Venesia – Gelombang unjuk rasa mewarnai pernikahan mewah pendiri Amazon, Jeff Bezos, dan tunangannya Lauren Sánchez di kota bersejarah Venesia, Italia, akhir pekan ini. Di balik gemerlap pesta selebritas dan indahnya latar kanal-kanal kota, warga setempat menyuarakan keresahan atas dampak sosial dan lingkungan dari turisme masif yang mereka anggap kian mengasingkan masyarakat lokal.
Dengan membawa spanduk bertuliskan “No Space for Bezos” dan “Kisses Yes, Bezos No”, sekitar seribu aktivis dan warga berbaris dari stasiun kereta api utama menuju Jembatan Rialto.
“Pernikahan ini memperjelas betapa Venesia kini diperlakukan bak panggung atau taman bermain eksklusif,” ujar Tommaso Cacciari, juru bicara gerakan No Space for Bezos. “Kami menolak kota kami hanya menjadi latar belakang kekayaan yang lahir dari eksploitasi.”
Pesta puncak pernikahan yang semula direncanakan berlangsung di kawasan pusat kota akhirnya dipindahkan ke lokasi yang lebih terpencil di sisi timur laguna. Pemindahan ini diduga akibat meningkatnya tekanan dari aksi protes dan kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan.
Kontras: Ekonomi vs Ekologi
Sementara para aktivis mengkritik peran Bezos dalam “menyulut ketimpangan”, pejabat lokal dan pelaku usaha justru menyambut hajatan megabintang itu sebagai berkah ekonomi. “Kita seharusnya bangga,” kata Gubernur Veneto, Luca Zaia, menekankan kontribusi acara tersebut terhadap promosi global dan pendapatan daerah.
Bezos dan Sánchez memang telah menyumbangkan masing-masing 1 juta euro kepada tiga lembaga lokal, termasuk CORILA dan kantor UNESCO setempat. Namun, bagi banyak warga seperti Alice Bazzoli, mahasiswa 24 tahun, langkah itu tak cukup menebus dampak ekologis dari kedatangan para tamu yang menggunakan jet pribadi dan kapal mewah.
“Ini kemunafikan kelas atas,” ujarnya tajam. “Bezos bilang peduli, tapi jejak karbon pesta ini sangat masif.”
Kota yang Kehilangan Penduduk
Kritik terhadap turisme elit bukan hal baru di Venesia. Sebelumnya, penghuni kota ini berjumlah lebih dari 100.000 jiwa, kini hanya memiliki kurang dari 50.000 penduduk tetap. Sebagian besar penyebabnya adalah tingginya biaya hidup. Harga sewa melonjak, akomodasi terbaik lebih banyak tersedia untuk wisatawan daripada warga lokal.
Andrea Segre, sutradara asal Venesia, menyoroti dampaknya terhadap keberagaman sosial. “Generasi muda, mereka yang ingin berkeluarga, tak mampu tinggal di sini,” katanya. “Venesia kehilangan denyut sosialnya.”
Sosok Bezos dan Hubungan Politik
Kemarahan terhadap Bezos tidak hanya bersumber dari kekayaannya yang mencolok. Kritik terhadap pendiri Amazon ini juga karena hubungan dekatnya dengan Presiden AS Donald Trump. Putri Trump, Ivanka, dan suaminya Jared Kushner bahkan hadir dalam pernikahan tersebut.
“Bezos adalah simbol kekayaan absolut yang dibangun di atas eksploitasi,” ujar Giulia Cacopardo, mahasiswa 28 tahun, yang turut berdemo. “Saya akan tetap memprotes walau dia datang naik perahu biasa tanpa pesta mewah.”
Amazon sendiri telah menghadapi sejumlah pemogokan dan penyelidikan pajak di Italia. Pada Februari lalu, Reuters melaporkan jaksa Italia tengah menyelidiki dugaan penggelapan pajak senilai 1,2 miliar euro yang melibatkan perusahaan raksasa tersebut.
Simbol Ketegangan Global
Pernikahan selebriti memang bukan hal asing bagi Venesia—dari George Clooney hingga keluarga bangsawan. Namun, pesta Bezos dianggap mencerminkan ketegangan global antara kekayaan ekstrem dan hak warga kota.
“Ini bukan hanya tentang Bezos,” ujar Cacciari. “Ini tentang siapa yang berhak atas kota kami.”