Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Tiga Tewas, Puluhan Terluka dalam Serangan Udara Rusia ke Kyiv

badge-check


					Api dan asap mengepul setelah serangan drone Rusia, di Kyiv, Ukraina, 6 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gleb Garanich) Perbesar

Api dan asap mengepul setelah serangan drone Rusia, di Kyiv, Ukraina, 6 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gleb Garanich)

Kyiv – Tiga orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan udara skala besar yang dilancarkan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan sejumlah kota lain, Jumat (6/6/2025) dini hari waktu setempat.

Pemerintah Ukraina menyebut serangan itu sebagai respons terhadap hancurnya beberapa pesawat pembom strategis Rusia. Pesawat-pesawat tersebut terkena serangan drone Ukraina sebelumnya yang menyasar pangkalan udara di wilayah Rusia.

“Rusia ‘membalas’ kehancuran pesawatnya dengan menyerang warga sipil Ukraina,” kata Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko. Ia menyebut bahwa tiga korban jiwa adalah petugas tanggap darurat yang menjadi korban saat bertugas di lokasi serangan.

Menurut pernyataan militer Ukraina, Rusia meluncurkan total 407 drone serta 45 rudal jelajah dan balistik. Ini menjadi salah satu serangan dengan jumlah perangkat tempur terbanyak sepanjang perang berlangsung sejak Februari 2022.

Serangan Balasan

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa serangan itu ditujukan ke sasaran militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan militer sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai “aksi teroris” Ukraina di wilayah Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa serangan itu melukai sedikitnya 49 orang di berbagai wilayah. Ia kembali meminta negara-negara Barat untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow.

“Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan justru memberi waktu bagi perang untuk terus merenggut nyawa, maka itu adalah bentuk keterlibatan dan harus bertanggung jawab,” kata Zelensky dalam unggahan di platform X.

Infrastruktur Rusak, Warga Berlindung

Serangan tersebut juga merusak sejumlah infrastruktur penting. Sistem transportasi metro di Kyiv terganggu akibat salah satu serangan yang menghantam rel kereta antarstasiun. Perusahaan kereta nasional Ukraina juga mengalihkan jalur beberapa kereta akibat kerusakan rel di luar kota.

Beberapa warga Kyiv bahkan terlihat berlindung di stasiun bawah tanah dan parkir basement.

Di distrik Solomianskyi, sebuah drone Rusia menghantam sisi gedung apartemen dan menyebabkan lubang besar serta bekas terbakar. Pecahan beton yang jatuh menghancurkan mobil-mobil yang terparkir di bawah.

Di kota Ternopil, Ukraina barat, serangan menyebabkan gangguan pada fasilitas industri dan jaringan listrik. Wali Kota Serhii Nadal menyebut sebagian wilayah kota mengalami pemadaman. Dia juga meminta warga tidak keluar rumah karena konsentrasi zat berbahaya di udara akibat kebakaran.

Di kota Lutsk, 15 orang terluka dalam serangan yang merusak rumah warga, sekolah, serta gedung pemerintahan.

Ukraina Klaim Serangan Balasan

Militer Ukraina mengklaim telah melancarkan serangan pre-emptive ke pangkalan udara Engels dan Dyagilevo di wilayah Saratov dan Ryazan, Rusia, serta menghancurkan tiga reservoir bahan bakar.

Serangan itu mengikuti aksi intelijen Ukraina yang berhasil menghancurkan beberapa pesawat pembom Rusia menggunakan drone quadcopter yang disembunyikan dalam kotak kayu, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan langsung niat untuk membalas serangan Ukraina ke pangkalan militer Rusia melalui percakapan telepon yang berlangsung Rabu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional