LOS ANGELES, 4 Oktober 2025 – Superstar pop Taylor Swift kembali mencetak sejarah dengan merilis album studio ke-12 bertajuk The Life of a Showgirl, Jumat (3/10). Peluncuran album tersebut dikemas dalam promosi besar-besaran yang mencakup berbagai aktivitas. Mulai dari penjualan di Target, pesta rilis di bioskop seluruh dunia, hingga pop-up experience di New York dan Los Angeles.
Album ini menjadi tindak lanjut dari The Tortured Poets Department yang sebelumnya memuncaki tangga Billboard 200 dan mencatat penjualan setara 8 juta copy di Amerika Serikat, menurut data Luminate.
“Dengan album ini, saya berada tepat di fase hidup saya sekarang. Rasanya sangat jujur dengan apa yang saya alami,” ujar Swift dalam wawancara dengan Capital Breakfast Radio di Inggris.
Respons Beragam dari Kritikus
Album yang berisi 12 lagu ini menghadirkan nuansa ceria dan humor, dengan Sabrina Carpenter turut mengisi lagu utama bertajuk The Life of a Showgirl. Majalah Rolling Stone memberi lima bintang dan menyebut Swift “naik ke level superstardom baru dan berhasil mengenai semua targetnya”. BBC pun menyebutnya sebagai “kemenangan pop yang gemilang”.
Namun, kritik juga muncul. The Financial Times menilai album tersebut “sekarismatik biasanya, tetapi kehilangan kilau,” sementara The Guardian menyebutnya sebagai “razzle-dazzle membosankan dari bintang yang terlihat kelelahan.”
Antisipasi Sejak Agustus
Swift telah membangun antusiasme sejak 11 Agustus lalu, ketika ia meluncurkan hitung mundur di situs resminya. Pengumuman album muncul tepat pukul 12.12 dini hari waktu AS, 12 Agustus.
Sehari setelahnya, Swift hadir di podcast New Heights yang dipandu tunangannya, pemain Kansas City Chiefs Travis Kelce, dan kakaknya Jason Kelce. Episode itu ditonton lebih dari 23,4 juta kali di YouTube.
Menurut Tatiana Cirisano, Wakil Presiden Strategi Musik MIDiA Research, Swift menempati posisi unik di industri musik global. “Sangat sedikit artis yang bisa membuat jutaan orang mendengarkan hal yang sama pada waktu bersamaan,” ujarnya.
Jejak Eras Tour dan Swiftonomics
Album baru ini lahir di tengah euforia Eras Tour yang menjadi tur paling laris sepanjang sejarah dengan penjualan tiket menembus 2 miliar dolar AS. Dampaknya terasa hingga sektor perhotelan, restoran, hingga penjualan merchandise. Fenomena itu memunculkan istilah “Swiftonomics”.
Swift bahkan dinilai para akademisi sebanding dengan ikon budaya pop seperti Elvis Presley dan Michael Jackson, baik dalam pengaruh budaya hingga kiprahnya mendorong partisipasi politik.
Pesta Rilis dan Kolaborasi Global
Sebagai bagian dari promosi, AMC Theatres menayangkan film berdurasi 89 menit berjudul The Official Release Party of a Showgirl. Film tersebut menampilkan video musik perdana The Fate of Ophelia serta rekaman di balik layar. Film ini dirilis terbatas di lebih dari 50 pasar internasional.
Retailer Target juga merilis edisi khusus vinil berlapis “gold shimmer” dan tiga CD eksklusif. Spotify membuka pop-up di New York yang menampilkan lirik tersembunyi di antara dekorasi ruang ganti tur. Sementara itu, TikTok menghadirkan instalasi Life of a Showgirl di Los Angeles.
Swift rencananya akan tampil di tiga program televisi sebagai bagian dari rangkaian promosi internasional. Ia akan hadir di The Graham Norton Show pada Jumat, The Tonight Show Starring Jimmy Fallon pada Senin, dan Late Night with Seth Meyers pada Rabu.












