Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Atasi Overtourism, Cannes Batasi Kapal Pesiar Besar Mulai 2026

badge-check


					Atasi Overtourism, Cannes Batasi Kapal Pesiar Besar Mulai 2026 Perbesar

Paris – Kota Cannes di French Riviera akan batasi kapal pesiar mulai tahun depan, sebagai bagian dari upaya mengatasi dampak overtourism. Dewan kota setempat memutuskan melarang kapal pesiar dengan kapasitas lebih dari 1.000 orang untuk bersandar di pelabuhan Cannes mulai 1 Januari 2026.

Pemerintah Kota Cannes mengambil langkah ini di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas dampak pariwisata massal terhadap lingkungan dan kualitas hidup warga lokal. Fenomena overtourism juga mencuat dalam beberapa pekan terakhir, seperti demonstrasi pistol air di Spanyol, aksi mogok mendadak di Museum Louvre Paris, hingga protes publik terhadap pernikahan mewah Jeff Bezos dan Lauren Sanchez di Venesia.

Dewan Kota Cannes menyatakan, kebijakan ini bertujuan menjadikan kota lebih “tidak padat, tidak besar, tidak mencemari, dan lebih estetis.” Selain melarang kapal besar, kota juga akan membatasi jumlah total wisatawan kapal pesiar yang turun setiap hari maksimal 6.000 orang. Kapal besar yang tetap ingin berkunjung harus menggunakan kapal kecil untuk mengangkut penumpang ke daratan.

“Cannes telah menjadi tujuan penting bagi kapal pesiar, dengan manfaat ekonomi yang nyata,” ujar Wali Kota Cannes, David Lisnard. “Namun ini bukan soal melarang, melainkan mengatur, menata, dan memberi panduan soal navigasi mereka.”

Prancis Menjadi Destinasi Wisata Utama di Eropa

Prancis merupakan negara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Eropa. Tahun lalu, sekitar 100 juta turis datang ke negara itu—angka yang bahkan melampaui jumlah penduduknya. Kini, negara ini berada di garis depan dalam menyeimbangkan antara keuntungan ekonomi dari sektor wisata dan perlindungan lingkungan.

Meskipun begitu, sejumlah operator kapal pesiar mengkritik kebijakan semacam ini karena dianggap merugikan destinasi dan penumpang. Dua kapal besar dijadwalkan tiba di Cannes pada Minggu ini, dengan kapasitas gabungan lebih dari 7.000 orang. Namun pihak operator belum memberikan tanggapan atas regulasi baru tersebut.

Kota tetangga, Nice, juga telah mengumumkan pembatasan terhadap kapal pesiar sebelumnya. Sebagaimana dengan sejumlah kota Eropa lain yang juga bergerak menanggapi ledakan pariwisata global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional