Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

YouTube Bayar Rp 377 Miliar untuk Damai dengan Trump

badge-check


					YouTube Bayar Rp 377 Miliar untuk Damai dengan Trump Perbesar

WASHINGTON, 30 September 2025 – YouTube, yang dimiliki Alphabet Inc., sepakat membayar 24,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 377 miliar untuk menyelesaikan gugatan hukum Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Gugatan itu berkaitan dengan penangguhan akun Trump setelah kerusuhan di Gedung Capitol pada Januari 2021.

Kesepakatan ini tertuang dalam berkas pengadilan yang terpublikasikan pada Senin (29/9). Pada Juli 2021, Trump melayangkan gugatan terhadap Twitter (kini bernama X), Meta selaku induk Facebook, dan Google sebagai pemilik YouTube. Gugatan tersebut juga ditujukan kepada para pimpinan perusahaan masing-masing. Ia menuduh mereka secara tidak sah membungkam pandangan konservatif di ruang digital.

Baik Meta maupun X telah lebih dahulu mencapai kesepakatan damai atas gugatan Trump pada awal tahun ini. Alhasil, dengan adanya kesepakatan YouTube ini, seluruh perkara besar yang melibatkan Presiden AS itu dan tiga platform utama media sosial pun berakhir di luar pengadilan.

Dana untuk Ballroom di Gedung Putih

Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 22 juta dolar AS akan dialokasikan atas nama Trump untuk Trust for the National Mall. Lembaga nirlaba ini terlibat dalam pembangunan ballroom senilai 200 juta dolar AS di Gedung Putih.

Sisa pembayaran, yakni 2,5 juta dolar AS, akan diberikan kepada pihak penggugat lain. Di antaranya termasuk American Conservative Union, sebuah organisasi yang kerap mendukung agenda politik konservatif di AS.

Penyelesaian kasus ini menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam pertarungan panjang antara Trump dan raksasa teknologi yang selama bertahun-tahun ia tuding berpihak secara politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional