Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Elon Musk Bentuk Partai Baru Bernama America Party, Tantang Sistem Dua Partai AS

badge-check


					(foto: Getty Images) Perbesar

(foto: Getty Images)

Washington – Elon Musk secara mengejutkan mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat, yang bernama America Party. Miliarder teknologi itu menyampaikannya melalui akun pribadinya di platform media sosial X pada Sabtu (6/7/2025) waktu setempat.

Langkah ini muncul hanya beberapa pekan setelah hubungan Musk dengan mantan Presiden AS Donald Trump memburuk secara dramatis. Terkenal sebagai salah satu pendukung utama Trump dalam pemilu 2024, Elon Musk kini mengambil jalur politik yang berbeda. Ia mulai menantang sistem dua partai yang telah lama mendominasi politik Amerika Serikat, yaitu Partai Republik dan Partai Demokrat.

“Ketika menyangkut membangkrutkan negara kita dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk dalam unggahannya. “Hari ini, America Party dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda.”

Belum Terdaftar Resmi

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari Komisi Pemilihan Federal (FEC) mengenai pendaftaran resmi America Party. Musk pun belum mengumumkan struktur kepengurusan, calon pemimpin partai, atau arah kebijakan spesifik dari partai barunya tersebut.

Sebelumnya, selama perseteruannya dengan Trump pada Mei lalu, Musk sempat melakukan jajak pendapat daring di platform X, menanyakan kepada para penggunanya apakah Amerika Serikat membutuhkan partai politik baru. Ia mengklaim bahwa hasil polling itu menunjukkan mayoritas pengguna mendukung ide tersebut, dengan perbandingan suara 2:1.

Dari Pendukung Setia ke Kritikus Tajam

Musk sebelumnya merupakan figur sentral dalam kampanye Trump untuk kembali menjabat pada 2024. Musk bahkan menggelontorkan dana sebesar 250 juta dolar AS guna mendukung kampanye tersebut. Setelah Pemilu, ia kemudian menjadi kepala Department of Government Efficiency (DOGE), unit khusus dalam pemerintahan Trump yang bertugas memangkas anggaran federal.

Namun, hubungan keduanya mulai merenggang ketika Musk memutuskan mundur dari jabatannya pada Mei lalu dan secara terbuka mengkritik kebijakan pajak dan pengeluaran Trump. Kritik Musk terpusat pada Undang-undang yang baru saja disahkan minggu ini. Sebuah UU yang mencakup pemangkasan pajak dan pengeluaran pemerintah dalam skala besar. Musk menilai UU tersebut akan menambah defisit anggaran AS lebih dari 3 triliun dolar dalam satu dekade mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional