Jakarta – Euforia tengah menyelimuti Brasil seiring kiprah luar biasa empat wakilnya di Piala Dunia Antarklub 2025. Botafogo, Flamengo, Fluminense, dan Palmeiras sukses melaju ke babak 16 besar, membuat atmosfer di negeri samba menyerupai pesta nasional.
“Setiap halte bus, setiap dispenser air… semua orang membicarakannya. Ini benar-benar heboh,” ujar pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, dari Rio de Janeiro. “Piala Dunia Antarklub kali ini seperti mimpi yang jadi kenyataan bagi para penggemar Brasil.”
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat ini memang dijalankan dengan jadwal tak biasa bagi pemirsa Eropa—beberapa laga dimulai pukul 02.00 BST—namun di Brasil, antusiasme justru membuncah.
Kiprah Luar Biasa Wakil Brasil
Keempat tim asal Brasil tampil meyakinkan di fase grup. Botafogo menundukkan juara Liga Champions Eropa, Paris Saint-Germain. Flamengo membalikkan ketertinggalan menjadi kemenangan 3-1 atas Chelsea. Fluminense menahan imbang Borussia Dortmund, sementara Palmeiras tak kalah impresif dengan hasil positif kontra Porto.
“Tak banyak yang menyangka keempat tim bisa lolos. Ini jadi momen untuk menunjukkan bahwa tim-tim Brasil cukup kuat untuk berada di puncak dunia,” kata jurnalis olahraga Brasil, Renata Mendonca.
Brasil belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia Antarklub sejak Corinthians melakukannya pada 2012. Kini, harapan kembali menyala.
Faktor Kejutan Brasil
Banyak tim besar seperti Atletico Madrid, Porto, bahkan dua raksasa Argentina—Boca Juniors dan River Plate—harus pulang lebih awal. Sebaliknya, klub-klub Brasil tampil segar, agresif, dan terorganisir.
Palmeiras dan Botafogo akan saling bertarung dalam laga sesama wakil Brasil di babak 16 besar pada Sabtu waktu Philadelphia, menjamin satu tempat di perempat final. Sementara itu, Flamengo akan menghadapi Bayern Munich dan Fluminense bertemu Inter Milan.
“Turnamen ini jadi prioritas bagi tim-tim Brasil. Mereka mempersiapkan diri layaknya atlet olimpiade yang ingin mencapai puncaknya di momen ini,” lanjut Vickery.
Cuaca juga menjadi faktor pembeda. Sementara pelatih-pelatih Eropa seperti Enzo Maresca (Chelsea) dan Pep Guardiola (Manchester City) mengeluhkan suhu yang mencapai 37°C, pemain Brasil justru terbiasa.
“Kami sudah terbiasa dengan cuaca seperti ini. Semoga ini jadi keuntungan bagi kami,” kata Vitinho, bek Botafogo yang pernah memperkuat Burnley.
Momentum yang Pas untuk Brasil
Berbeda dengan tim Eropa yang datang setelah musim panjang, klub Brasil justru berada di tengah musim kompetisi domestik mereka. Hasilnya, kondisi fisik pemain terlihat lebih prima.
“Flamengo datang di pertengahan musim, sedang dalam performa puncak,” ujar Vickery. “Sementara klub-klub Eropa datang di akhir musim, atau bahkan di masa pra-musim.”
Hal lain yang memengaruhi performa cemerlang ini adalah meningkatnya kualitas kompetisi domestik Brasil. Kehadiran pelatih asing seperti Abel Ferreira (Palmeiras) dan Renato Paiva (Botafogo), serta terbukanya wacana taktik baru, membuat level permainan naik.
“Bahkan pelatih Flamengo, Filipe Luis, didampingi staf pelatih asal Spanyol. Ini sesuatu yang belum ada beberapa tahun lalu,” tambahnya.
Renata Mendonca menambahkan bahwa klub Brasil kini mampu mempertahankan atau memulangkan pemain bintang. “Flamengo merekrut Jorginho setelah dari Arsenal, Danilo dan Alex Sandro juga datang dari Juventus. Botafogo pun mempertahankan Igor Jesus, yang akan ke Nottingham Forest setelah turnamen ini.”
Apakah Pertanda untuk Timnas Brasil?
Walau klub-klub Brasil bersinar, Vickery mengingatkan agar tidak langsung menyimpulkan ini akan berbanding lurus dengan peluang Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 mendatang.
“Yang justru terlihat adalah kekuatan negara-negara Amerika Selatan lainnya seperti Kolombia dan Uruguay,” jelasnya.
Banyak pemain kunci di tim Brasil saat ini berasal dari negara lain. Misalnya Richard Rios dan Jhon Arias (Kolombia), Gustavo Gomez (Paraguay), hingga Jefferson Savarino (Venezuela).
“Sepak bola Brasil sekarang memperlakukan negara tetangganya seperti Eropa memperlakukan Brasil—tempat mencari talenta.”
Profil Singkat Keempat Klub
Flamengo: Juara Copa Libertadores 2022 dan tampil dominan di liga domestik. Mengalahkan Chelsea 3-1 dan menjadi juara grup.
Fluminense: Juara Copa Libertadores 2023. Hampir terdegradasi musim lalu, kini bangkit dengan pemain veteran seperti Thiago Silva dan kiper Fabio (44 tahun).
Palmeiras: Klub tersukses di Brasil dengan 57 trofi. Diperkuat wonderkid Estevao (18) yang akan ke Chelsea setelah turnamen ini.
Botafogo: Juara Copa Libertadores dan liga Brasil 2024. Mengejutkan banyak pihak dengan kemenangan atas PSG. Dimiliki pengusaha Amerika, John Textor.