Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Iran Ancam Serang Amerika Serikat Jika Diserang Lagi

badge-check


					Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berpidato di televisi, setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel, di Teheran, Iran, pada 26 Juni 2025. (foto: WANA) Perbesar

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, berpidato di televisi, setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel, di Teheran, Iran, pada 26 Juni 2025. (foto: WANA)

Teheran – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ancam akan balas serang Amerika Serikat di masa depan dengan menggempur pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Khamenei menyampaikan peringatan tersebut dalam pidato televisi pertamanya setelah tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Israel.

Dalam rekaman pidato yang tayang pada Kamis (26/6/2025) malam waktu setempat, Khamenei yang berusia 86 tahun mengklaim kemenangan setelah 12 hari perang. Konflik tersebut memuncak dengan serangan Iran terhadap pangkalan militer AS terbesar di kawasan, yang terletak di Qatar.

“Republik Islam telah menampar wajah Amerika. Kami menyerang salah satu pangkalan penting milik mereka,” kata Khamenei dengan nada tegas.

Seperti dalam pernyataan sebelumnya yang disampaikan lebih dari sepekan lalu, Khamenei berbicara dari lokasi yang dirahasiakan, berdiri di depan tirai coklat, diapit oleh bendera Iran dan potret pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Tidak Akan Menyerah

Khamenei menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah tunduk kepada tekanan Amerika Serikat, termasuk desakan Presiden AS Donald Trump.

“Presiden AS itu telah menunjukkan wajah aslinya. Ia takkan puas sebelum kami menyerah sepenuhnya… Tapi hal itu tidak akan pernah terjadi,” ujar Khamenei.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan Iran untuk menyerang pusat-pusat militer penting milik AS di kawasan adalah peristiwa besar yang bisa saja diulang di masa depan.

“Kami bisa ulangi kejadian ini kapan saja, bila kami diserang,” tambahnya.

Klaim dan Bantahan Serangan Nuklir

Pernyataan Khamenei muncul sehari setelah Presiden Trump menyatakan bahwa AS tidak akan ragu melancarkan serangan baru jika Iran membangun kembali program pengayaan uranium-nya.

Sementara itu, Khamenei menampik klaim keberhasilan AS dalam menyerang fasilitas nuklir Iran. Ia mengatakan bahwa serangan tersebut tidak menghasilkan capaian strategis bagi Washington.

“Amerika tidak meraih apa pun. Mereka masuk perang hanya untuk menyelamatkan rezim Zionis,” ujarnya, merujuk pada Israel.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa bom seberat 30.000 pon milik AS telah “menghancurkan” program nuklir Iran. Namun, menurut sumber-sumber internal intelijen AS, penilaian awal menunjukkan bahwa klaim tersebut belum sepenuhnya akurat.

Saling Klaim Kemenangan

Perang singkat antara Iran dan Israel yang baru saja berakhir dengan gencatan senjata masih menyisakan narasi kemenangan dari kedua pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa lalu juga menyatakan “kemenangan bersejarah.” Dia juga menyebut bahwa Israel telah berhasil menghapus ancaman nuklir dan rudal balistik dari Teheran.

Beberapa saat setelah pidato Khamenei disiarkan, Netanyahu memublikasikan pesan di media sosial dengan gambar dirinya bersama Trump dan tulisan: “Kami akan terus bekerja sama untuk mengalahkan musuh bersama kami.”

Meskipun ketegangan tampak mereda, ancaman Khamenei menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah tetap berada dalam ketidakpastian, di tengah upaya gencatan senjata yang masih rapuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional