Los Angeles – Setelah Justin Timberlake berhasil menjadikan “Trolls” sebagai panggung karaoke animasi, kini giliran Rihanna yang mencoba peruntungannya di “Smurfs,” versi 2025. Hasilnya? Seperti mengganti topping pizza—tetap adonan yang sama, hanya sausnya beda.
Rihanna memerankan Smurfette, menyumbang satu lagu, dan… ya, itu saja. Sebuah suntikan selebritas yang terasa seperti menaruh glitter di atas kartun yang sudah lama haus inspirasi. Chris Miller (sutradara Puss in Boots, Shrek the Third) yang menyutradarai film ini, tampaknya terlalu nyaman mencontek formula “makhluk warna-warni + musik pop = box office.”
Adegan pembuka menampilkan Papa Smurf sebagai DJ, memutar lagu untuk seisi desa yang bergoyang. Memang, jika Anda merindukan festival EDM berbalut biru, ini mungkin cocok. Tapi bagi yang berharap lebih, “Smurfs” versi 2025 ini mungkin hanya akan terasa seperti playlist lama yang diputar ulang dengan volume lebih besar—tanpa bass tambahan.
Lebih lanjut, di balik suasana meriah itu, muncul pertanyaan lama: siapa sebenarnya para Smurf ini?
Sudah hampir tujuh dekade sejak komikus Belgia, Peyo, memperkenalkan Les Schtroumpfs pada dunia. Bagi banyak orang, kenangan akan para Smurf masih tertanam lewat kartun Sabtu pagi era 1980-an. Sayangnya, film ini tampaknya tidak membawa banyak inovasi, dan lebih terasa seperti nostalgia ringan ketimbang reboot ambisius.
Sinopsis Singkat Film Smurfs
Cerita berpusat pada karakter No Name Smurf (James Corden), satu-satunya Smurf yang belum memiliki identitas atau peran di desa. Ketika ia secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan ajaib, masalah pun mulai bermunculan. Ledakan sihirnya mengungkap lokasi Desa Smurf sekaligus membuka jalan menuju sebuah kitab ajaib. Jika kitab itu dipersatukan dengan tiga lainnya, dunia bisa jatuh ke tangan penyihir jahat.
Ancaman datang dari sosok baru: Razamel, saudara dari Gargamel. Demi menyelamatkan Papa Smurf dan mencegah dominasi dunia, para Smurf harus menjelajah antar-dimensi — dari Paris hingga Australia, bahkan sempat masuk ke dunia animasi claymation.
Film ini mencoba menyisipkan humor dewasa lewat sindiran terhadap Zoom, podcast, dan LinkedIn, namun sayangnya terasa usang dan tak relevan. Munculnya makhluk mirip bola-bola karet bernama Snooter Poots, yang dipimpin oleh Mama Poot (diperankan oleh Natasha Lyonne) pun tak mampu menyelamatkan naskah yang lemah, meski ditulis oleh Pam Brady, penulis Hot Rod dan Team America: World Police.
Lagu Baru Rihanna
Satu momen yang mencolok adalah ketika Rihanna menyanyikan lagu baru dari dalam kantung kanguru. Adegan absurd ini seolah dimaksudkan sebagai highlight musikal. Namun, kehadiran Rihanna pun bahkan tak cukup untuk menyelamatkan film ini dari aroma kuat kalkulasi bisnis yang mengalahkan imajinasi kreatif.
Film Smurfs tayang dengan rating PG karena mengandung aksi, bahasa, dan humor kasar. Durasi 92 menit terasa cukup sebagai hiburan anak-anak tanpa membebani orang tua. Namun, bagi penonton dewasa yang mengharapkan lebih, film ini mungkin hanya sekadar angin lalu.












