Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Tiga Tewas, Puluhan Terluka dalam Serangan Udara Rusia ke Kyiv

badge-check


					Api dan asap mengepul setelah serangan drone Rusia, di Kyiv, Ukraina, 6 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gleb Garanich) Perbesar

Api dan asap mengepul setelah serangan drone Rusia, di Kyiv, Ukraina, 6 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gleb Garanich)

Kyiv – Tiga orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan udara skala besar yang dilancarkan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv, dan sejumlah kota lain, Jumat (6/6/2025) dini hari waktu setempat.

Pemerintah Ukraina menyebut serangan itu sebagai respons terhadap hancurnya beberapa pesawat pembom strategis Rusia. Pesawat-pesawat tersebut terkena serangan drone Ukraina sebelumnya yang menyasar pangkalan udara di wilayah Rusia.

“Rusia ‘membalas’ kehancuran pesawatnya dengan menyerang warga sipil Ukraina,” kata Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko. Ia menyebut bahwa tiga korban jiwa adalah petugas tanggap darurat yang menjadi korban saat bertugas di lokasi serangan.

Menurut pernyataan militer Ukraina, Rusia meluncurkan total 407 drone serta 45 rudal jelajah dan balistik. Ini menjadi salah satu serangan dengan jumlah perangkat tempur terbanyak sepanjang perang berlangsung sejak Februari 2022.

Serangan Balasan

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa serangan itu ditujukan ke sasaran militer dan infrastruktur yang berkaitan dengan militer sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai “aksi teroris” Ukraina di wilayah Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa serangan itu melukai sedikitnya 49 orang di berbagai wilayah. Ia kembali meminta negara-negara Barat untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow.

“Jika seseorang tidak memberikan tekanan dan justru memberi waktu bagi perang untuk terus merenggut nyawa, maka itu adalah bentuk keterlibatan dan harus bertanggung jawab,” kata Zelensky dalam unggahan di platform X.

Infrastruktur Rusak, Warga Berlindung

Serangan tersebut juga merusak sejumlah infrastruktur penting. Sistem transportasi metro di Kyiv terganggu akibat salah satu serangan yang menghantam rel kereta antarstasiun. Perusahaan kereta nasional Ukraina juga mengalihkan jalur beberapa kereta akibat kerusakan rel di luar kota.

Beberapa warga Kyiv bahkan terlihat berlindung di stasiun bawah tanah dan parkir basement.

Di distrik Solomianskyi, sebuah drone Rusia menghantam sisi gedung apartemen dan menyebabkan lubang besar serta bekas terbakar. Pecahan beton yang jatuh menghancurkan mobil-mobil yang terparkir di bawah.

Di kota Ternopil, Ukraina barat, serangan menyebabkan gangguan pada fasilitas industri dan jaringan listrik. Wali Kota Serhii Nadal menyebut sebagian wilayah kota mengalami pemadaman. Dia juga meminta warga tidak keluar rumah karena konsentrasi zat berbahaya di udara akibat kebakaran.

Di kota Lutsk, 15 orang terluka dalam serangan yang merusak rumah warga, sekolah, serta gedung pemerintahan.

Ukraina Klaim Serangan Balasan

Militer Ukraina mengklaim telah melancarkan serangan pre-emptive ke pangkalan udara Engels dan Dyagilevo di wilayah Saratov dan Ryazan, Rusia, serta menghancurkan tiga reservoir bahan bakar.

Serangan itu mengikuti aksi intelijen Ukraina yang berhasil menghancurkan beberapa pesawat pembom Rusia menggunakan drone quadcopter yang disembunyikan dalam kotak kayu, akhir pekan lalu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan langsung niat untuk membalas serangan Ukraina ke pangkalan militer Rusia melalui percakapan telepon yang berlangsung Rabu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional