Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Ukraina Jadi Ladang Uji Coba Senjata Baru

badge-check


					Drone Kamikaze buatan Brave1, mampu menghantam sasaran di jarak lebih dari 40 kilometer. (foto: ukrmilitary.com) Perbesar

Drone Kamikaze buatan Brave1, mampu menghantam sasaran di jarak lebih dari 40 kilometer. (foto: ukrmilitary.com)

Wiesbaden, Jerman – Ukraina membuka pintu bagi perusahaan senjata untuk melakukan uji coba langsung teknologi militer terbaru mereka di medan perang melawan Rusia. Brave1, sebuah kelompok investasi dan pengadaan senjata yang mendapat dukungan pemerintah Ukraina, mengumumkan program yang bernama “Test in Ukraine” ini.

Dalam skema ini, perusahaan dapat mengirimkan produk senjata mereka ke Ukraina dan memberikan pelatihan daring kepada pasukan setempat. Setelahnya, mereka menunggu hasil uji lapangan yang dilakukan di garis depan pertempuran dan dilaporkan kembali oleh pasukan Ukraina. Brave1 mengumumkan program ini dalam konferensi pertahanan di Wiesbaden, Jerman, Kamis (17/7/2025).

“Ini memberi kami pemahaman mengenai teknologi yang tersedia, dan memberi perusahaan informasi nyata soal apa yang benar-benar bekerja di medan tempur,” kata Artem Moroz, Kepala Hubungan Investor Brave1.

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan yang telah bergabung, Moroz mengklaim bahwa minat terhadap program ini cukup tinggi. Ia menolak merinci lebih lanjut soal mekanisme operasional atau biaya yang mungkin terlibat.

Brave1 dan Peluang Industri Pertahanan

Lebih dari tiga tahun sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, intensitas konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Moskow terus melancarkan serangan bertubi-tubi di sepanjang garis depan sejauh lebih dari 1.000 kilometer. Mereka juga meningkatkan serangan udara ke kota-kota besar Ukraina.

Untuk menahan laju mesin perang Rusia yang lebih besar dan lebih canggih, Ukraina hanya mengandalkan industri pertahanan dalam negeri. Di mana sebagian besar pembiayaannya berasal dari investor asing.

Brave1, bentukan pemerintah Ukraina pada 2023, berfungsi sebagai platform daring untuk menjembatani investor dan pengembang teknologi militer. Lebih jauh, Brave1 menjadi penghubung langsung antara unit militer dan perusahaan produsen senjata lokal.

“Kami memiliki daftar teknologi prioritas yang ingin kami uji, dan salah satu yang utama adalah sistem pertahanan udara—seperti penangkal drone, sistem berbasis AI, hingga solusi melawan bom berpeluncur,” ujar Moroz.

Selain itu, Ukraina juga memprioritaskan sistem nirawak di perairan, teknologi siluman elektronik di darat, serta sistem kendali tembakan canggih yang dipandu kecerdasan buatan guna meningkatkan akurasi howitzer.

Dengan mengubah medan perangnya menjadi laboratorium teknologi militer, Ukraina berharap dapat mempercepat inovasi sekaligus menambah daya tahan militernya di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional