Oklahoma City – Tyrese Haliburton dan Indiana Pacers kembali menunjukkan mental baja mereka di panggung tertinggi NBA. Bermain di Paycom Center, Oklahoma City, Jumat (6/6/2025) pagi WIB, Pacers bangkit dari ketertinggalan 15 poin di kuarter keempat dan mencuri kemenangan 111-110 atas tuan rumah Thunder di game 1 Final NBA.
Haliburton memastikan kemenangan dramatis Pacers lewat tembakan jarak menengah sejauh 21 kaki dengan sisa waktu hanya 0,3 detik. Itu merupakan satu-satunya keunggulan Pacers sepanjang pertandingan—dan cukup untuk membawa mereka memimpin seri 1-0.
“Main basket itu menyenangkan,” ujar Haliburton usai laga. “Tapi menang, itu yang paling menyenangkan.”
Padahal sepanjang laga, Pacers seperti kesulitan menemukan ritme permainan. Mereka mencatat 25 kali turn over dan sempat kewalahan menghadapi Shai Gilgeous-Alexander, MVP NBA 2025 yang mencetak 38 poin untuk Thunder.
Namun, sebagaimana telah mereka tunjukkan sepanjang playoff, Pacers kembali memperlihatkan keajaiban di detik-detik terakhir.
Spesialis Comeback
Haliburton, yang kini dijuluki “Mr. Big Shot” versi baru, telah beberapa kali menjadi penentu di saat-saat genting:
- 29 April: Indiana tertinggal 111-118 melawan Milwaukee di sisa 34 detik perpanjangan waktu. Haliburton mencetak poin penentu dengan 1,4 detik tersisa. Indiana menang 119-118.
- 6 Mei: Tertinggal 112-119 dari Cleveland di sisa 48 detik. Haliburton mencetak poin kemenangan di sisa 1,1 detik. Indiana menang 120-119.
- 21 Mei: Lawan New York, tertinggal 112-121 di sisa 51 detik. Haliburton menyamakan skor di akhir waktu normal dan membawa Pacers menang 138-135 di overtime.
Kini, kejutan itu terjadi di Final NBA.
“Kami sudah sering berada di situasi seperti ini,” ujar Pelatih Pacers Rick Carlisle, yang juga pernah mengarsiteki comeback serupa saat membawa Dallas Mavericks menaklukkan Miami Heat pada Final 2011.
Keajaiban di Kuarter Keempat
Dalam keadaan tertinggal 84-99 di awal kuarter empat, Carlisle mengambil keputusan ekstrem dengan mengganti seluruh lima pemain di lapangan. Alhasil, strategi itu terbukti efektif. Pacers mencetak 15 poin dan hanya kebobolan 4 dalam 3 menit 26 detik, memangkas selisih menjadi 94-98 lewat tembakan tiga angka Myles Turner.
Secara keseluruhan, Pascal Siakam memimpin Pacers dengan 19 poin, diikuti Obi Toppin (17), Turner (15), dan Haliburton serta Andrew Nembhard yang masing-masing menyumbang 14 poin.
Sementara itu, Jalen Williams mencetak 17 poin dan Lu Dort menambah 15 poin untuk Thunder, yang musim ini memiliki rekor kandang hampir sempurna: 36-1 saat unggul 15 poin.
“Mereka terus bermain, terus melawan. Itu tim dengan semangat luar biasa,” puji Pelatih Thunder Mark Daigneault.
Game 2 Final NBA akan kembali digelar di Oklahoma City pada Minggu malam waktu setempat atau Senin pagi WIB.
Catatan Seri:
- Game 1: Pacers menang (1 – 0)