Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Kebakaran Hutan Kanada Meluas: Ribuan Dievakuasi

badge-check


					Kebakaran Hutan Kanada Meluas: Ribuan Dievakuasi Perbesar

Winnipeg – Otoritas Kanada menyatakan penanganan kebakaran hutan yang terus meluas di provinsi Saskatchewan dan Manitoba akan bertambah sulit beberapa hari ke depan. Cuaca panas dan kering yang diperkirakan akan terjadi akhir pekan ini semakin memperburuk situasi.

Ribuan warga telah dievakuasi dari kedua provinsi tersebut, yang berada di wilayah padang rumput tengah Kanada. Pekan ini, baik Saskatchewan maupun Manitoba telah menetapkan status darurat akibat besarnya kebakaran yang melanda wilayah mereka.

Di Manitoba, kota Flin Flon telah dikosongkan. Hanya petugas pemadam kebakaran dan staf pendukung yang masih berada di lokasi, menghadapi kobaran api yang mengancam permukiman.

“Ini hari yang berat lagi di Manitoba,” kata Pemimpin Manitoba, Wab Kinew, Jumat (30/5/2025). Ia menggambarkan upaya pemadaman dengan pesawat pengebom air yang terbang rendah dan helikopter yang menjatuhkan ember berisi air ke titik api.

Namun, asap tebal yang menyelimuti udara menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. “Semua asap di udara membuat evakuasi jauh lebih sulit,” tambah Kinew.

Ribuan warga dari wilayah utara Manitoba kini mengungsi ke ibu kota provinsi, Winnipeg. Banyak di antara mereka mengalami kelelahan dan stres setelah menempuh perjalanan panjang.

“Provinsi kami di Kanada ini luas. Banyak pengungsi harus menempuh perjalanan semalam, naik pesawat berjam-jam, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat,” ujarnya.

Asap Menyebar hingga Chicago

Dampak kebakaran ini tidak hanya terasa di Kanada. Asap tebal telah memicu peringatan kualitas udara hingga ke Chicago, Amerika Serikat. Para ahli prakiraan cuaca menyebutkan, bau asap bahkan bisa tercium pada Jumat malam di kota tersebut.

Peringatan kualitas udara juga berlaku di beberapa wilayah di Midwest AS, termasuk Michigan, Minnesota, dan Wisconsin, dengan total populasi terdampak mencapai sekitar 22 juta orang.

Otoritas Michigan menyatakan kondisi udara dapat “berbahaya bagi kelompok sensitif”, dan bahkan bisa mencapai tingkat “tidak sehat” dalam waktu singkat. Di Minnesota utara, warga telah menerima peringatan bahwa kualitas udara bisa memburuk hingga tidak aman bagi seluruh kelompok masyarakat.

Kondisi Ekstrem di Saskatchewan

Di Saskatchewan, sebanyak 15 titik api terpantau aktif pada Jumat. Tujuh di antaranya belum terkendali. Badan Pemadam Kebakaran Antaragen Kanada (CIFFC) mengklasifikasikan kondisi di wilayah ini sebagai ekstrem.

Pihak berwenang telah mengevakuasi 16 komunitas. Militer Kanada dikerahkan untuk membantu evakuasi masyarakat adat First Nations di komunitas Pukatawagan pada Kamis malam.

Untuk memperkuat barisan petugas, sekitar 125 pemadam kebakaran dari Amerika Serikat dan tim internasional lainnya dikirim ke Kanada.

Cuaca Tak Bersahabat

Ahli meteorologi dari Environment and Climate Change Canada, Danielle Desjardins, menyebutkan cuaca di akhir pekan ini belum membawa harapan. Suhu tinggi dan kelembapan rendah masih akan bertahan. Meski ada potensi datangnya front dingin di Saskatchewan, jalur hujan diperkirakan tidak menyentuh area terdampak kebakaran.

“Masalahnya, front dingin ini juga membawa angin kencang,” kata Desjardins. Kombinasi antara angin, panas, dan kekeringan menciptakan kondisi ideal untuk penyebaran api.

Ia menyebutkan, Saskatchewan mengalami kekeringan ekstrem sejak Maret, dengan suhu yang tidak biasa pada bulan Mei, bahkan mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.

Dampak Jangka Panjang dan Isu Perubahan Iklim

Sejumlah pihak khawatir asap kebakaran dapat berdampak pada perhelatan KTT G7 yang akan berlangsung pertengahan Juni di Alberta. Saat ini, provinsi tersebut juga menghadapi 50 kebakaran, tujuh di antaranya berkategori membahayakan infrastruktur atau warga.

Tahun lalu, Kanada mencatat musim kebakaran terburuk dalam sejarah, dengan lebih dari 17 juta hektar lahan terbakar — dua kali lipat rekor sebelumnya. Meski saat itu provinsi Alberta, British Columbia, dan Quebec paling terdampak, tahun ini Saskatchewan dan Manitoba menjadi pusat perhatian.

Para ilmuwan menekankan bahwa meskipun sulit mengetahui penyebab pasti kebakaran, perubahan iklim memperbesar kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem yang memicu kebakaran hebat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional