Washington – Elon Musk secara mengejutkan mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat, yang bernama America Party. Miliarder teknologi itu menyampaikannya melalui akun pribadinya di platform media sosial X pada Sabtu (6/7/2025) waktu setempat.
Langkah ini muncul hanya beberapa pekan setelah hubungan Musk dengan mantan Presiden AS Donald Trump memburuk secara dramatis. Terkenal sebagai salah satu pendukung utama Trump dalam pemilu 2024, Elon Musk kini mengambil jalur politik yang berbeda. Ia mulai menantang sistem dua partai yang telah lama mendominasi politik Amerika Serikat, yaitu Partai Republik dan Partai Demokrat.
“Ketika menyangkut membangkrutkan negara kita dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk dalam unggahannya. “Hari ini, America Party dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda.”
Belum Terdaftar Resmi
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari Komisi Pemilihan Federal (FEC) mengenai pendaftaran resmi America Party. Musk pun belum mengumumkan struktur kepengurusan, calon pemimpin partai, atau arah kebijakan spesifik dari partai barunya tersebut.
Sebelumnya, selama perseteruannya dengan Trump pada Mei lalu, Musk sempat melakukan jajak pendapat daring di platform X, menanyakan kepada para penggunanya apakah Amerika Serikat membutuhkan partai politik baru. Ia mengklaim bahwa hasil polling itu menunjukkan mayoritas pengguna mendukung ide tersebut, dengan perbandingan suara 2:1.
Dari Pendukung Setia ke Kritikus Tajam
Musk sebelumnya merupakan figur sentral dalam kampanye Trump untuk kembali menjabat pada 2024. Musk bahkan menggelontorkan dana sebesar 250 juta dolar AS guna mendukung kampanye tersebut. Setelah Pemilu, ia kemudian menjadi kepala Department of Government Efficiency (DOGE), unit khusus dalam pemerintahan Trump yang bertugas memangkas anggaran federal.
Namun, hubungan keduanya mulai merenggang ketika Musk memutuskan mundur dari jabatannya pada Mei lalu dan secara terbuka mengkritik kebijakan pajak dan pengeluaran Trump. Kritik Musk terpusat pada Undang-undang yang baru saja disahkan minggu ini. Sebuah UU yang mencakup pemangkasan pajak dan pengeluaran pemerintah dalam skala besar. Musk menilai UU tersebut akan menambah defisit anggaran AS lebih dari 3 triliun dolar dalam satu dekade mendatang.