New York – Dunia hiburan kembali diguncang oleh kesaksian mengejutkan dari penyanyi R&B Casandra Ventura atau Cassie, mantan kekasih Sean “Diddy” Combs. Dalam persidangan yang digelar Selasa (13/5/2025) waktu setempat di Pengadilan Federal Manhattan, Ventura mengungkapkan bahwa dirinya dipaksa mengikuti pesta seks penuh narkoba yang digelar Diddy selama hampir satu dekade.
Ventura, kini berusia 38 tahun, menjadi saksi kunci dalam kasus dugaan perdagangan seks dan kejahatan terorganisir yang menjerat Diddy. Ia menyebut pesta-pesta yang disebut “Freak Offs” itu pada awalnya ia ikuti untuk menyenangkan sang rapper, namun lama-kelamaan menjadi alat pemerasan karena Diddy merekam pertemuan tersebut dan menggunakannya untuk mengancamnya.
“’Freak Offs’ itu jadi semacam pekerjaan, dan satu-satunya waktu yang tersisa hanya untuk memulihkan diri dan mencoba merasa normal lagi,” kata Ventura di hadapan juri.
Ia juga menyebut bahwa pesta-pesta tersebut bisa berlangsung antara satu setengah hingga empat hari, dengan Diddy memberinya obat-obatan untuk tetap terjaga dan mengatur secara detail penampilannya. “Kalau saya tidak sedang merapikan kuku, saya harus berjemur. Itu menghancurkan rasa percaya diri saya,” ujarnya lirih.
Karier musiknya juga ikut terganggu. Meski sempat menandatangani kontrak 10 album dengan label milik Diddy, Bad Boy Records, hanya satu album yang berhasil dirilis.
Jaksa penuntut juga memutar video CCTV tahun 2016 yang sempat viral, memperlihatkan Diddy yang hanya mengenakan handuk, melempar Ventura ke lantai, menendangnya, dan menyeretnya di koridor hotel Los Angeles. Ventura mengatakan, insiden itu terjadi setelah ia mengalami kekerasan dalam pesta “Freak Off”.
Dakwaan Berat dan Pembelaan
Combs, 55, menghadapi lima dakwaan berat, termasuk konspirasi kejahatan terorganisir, perdagangan seks, dan eksploitasi seksual. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara minimal 15 tahun hingga seumur hidup.
Tim kuasa hukum Diddy, yang dipimpin Teny Geragos, menyatakan bahwa hubungan tersebut bersifat suka sama suka dan tidak melibatkan unsur kriminal. “Kasus ini soal pilihan sukarela dari orang dewasa yang menjalin hubungan konsensual,” ujarnya dalam pernyataan pembukaan pada Senin (12/5).
Selama persidangan, Diddy terlihat tenang, mengenakan sweter abu-abu dan menyilangkan tangan. Sementara itu, Ventura yang mengenakan gaun cokelat dan mantel camel, tampak menahan tangis saat memberikan kesaksian grafis mengenai pesta-pesta yang ia sebut sebagai pengalaman traumatis.
Ventura mengatakan, ia pertama kali ikut dalam pesta tersebut pada usia 22 tahun. Beberapa peserta pria dibayar antara 1.500 hingga 6.000 dolar AS, termasuk satu yang dijuluki “The Punisher”. Meski tidak ingin terlibat, ia mengaku takut memicu kemarahan Diddy.
“Saya jatuh cinta dengan dia, tapi orang yang saya kenal sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanya pandangan mata gelap dan kekerasan,” kata Ventura.
Lanjutan Persidangan
Ventura akan melanjutkan kesaksiannya pada Rabu ini. Pihak jaksa diperkirakan akan memanggil dua hingga tiga perempuan lain yang mengaku pernah mengalami hal serupa. Selain itu, mantan pegawai Diddy juga dituding terlibat dalam menutupi kejahatannya.
Pada November 2023, Ventura sempat mengajukan gugatan perdata atas pemerkosaan dan kekerasan seksual berulang. Gugatan itu diselesaikan secara damai setelah satu hari.
Kini Ventura telah menikah dengan pelatih kebugaran Alex Fine sejak 2019 dan dikaruniai dua anak perempuan. Saat ini ia tengah mengandung anak ketiga.
Sementara itu, Diddy yang kini ditahan di penjara Brooklyn, belum memberikan pernyataan langsung. Namun dalam pernyataan sebelumnya, ia telah meminta maaf atas tindakannya dalam video CCTV tersebut. Tim kuasa hukumnya menyebut insiden itu terjadi karena pertengkaran soal perselingkuhan.
Persidangan ini diperkirakan akan berlangsung selama dua bulan dan menjadi salah satu kasus paling disorot dalam sejarah hukum hiburan Amerika Serikat.