Brno – Sprint race perdana Tissot di sirkuit Brno langsung menghadirkan drama dan kejutan. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) yang memulai dari pole position pertamanya di musim 2025 sempat memimpin, namun harus merelakan posisi setelah dugaan masalah tekanan ban membuatnya dan rekan setimnya, Marc Marquez, melambat di pertengahan balapan.
Namun, Marquez yang sempat tersalip kembali bangkit dan merebut kemenangan Sprint yang memperlebar keunggulannya di klasemen sementara. Rider bernomor #93 itu menyentuh garis finis lebih dulu di depan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) yang mengisi podium. Ini menjadi momen spesial bagi KTM yang untuk pertama kalinya musim ini menempatkan dua pembalap di tiga besar Sprint.
Duel Awal Penuh Gesekan
Sejak lampu start padam, Bagnaia memimpin, tetapi Marc Marquez langsung menyerang di Tikungan 3 dan mengambil alih. Ketegangan menyelimuti seluruh lapangan: Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) terperosok ke posisi 19 sejak lap pertama, sementara insiden di Lap 2 melibatkan Augusto Fernandez (Yamaha Factory Racing Team) dan Takaaki Nakagami (IDEMITSU Honda LCR) yang sama-sama gagal finis.
Pedro Acosta segera masuk ke posisi tiga di Lap 2, melewati Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP), yang terlibat duel ketat dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing). Di belakang mereka, sang juara dunia Jorge Martin yang baru pulih dari cedera, sudah menembus posisi ketujuh.
Tekanan Ban Mengacaukan Ducati
Drama utama terjadi mulai Lap 4. Bagnaia melambat keluar dari Tikungan 4 dan langsung disalip oleh Acosta, Bastianini, dan Quartararo. Satu lap berselang, giliran Marquez yang kehilangan kecepatan dan memberi jalan kepada Acosta yang untuk pertama kalinya memimpin di Brno.
Kedua pembalap Ducati itu tampak sengaja mengontrol tekanan ban, yang mengindikasikan adanya permasalahan suhu atau strategi pengelolaan tekanan. Namun, begitu stabil, keduanya kembali bersaing di barisan depan. Perebutan kemenangan pun mengerucut antara Acosta, Marquez, Bastianini, dan Quartararo.
Akhir Dramatis: Marquez Bangkit, KTM Bersinar
Dua lap terakhir menjadi ajang pembuktian. Bezzecchi menunjukkan kecepatan khasnya di akhir balapan, melewati Quartararo untuk posisi empat. Di depan, Marquez mengeksekusi manuver krusial di Tikungan 9, menyalip Acosta dalam perebutan posisi pertama—yang akhirnya membawanya menuju kemenangan Sprint keempatnya musim ini.
Podium Acosta menjadi yang pertama sejak Aragon 2024, dan hasil Bastianini sekaligus menjadi podium pertama untuknya tahun ini. KTM pun mengulang sukses di Brno yang dikenal bersahabat dengan motor mereka.
Hasil Lengkap: Jorge Martin di Luar Poin
Bezzecchi harus puas finis keempat, diikuti Quartararo di P5. Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) menyalip Bagnaia di lap terakhir untuk finis keenam, sementara polesitter Pecco hanya bisa finis ketujuh. Johann Zarco (CASTROL Honda LCR) dan Pol Espargaro (Red Bull KTM Tech3) melengkapi zona poin.
Jorge Martin hanya bisa finis ke-11 dalam comeback-nya, di belakang Brad Binder. Sementara itu, Alex Marquez tidak pernah pulih dari start buruknya dan finis ke-17 tanpa poin—kehilangan 12 poin lagi dari Marquez dalam perburuan gelar.
Meskipun kemenangan Marquez sempat dalam investigasi karena tekanan ban, hasil akhirnya dinyatakan sah. Seri utama hari Minggu masih akan jadi penentu penting di tengah persaingan gelar yang kian panas.












