Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Harga Tiket TWA Kawah Ijen Naik, Akankah Berdampak Pada Sektor Pariwisata?

badge-check


					Harga Tiket TWA Kawah Ijen Naik, Akankah Berdampak Pada Sektor Pariwisata? Perbesar

Banyuwangi – Harga tiket masuk Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mengalami kenaikan sejak 1 Februari 2025. Dampak kenaikan harga tiket tersebut kini mulai dirasakan wisatawan maupun para pelaku wisata di destinasi unggulan Banyuwangi tersebut.

Berdasarkan informasi dari pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, harga tiket untuk wisatawan domestik yang sebelumnya Rp5.000 pada hari biasa kini menjadi Rp20.000. Sementara di akhir pekan harga tiket yang biasanya Rp7.500 naik menjadi Rp30.000.

Kenaikan harga tiket juga diberlakukan bagi wisatawan mancanegara yang sebelumnya cukup membayar Rp100.000 kini harus merogoh kocek hingga Rp150.000 per orang. Tidak hanya itu, wisatawan juga dibebani dengan biaya parkir kendaraan juga asuransi jiwa.

Pihak pengelola menyatakan bahwa kenaikan harga tiket ini dilakukan untuk mendukung konservasi alam serta meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi pengunjung. Selain itu, biaya perawatan dan pengelolaan kawasan juga semakin meningkat, sehingga diperlukan penyesuaian harga tiket.

Kenaikan harga tiket ini berdampak langsung pada wisatawan, pelaku usaha lokal seperti pemandu wisata, penginapan, dan warung makan di sekitar Kawah Ijen. Beberapa wisatawan mengeluhkan kenaikan yang cukup signifikan, terutama bagi backpacker dan wisatawan dengan anggaran terbatas.

”Sangat disayangkan sekali tiket kawah ijen sekarang menjadi mahal, belum juga ketika mau naik ke ijen juga harus membawa surat kesehatan dari puskesmas atau klinik” ungkap salah satu wisatawan lokal.

Beberapa pemandu wisata mengaku mengalami penurunan jumlah wisatawan sejak kenaikan harga tiket. Banyak wisatawan lokal yang memilih mencari alternatif wisata lain yang lebih terjangkau. Namun, di sisi lain, pihak pengelola optimis bahwa fasilitas yang lebih baik akan menarik lebih banyak wisatawan di masa depan.

Meskipun ada pro dan kontra, kebijakan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian Kawah Ijen sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Wisatawan diharapkan tetap mendukung upaya konservasi demi menjaga keindahan Kawah Ijen untuk generasi mendatang.

Penulis: Molly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News