London, 10 Agustus 2025 – Polisi London menangkap 474 orang demonstran Pro-Palestina dalam aksi demonstrasi di Parliament Square, Westminster, Sabtu (9/8/2025). Unjuk rasa tersebut digelar untuk mendukung kelompok terlarang, Palestine Action.
Dari jumlah tersebut, 466 orang ditangkap karena memberikan dukungan terhadap kelompok itu. Lima orang karena menyerang polisi. Dua orang atas pelanggaran ketertiban umum, dan satu orang terkait pelanggaran dengan muatan rasis.
Aksi ini diorganisasi oleh kelompok Defend Our Juries dengan melibatkan ratusan peserta. Pada pukul 13.00 waktu setempat. Saat lonceng Big Ben berdentang, para peserta yang duduk di lapangan serentak mengangkat poster bertuliskan “I oppose genocide. I support Palestine Action” (Saya menolak genosida. Saya mendukung Palestine Action).
Latar Belakang Larangan Palestine Action
Pemerintah Inggris menetapkan Palestine Action sebagai organisasi terlarang pada Juli lalu di bawah Terrorism Act 2000. Keanggotaan atau dukungan terhadap kelompok tersebut kini menjadi tindak pidana yang dapat dihukum hingga 14 tahun penjara.
Polisi menyebut jumlah penangkapan pada Sabtu merupakan yang terbesar dalam satu hari dalam 10 tahun terakhir. Tidak ada petugas yang mengalami cedera serius.
Sebagian demonstran memilih berjalan keluar secara sukarela saat didatangi petugas. Namun, ada pula yang tetap duduk atau berbaring di tanah sehingga harus diangkat oleh polisi. Mereka yang identitasnya berhasil diverifikasi dibebaskan dengan syarat tidak mengikuti aksi serupa, sedangkan yang menolak memberi keterangan dibawa ke tahanan.
Reaksi Pemerintah dan Amnesty International
Menteri Dalam Negeri Yvette Cooper mengapresiasi langkah kepolisian. “Keamanan nasional dan keselamatan publik harus selalu menjadi prioritas utama. Penetapan Palestine Action sebagai organisasi terlarang didasari rekomendasi keamanan yang kuat,” ujarnya.
Namun, Amnesty International menilai penangkapan massal ini “sangat mengkhawatirkan” dan “tidak proporsional”. Kepala Eksekutif Amnesty International Sacha Deshmukh mengatakan, “Para demonstran tidak menghasut kekerasan. Memperlakukan mereka seperti teroris adalah hal yang berlebihan hingga ke titik absurditas.”
Kelompok Defend Our Juries mengklaim lebih dari 1.000 orang membawa poster dukungan, meski klaim itu dibantah polisi. Aksi tersebut berlangsung di tengah akhir pekan yang padat demonstrasi di London, termasuk pawai pro-Palestina oleh Palestine Coalition dan pawai pro-Israel oleh Stop the Hate.
Palestine Action sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas aksi perusakan di Pangkalan Udara RAF Brize Norton pada Juni lalu yang mengakibatkan kerusakan dua pesawat militer senilai £7 juta. Pemerintah menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan publik.