Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Trump Ancam Elon Musk Jika Dukung Demokrat

badge-check


					Donald Trump dan Elon Musk saat kampanye di Pennsylvania bulan Oktober 2024. (foto: AP/Alex Brandon) Perbesar

Donald Trump dan Elon Musk saat kampanye di Pennsylvania bulan Oktober 2024. (foto: AP/Alex Brandon)

Bridgewater – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak berniat memperbaiki hubungan dengan CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, yang sebelumnya dikenal sebagai sekutu politik dan penyandang dana kampanyenya.

Dalam wawancara telepon dengan NBC yang disiarkan Sabtu (7/6/2025), Trump mengatakan hubungannya dengan Musk kemungkinan telah berakhir. “Saya rasa begitu, ya,” ujar Trump ketika ditanya apakah hubungannya dengan Musk masih bisa diselamatkan. “Saya terlalu sibuk dengan hal lain.”

Trump juga mengklaim bahwa dirinya telah banyak membantu Musk selama masa jabatan pertamanya. “Saya menyelamatkan hidupnya pada masa pemerintahan saya yang pertama. Saya tak berniat berbicara dengannya lagi,” ucapnya.

Peringatan Politik

Ketegangan antara kedua tokoh semakin memanas setelah muncul spekulasi bahwa Musk mungkin mendukung politisi Demokrat dalam pemilu sela 2026. Trump menanggapi isu tersebut dengan nada ancaman.

“Jika dia melakukan itu, akan ada konsekuensi serius,” tegas Trump. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut bentuk konsekuensi tersebut. Diketahui, perusahaan-perusahaan milik Musk memiliki banyak kontrak bernilai besar dengan pemerintah federal.

Pernyataan Trump itu memperlihatkan pergeseran posisi Musk dari sekutu dekat menjadi potensi musuh politik, seiring sikap Trump yang dikenal keras terhadap pihak-pihak yang dianggap mengkritik atau mengkhianatinya.

Kritik Terhadap RUU dan Tuduhan Pribadi

Perseteruan ini berawal dari kritik Musk terhadap rancangan undang-undang andalan pemerintahan Trump yang tengah dibahas di Kongres. Musk menyebut RUU tersebut sebagai “aib menjijikkan” yang akan menambah defisit anggaran.

Perselisihan itu segera berkembang menjadi perang di media sosial. Musk bahkan sempat menyarankan agar Trump dimakzulkan, dan mengklaim—tanpa bukti—bahwa pemerintah menutupi informasi terkait hubungan Trump dengan Jeffrey Epstein, terpidana kasus kejahatan seksual.

Beberapa unggahan Musk soal Epstein telah dihapus pada Sabtu pagi, namun jejak digitalnya memicu kehebohan politik.

Respons dari Orang Dekat Trump

Wakil Presiden JD Vance berusaha meredam ketegangan tersebut. Dalam wawancara dengan komedian Theo Von, Vance menyebut Musk telah melakukan “kesalahan besar,” dan menyebut sang miliarder sebagai sosok “emosional.”

“Saya harap Elon bisa kembali ke jalur yang benar. Mungkin itu sudah terlambat karena dia sudah bertindak terlalu jauh,” kata Vance. Meski demikian, ia menyebut Musk sebagai “pengusaha luar biasa” dan memuji perannya dalam efisiensi birokrasi pemerintah.

Terkait tuduhan Epstein, Vance membela Trump. “Itu tidak benar. Presiden tidak melakukan kesalahan,” ujarnya.

RUU yang Jadi Sumber Konflik

Vance juga membela isi RUU yang dikritik Musk. Menurutnya, tujuan utama rancangan undang-undang tersebut adalah memperpanjang pemotongan pajak tahun 2017 yang dilakukan pada masa jabatan pertama Trump.

Namun, laporan dari Congressional Budget Office menyebut RUU itu dapat menyebabkan sekitar 10,9 juta orang kehilangan asuransi kesehatan, serta menambah defisit sebesar 2,4 triliun dolar AS dalam 10 tahun ke depan.

“RUU ini bagus, meski tidak sempurna,” ujar Vance.

Wawancara tersebut dilakukan di Nashville, Tennessee, di sebuah restoran milik musisi Kid Rock, yang dikenal sebagai pendukung setia Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional