Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

NATO Perkuat Pertahanan Eropa Timur Usai Insiden Drone Rusia

badge-check


					Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, berdiri di depan jet tempur F-16 Angkatan Udara Polandia saat konferensi pers terkait ancaman drone Rusia di Polandia, pada 11 September 2025. (foto: Agencja Wyborcza.pl) Perbesar

Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, berdiri di depan jet tempur F-16 Angkatan Udara Polandia saat konferensi pers terkait ancaman drone Rusia di Polandia, pada 11 September 2025. (foto: Agencja Wyborcza.pl)

BRUSSELS, 13 September 2025 – NATO mengumumkan operasi baru untuk memperkuat pertahanan di Eropa Timur pada Jumat (12/9), hanya dua hari setelah Polandia menembak jatuh sejumlah drone yang melanggar wilayah udaranya. Peristiwa ini menjadi tindakan pertama yang dilakukan anggota aliansi Barat terhadap ancaman langsung sejak dimulainya perang Rusia di Ukraina.

Amerika Serikat menyebut pelanggaran udara tersebut sebagai tindakan yang “mengkhawatirkan” dan menegaskan akan membela setiap inci wilayah NATO. Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa pelanggaran drone Rusia mungkin hanya sebuah “kesalahan.”

Warsawa menolak klaim itu. Menteri Luar Negeri Polandia menyebut bahwa insiden tersebut merupakan upaya Rusia menguji kesiapan pertahanan Polandia dan NATO. “Kami berharap Washington mengambil langkah nyata untuk menunjukkan solidaritas,” ujarnya.

Operasi “Eastern Sentry”

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menilai pelanggaran tersebut “sembrono dan tidak dapat diterima.” Ia mengumumkan operasi baru bernama Eastern Sentry untuk memperkuat pertahanan dari Baltik hingga Laut Hitam.

Komandan Tertinggi NATO di Eropa, Jenderal Angkatan Udara AS Alexus Grynkewich, mengatakan operasi itu bersifat fleksibel, melibatkan basis udara dan darat, serta menambah aset militer di kawasan. “Masyarakat Polandia dan seluruh aliansi harus diyakinkan dengan respon cepat kami minggu ini, serta keputusan signifikan yang kami umumkan hari ini,” katanya.

Sejumlah negara anggota sudah menyatakan komitmennya. Denmark mengirimkan dua jet tempur F-16 dan sebuah fregat, sementara Prancis menambah tiga jet Rafale dan Jerman empat Eurofighter. Spanyol dan Inggris berencana segera menyusul dengan kontribusi udara mereka.

Ketegangan Diplomatik

Insiden ini juga memunculkan ketegangan diplomatik. Jerman memperpanjang misi patroli udara di Polandia dan, bersama Prancis, memanggil duta besar Rusia terkait pelanggaran tersebut.

Di sisi lain, Rusia membantah tuduhan. Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan jangkauan drone yang digunakan “tidak memungkinkan” hingga masuk ke wilayah Polandia. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuding negara-negara Eropa “bereaksi berlebihan” dan menegaskan Rusia tidak mengancam mereka.

Trump, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan kesabarannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin “mulai habis,” namun tidak menjanjikan sanksi baru. Sementara itu, para pemimpin Eropa menilai insiden di Polandia menambah bukti bahwa Moskwa tidak berminat pada perdamaian.

Pertanyaan tentang Pertahanan Eropa

Insiden drone di Polandia memunculkan pertanyaan serius tentang kesiapan NATO dalam menghadapi serangan udara tak berawak berskala besar. Serangan semacam ini telah menjadi taktik rutin Rusia di Ukraina sejak invasi pada 2022.

Sementara itu, Rusia dan Belarus memulai latihan militer bersama yang telah lama terjadwal, termasuk manuver di Baltik dan Laut Barents. Kremlin menyebut latihan tersebut tidak menimbulkan ancaman, meski negara-negara Barat melihatnya sebagai sinyal provokatif di tengah meningkatnya ketegangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional