Denpasar – Kongres VI PDI Perjuangan yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center pada Jumat (1/8/2025) kembali menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan dan pengurus periode 2025–2030. Penetapan tersebut dilakukan secara aklamasi, mencerminkan konsolidasi penuh dan kepercayaan solid dari para kader terhadap kepemimpinan Megawati.
Namun, dari seluruh dinamika kongres, satu hal mencuat dan menjadi perbincangan publik: jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) belum diumumkan secara resmi. Untuk sementara waktu, Megawati disebut masih merangkap jabatan Sekjen hingga ditentukan pengganti tetap.
“Sekretaris jenderal belum diputuskan oleh Ibu. Jadi Ibu masih merangkap,” kata Komarudin Watubun, Ketua Steering Committee Kongres, dalam konferensi pers usai pembukaan kongres.
Hasto Kristiyanto Tak Lagi Masuk Kepengurusan Inti
Salah satu kejutan lainnya dalam pengumuman pengurus baru DPP PDIP adalah tidak tercantumnya nama Hasto Kristiyanto, yang telah menjabat sebagai Sekjen sejak 2014. Dalam struktur terbaru yang terdiri atas 37 nama, posisi Hasto tidak lagi terlihat.
Alhasil, hal ini memunculkan spekulasi adanya pergeseran strategi dan regenerasi dalam tubuh partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Meski begitu, partai membantah adanya gejolak internal.
“Penunjukan Sekjen sepenuhnya adalah hak prerogatif Ketua Umum. Jadi bukan karena ada persoalan, tapi menunggu saat yang tepat,” ujar Djarot Saiful Hidayat, Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDIP.
Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, Ketua Umum memang memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan Sekjen tanpa batas waktu tertentu, selama mendapat persetujuan struktural partai.
Struktur Pengurus DPP PDI Perjuangan 2025–2030
Susunan pengurus DPP PDIP periode 2025–2030 menunjukkan komposisi yang menggabungkan unsur senioritas, regenerasi, serta representasi tokoh-tokoh nasional yang selama ini terkenal aktif di pemerintahan maupun legislatif.
Sejumlah nama mencolok juga masuk ke posisi strategis, seperti Ganjar Pranowo yang ditunjuk sebagai Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Puan Maharani sebagai Ketua Bidang Politik.
Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama menjabat Ketua Bidang Perekonomian, dan Abdullah Azwar Anas menjabat Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi.
Megawati Jaga Konsolidasi Jelang Pemilu 2029
Dengan belum ditetapkannya Sekjen, Megawati memilih untuk tetap memegang kendali penuh. Pengamat menilai, keputusan ini mencerminkan kehati-hatian dalam menentukan figur yang tepat untuk menghadapi tantangan menuju Pemilu 2029. Dalam hal ini, termasuk menjaga kohesi internal partai, stabilitas komunikasi politik, dan arah strategi pemenangan di tengah peta politik nasional yang dinamis.
Langkah Megawati ini dianggap sebagai pengamanan transisi internal lebih lanjut di tengah proses regenerasi struktural yang sedang dijalankan PDIP.
“Ibu Megawati tentu berhitung secara matang. Posisi Sekjen sangat strategis dan harus bisa menjembatani seluruh dinamika politik dan organisasi,” kata seorang analis politik Universitas Indonesia.
Menanti Figur Sekjen Baru
Meski belum ada pengumuman resmi, spekulasi mulai berkembang soal siapa sosok yang berpotensi mengisi posisi Sekjen ke depan. Beberapa nama yang beredar di kalangan internal partai antara lain Djarot Saiful Hidayat, Ahmad Basarah, dan Prananda Prabowo.
Namun demikian, sumber internal PDIP menegaskan bahwa hingga kini belum ada nama pasti, dan keputusan final tetap menunggu restu dari Megawati.
Bagi PDI Perjuangan, jabatan Sekjen bukan sekadar posisi administratif, tetapi juga motor organisasi yang bertanggung jawab atas dinamika internal, konsolidasi struktural, hingga strategi pemenangan politik.
Susunan Lengkap Pengurus DPP PDI Perjuangan 2025–2030:
Ketua Umum dan Bidang
- Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri (juga merangkap Sekjen)
- Ketua Bidang Kehormatan Partai: Komarudin Watubun
- Ketua Bidang Sumber Daya: Said Abdullah
- Ketua Bidang Luar Negeri: Ahmad Basarah
- Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif: Bambang Wuryanto
- Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Djarot Saiful Hidayat
- Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif: Deddy Yevri Hanteru Sitorus
- Ketua Bidang Politik: Puan Maharani
- Ketua Bidang Pemerintahan & Otonomi Daerah: Ganjar Pranowo
- Ketua Bidang Reformasi Hukum & HAM: Yasonna H. Laoly
- Ketua Bidang Perekonomian: Basuki Tjahaja Purnama
- Ketua Bidang Kebudayaan: Rano Karno
- Ketua Bidang Pendidikan & Kebudayaan: Puti Guntur Soekarno
- Ketua Bidang Kebijakan Publik & Reformasi Birokrasi: Abdullah Azwar Anas
- Ketua Bidang Penanggulangan Bencana: Tri Rismaharini
- Ketua Bidang Industri, Perdagangan & Ketenagakerjaan: Darmadi Durianto
- Ketua Bidang Kesehatan: Ribka Tjiptaning
- Ketua Bidang Jaminan Sosial: Charles Honoris
- Ketua Bidang Perempuan & Anak: I Gusti Ayu Bintang Darmawati
- Ketua Bidang Koperasi & UMKM: Andreas Eddy Susetyo
- Ketua Bidang Pariwisata: Wiryanti Sukamdani
- Ketua Bidang Pemuda & Olahraga: MY Esti Wijayanti
- Ketua Bidang Keagamaan & Kepercayaan Tuhan YME: Zuhairi Misrawi
- Ketua Bidang Ekonomi Kreatif & Ekonomi Digital: Muhammad Prananda Prabowo
- Ketua Bidang Pertanian & Pangan: Sadarestuwati
- Ketua Bidang Kelautan & Perikanan: Rokhmin Dahuri
- Ketua Bidang Kehutanan & Lingkungan Hidup: Eriko Sotarduga
- Ketua Bidang Hukum & Advokasi: Ronny Talapessy
- Ketua Bidang Keanggotaan & Organisasi: Andreas Hugo Pareira
Sekretariat & Keuangan
- Sekretaris Jenderal: Megawati Soekarnoputri (rangkap)
- Wakil Sekjen Bidang Internal: Dolfie O.F.P.
- Wakil Sekjen Bidang Pemerintahan: Utut Adianto
- Wakil Sekjen Bidang Kerakyatan: Sri Rahayu
- Wakil Sekjen Bidang Komunikasi: Adian Yunus Yusak Napitupulu
- Wakil Sekjen Bidang Kesekretariatan: Yoseph Aryo Adhi Dharmo
- Bendahara Umum: Olly Dondokambey
- Wakil Bendahara Internal: Rudianto Tjen
- Wakil Bendahara Eksternal: Yuke Yurike
Lebih jauh, dengan struktur baru ini, PDIP berupaya menjaga kesinambungan antara pengalaman senior dan semangat kader muda, sembari menghadapi dinamika politik nasional lima tahun ke depan. Jabatan Sekjen yang masih lowong menjadi penanda bahwa arah strategi partai belum sepenuhnya terungkap. Publik masih akan menantikan siapa yang akan dipercaya Megawati sebagai “penggerak utama” partai.