NEW YORK, 8 September 2025 – Carlos Alcaraz kembali menegaskan dominasinya di panggung tenis dunia. Petenis asal Spanyol itu berhasil merebut kembali gelar US Open setelah mengalahkan rival utamanya, Jannik Sinner, dalam final penuh gengsi di Arthur Ashe Stadium, Senin (8/9) dini hari WIB.
Alcaraz, 22 tahun, tampil garang sejak awal dan mampu meredam kebangkitan Sinner di set kedua sebelum akhirnya memastikan kemenangan 6-2, 3-6, 6-1, 6-4. Hasil ini membuat Alcaraz mengoleksi enam gelar Grand Slam sepanjang kariernya, sekaligus menjadi petenis termuda kedua setelah Bjorn Borg yang mampu mencapai angka tersebut.
Final sempat tertunda selama 30 menit akibat pengetatan pengamanan terkait kehadiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Flushing Meadows. Penundaan itu tak mengganggu fokus Alcaraz yang langsung tampil dominan. “Saya bertemu kamu lebih sering daripada bertemu keluargaku,” kata Alcaraz kepada Sinner usai laga, merujuk pada intensitas rivalitas mereka sepanjang musim ini.
Rivalitas yang Kian Menguat
Pertarungan ini menambah panjang rekor pertemuan keduanya di final turnamen besar. Pada tahun 2025, empat gelar Grand Slam terbagi rata antara Alcaraz dan Sinner. Alcaraz menjuarai Prancis Terbuka dan AS Terbuka, sedangkan Sinner meraih kemenangan di Australia Terbuka dan Wimbledon.
Meski sempat menyamakan kedudukan di set kedua, Sinner terlihat kesulitan menjaga konsistensi. Pukulan groundstroke kerasnya beberapa kali meleset, ditambah masalah perut yang sudah ia rasakan sejak semifinal. Alcaraz pun tak menyia-nyiakan kesempatan, menguasai permainan dengan variasi pukulan dan servis yang sulit dibendung.
Petenis Italia itu masih sempat menyelamatkan dua match point, tetapi Alcaraz menutup laga dengan ace 131 mph yang sekaligus menjadi penegas superioritasnya malam itu. Selebrasi dengan senyuman lebar dan “ayunan golf” khasnya pun mengiringi kemenangan bersejarah tersebut.
Kembali Kuasai Peringkat Satu Dunia
Selain mengamankan trofi US Open, Alcaraz juga sukses merebut kembali peringkat nomor satu dunia dari Sinner. Petenis Italia itu sebelumnya bertahan di posisi puncak selama 65 pekan.
“Saya sudah berusaha sebaik mungkin hari ini, tapi tidak bisa lebih,” kata Sinner, menerima kekalahan dengan lapang dada.
Rivalitas Alcaraz dan Sinner diyakini akan terus mewarnai dunia tenis dalam beberapa tahun ke depan. Masing-masing telah mengoleksi dua gelar Grand Slam pada 2025. Duel mereka kini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan juga pertarungan status sebagai penguasa era baru tenis putra.












