Udine, 14 Agustus 2025 – Paris Saint-Germain (PSG) meraih gelar juara Piala Super Eropa perdana mereka setelah menaklukkan Tottenham Hotspur lewat drama adu penalti, Kamis (14/8) dini hari WIB. Laga penuh drama ini menampilkan Les Parisiens yang bangkit di menit-menit akhir dari ketertinggalan dua gol untuk mematahkan harapan manis Thomas Frank dalam debutnya sebagai pelatih Spurs.
Spurs Unggul Hingga Menit 94
Bertanding di Dacia Arena, Udine, Tottenham tampil meyakinkan sejak babak pertama. Micky van de Ven membuka keunggulan Spurs pada menit ke-45, memanfaatkan bola rebound setelah kiper PSG Lucas Chevalier menepis sepakan Joao Palhinha ke mistar gawang.
Keunggulan diperlebar di awal babak kedua ketika Cristian Romero menanduk bola hasil tendangan bebas Pedro Porro, yang gagal dihalau sempurna oleh Chevalier. Hingga menit ke-84, Spurs unggul 2-0 dan tampak di ambang juara.
Namun, PSG yang baru kembali berlatih sepekan setelah kekalahan di final Piala Dunia Antarklub dari Chelsea, menunjukkan daya juang luar biasa. Lee Kang-in memperkecil kedudukan lewat tendangan jarak jauh indah, sebelum Goncalo Ramos menyamakan skor di menit 94 lewat sundulan mematikan.
Dramatis di Adu Penalti
Pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti. PSG sempat tertekan setelah Vitinha gagal mengeksekusi penalti pertama. Namun, peluang Spurs memimpin sirna ketika sepakan Van de Ven — sang pencetak gol pertama — digagalkan Chevalier.
Mathys Tel dari kubu Spurs juga gagal, dan momen krusial hadir ketika Nuno Mendes sukses menjadi algojo terakhir, memastikan kemenangan PSG. Skor akhir adu penalti 4-3 untuk tim asuhan Luis Enrique.
Debut Pahit Thomas Frank
Laga ini menjadi penampilan kompetitif perdana Thomas Frank sebagai pelatih Tottenham, menggantikan Ange Postecoglou yang dipecat meski sukses membawa Spurs menjuarai Liga Europa tiga bulan lalu.
Meski gagal meraih trofi, performa Spurs menuai apresiasi. Dengan skema lima bek saat bertahan, mereka mampu meredam serangan PSG hingga 65 menit tanpa tembakan tepat sasaran. Kekuatan bola mati juga menjadi catatan positif, karena kedua gol Spurs lahir dari situasi set-piece.
Namun, kegagalan mempertahankan keunggulan di menit akhir membuat Spurs menelan kekalahan yang menyakitkan. Mereka sekaligus kehilangan peluang untuk meraih trofi Eropa kedua secara beruntun.
Trofi Bersejarah PSG
Kapten PSG, Marquinhos, mengangkat trofi Piala Super Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Gelar ini melengkapi catatan impresif tim yang sebelumnya menyingkirkan Manchester City, Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal di Liga Champions 2025.
Kemenangan ini juga menandai keberhasilan PSG meraih lima kemenangan atas tim Inggris hanya dalam satu tahun kalender. Prestasi tersebut menegaskan dominasi mereka di kancah sepak bola Eropa.