Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Kapal Kargo Diserang dan Terbakar di Laut Merah, Diduga Ulah Houthi

badge-check


					Peta Laut Merah. (foto: AP) Perbesar

Peta Laut Merah. (foto: AP)

Dubai – Sebuah kapal berbendera Liberia bernama Magic Seas ditinggalkan oleh awaknya setelah diserang dan terbakar di Laut Merah pada Minggu malam (6/7/2025). Insiden ini menjadi serangan serius pertama terhadap jalur perdagangan strategis tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Kecurigaan langsung mengarah pada kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Mereka selama ini kerap melancarkan serangan terhadap kapal dagang sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas dalam konflik Israel-Palestina.  Meski media milik Houthi telah memberitakan kejadian tersebut, kelompok Houthi belum secara resmi mengklaim serangan. Mereka biasanya membutuhkan waktu beberapa jam, bahkan hari, sebelum mengakui adanya serangan.

Menurut firma keamanan maritim Ambrey, kapal milik Yunani itu awalnya diserang dengan senjata ringan dan granat berpeluncur roket. Serangan kemudian berlanjut dengan dua kapal drone bermuatan bom yang menabrak kapal tersebut. Sementara dua lainnya berhasil dihancurkan oleh tim keamanan bersenjata di atas kapal.

Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi bahwa kapal mengalami kebocoran parah dan awak memutuskan untuk mengevakuasi diri. Insiden itu terjadi sekitar 100 kilometer barat daya pelabuhan Hodeidah, yang berada di bawah kendali Houthi.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan telah mengetahui insiden tersebut namun belum memberikan keterangan lebih lanjut.

Serangan di Tengah Ketegangan Kawasan

Serangan terhadap Magic Seas terjadi di tengah upaya negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta konflik program nuklir Iran. Analis Timur Tengah, Mohammad al-Basha, menyebut serangan ini sebagai “pesan bahwa Houthi masih memiliki kemampuan dan kemauan menyerang target maritim strategis.”

Militer Israel menanggapi situasi dengan mengeluarkan peringatan kepada tiga pelabuhan di bawah kendali Houthi: Hodeidah, Ras Isa, dan Salif. Mereka juga menegaskan bahwa serangan udara akan segera dilancarkan terhadap lokasi-lokasi tersebut.

Jalur Perdagangan Global Terancam

Laut Merah merupakan jalur vital perdagangan global. Jalur laut ini biasanya menjadi jalur bagi pergerakan barang senilai 1 triliun dolar setiap tahunnya. Sejak November 2023 hingga Januari 2025, Houthi telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang, menenggelamkan dua kapal dan menewaskan empat pelaut. Aktivitas pelayaran sempat menurun drastis sebelum kembali meningkat beberapa pekan terakhir.

Menteri Informasi pemerintahan Yaman, Moammar al-Eryani, menuding Iran sebagai dalang di balik serangan ini. Dia menyatakan bahwa Houthi hanyalah “alat dari skema Iran untuk mengganggu stabilitas kawasan dan dunia.”

Ketegangan Regional Semakin Mengkristal

Serangan terhadap Magic Seas menggarisbawahi betapa rentannya Laut Merah terhadap eskalasi konflik bersenjata dan terorisme maritim. Selain Houthi, kawasan ini juga rawan terhadap aksi pembajakan oleh perompak Somalia. Meskipun para perompak umumnya tidak menggunakan kapal drone dalam operasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional