringan pun muncul di kampung halamannya: apakah Paus Leo XIV pendukung Chicago Cubs atau White Sox?

Media sosial sempat ramai oleh klaim dari pihak Cubs yang menyebut Paus Leo XIV sebagai penggemar mereka. Mereka bahkan menyampaikan ucapan selamat dan mengajak bernyanyi “Take Me Out to the Ballgame” di Wrigley Field.

Namun, sang adik, John Prevost, segera meluruskan. “Ia tidak pernah, bahkan sekali pun, menjadi fans Cubs. Sejak kecil, ia selalu pendukung White Sox,” katanya kepada stasiun televisi lokal WGN.

Pihak White Sox pun menyambut kabar tersebut dengan bangga, mengirimkan jersey bergaris putih dan topi bertuliskan “Leo XIV” langsung ke Vatikan. “Beberapa hal lebih besar dari bisbol. Tapi kami senang, kini seorang fans White Sox menjadi Paus,” tulis klub dalam pernyataan resminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional