MANCHESTER, 18 Agustus 2025 – Arsenal berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Manchester United dalam laga pembuka Premier League di Old Trafford, Minggu (18/8) dini hari WIB. Bek anyar Riccardo Calafiori menjadi pahlawan setelah mencetak gol melalui sundulan di menit ke-13, memanfaatkan kelemahan kiper Altay Bayindir dalam mengantisipasi situasi bola mati.
Pertandingan baru berjalan 13 menit ketika Arsenal unggul lewat gol Calafiori. Berawal dari sepak pojok, William Saliba tampak memberi tekanan pada kiper Bayindir, yang hanya mampu menepis bola dengan satu tangan. Bola liar langsung disambar Calafiori dengan sundulan jarak dekat, memastikan The Gunners membuka keunggulan.
Mikel Arteta mengakui kemenangan ini lahir dari detail kecil. “Kemenangan besar. Datang ke sini dengan atmosfer yang sulit dan pemain-pemain baru, kami harus rendah hati dengan cara mencetak gol. Pertandingan dimenangkan di kedua kotak penalti, dan itulah yang kami lakukan hari ini,” ujar manajer Arsenal tersebut.
United Dominan, Tapi Tumpul
Meski kalah, Manchester United sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang laga. Anak asuh Ruben Amorim menguasai 62% penguasaan bola dan melepaskan 22 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Namun, ketangguhan kiper David Raya membuat upaya mereka kandas.
Dua rekrutan anyar, Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo, tampil menjanjikan namun gagal memanfaatkan peluang emas. Cunha melepaskan tiga tembakan tepat sasaran, termasuk tendangan keras dari sudut sempit yang berhasil ditepis Raya, sementara sepakan Patrick Dorgu bahkan sempat membentur tiang.
“Saya bangga dengan para pemain. Mereka tampil berani sepanjang laga. Sayangnya, hasil tidak berpihak pada kami. Penampilan ini sangat berbeda dibanding musim lalu,” kata Amorim.
Arsenal Masih Mematikan dari Bola Mati
Gol Calafiori kembali menegaskan keunggulan Arsenal dalam situasi bola mati. Sejak awal musim 2023-24, Arsenal sudah mencetak 31 gol dari situasi sepak pojok—setidaknya 11 lebih banyak dibanding tim Premier League lainnya. Menariknya, tiga dari empat gol terakhir Arsenal melawan United juga tercipta dari skema serupa.
Calafiori pun mengakui kerja keras tim dalam memanfaatkan keunggulan tersebut. “Kami selalu berlatih keras untuk situasi set-piece. Hari ini kami kembali membuktikannya,” katanya.
Kekecewaan di Old Trafford
Suasana di Old Trafford penuh kekecewaan. Beberapa pemain United tampak berlutut saat peluit panjang dibunyikan, sementara ribuan fans Arsenal yang hadir menyanyikan yel-yel khas mereka “One-nil to the Arsenal”.
United sempat menuntut penalti pada menit-menit akhir setelah William Saliba terlihat menjatuhkan Cunha di kotak terlarang, namun wasit tidak melakukan pengecekan VAR.
Sementara itu, debut penyerang anyar Arsenal, Viktor Gyokeres, tidak berjalan mulus. Striker asal Swedia itu jarang mendapat suplai bola dan akhirnya ditarik keluar pada awal babak kedua.
Harapan dan Tantangan
Meski kalah, performa United memberi secercah harapan setelah musim lalu hanya finis di peringkat ke-15. Kapten Bruno Fernandes menilai para pemain baru memberi energi positif. “Cunha dan Mbeumo menciptakan banyak peluang. Ini awal yang baik bagi mereka dan saya yakin akan lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Bagi Arsenal, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk kembali bersaing di papan atas setelah dua musim terakhir finis sebagai runner-up.