Elmedia – Setiap aktifitas yang dilakukan manusia pasti memiliki motif atau alasan, mengapa ia harus melakukan hal tersebut. Pun demikian dalam aktifitas ekonomi (seperti transaksi jual-beli, investasi, bekerja, dan sebagainya) manusia pasti memiliki motif ekonomi dari apa yang ia kerjakan itu.
Lantas apakah yang dimaksud dengan motif ekonomi? Berikut ulasannya beserta dengan jenis-jenis motif ekonomi yang bisa kalian pelajari.
Motif ekonomi berasal dari dua kata: Motif artinya dorongan, alasan, atau niat yang melandasi tindakan seseorang. Ekonomi berhubungan dengan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Sehingga motif ekonomi bisa didefinisikan sebagai dorongan atau alasan yang mendorong seseorang atau pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setiap manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sementara alat pemuas kebutuhan (barang dan jasa) jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, dalam menjalankan aktivitas ekonomi, manusia digerakkan oleh berbagai motif.
Jenis-Jenis Motif Ekonomi
1. Motif Memenuhi Kebutuhan Hidup (Motif Primer)
Ini adalah motif dasar dan paling utama dalam ekonomi. Manusia membutuhkan sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal). Contoh:
- Ibu membeli sayur untuk kebutuhan makan keluarga.
- Seseorang bekerja untuk mendapatkan uang dan membeli keperluan sehari-hari.
2. Motif Mencari Keuntungan
Motif ini sering dimiliki oleh pelaku usaha atau produsen. Mereka menjalankan kegiatan ekonomi dengan tujuan menghasilkan laba/keuntungan sebanyak mungkin. Contoh:
- Pedagang membeli barang grosiran lalu menjualnya dengan harga eceran lebih tinggi.
- Petani menjual hasil panen untuk mendapat penghasilan.
3. Motif Mendapatkan Penghargaan
Seseorang bisa terdorong melakukan kegiatan ekonomi karena ingin dihargai, diakui, atau mendapat status sosial. Contoh:
- Seorang pengusaha menyumbang untuk pembangunan masjid agar dikenal sebagai dermawan.
- Seorang siswa bercita-cita jadi pengusaha sukses untuk membanggakan keluarganya.
4. Motif Membantu Sesama (Motif Sosial)
Tidak semua motif ekonomi bersifat pribadi atau mencari keuntungan. Ada pula motif yang bersifat altruistik, yaitu membantu orang lain. Contoh:
- Yayasan sosial membagikan sembako kepada warga kurang mampu.
- Pengusaha memberikan beasiswa bagi anak yatim.
5. Motif Mencari Kekuasaan atau Ketenaran
Sebagian orang melakukan kegiatan ekonomi agar mendapatkan pengaruh, kuasa, atau ketenaran di masyarakat. Contoh:
- Orang kaya mendirikan partai politik atau media massa untuk memperluas pengaruhnya.
- Seorang pebisnis aktif di organisasi kemasyarakatan demi membangun relasi.
Motif Ekonomi Bisa Bersifat Ganda
Satu tindakan ekonomi bisa didorong oleh lebih dari satu motif sekaligus. Contoh:
Seorang dokter membuka praktik klinik (1) untuk mendapatkan penghasilan, (2) membantu menyembuhkan pasien, dan (3) membangun reputasi profesional.
Penerapan Motif Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Orang tua bekerja Memenuhi kebutuhan keluarga
- Petani menjual hasil panen Mencari keuntungan
- Mahasiswa ikut komunitas sosial Motif sosial & penghargaan
- Pengusaha berdonasi saat bencana Motif sosial & ketenaran
Kesimpulan
Setiap manusia memiliki motif ekonomi berbeda-beda sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya. Motif ekonomi sangat penting dalam menentukan keputusan dalam kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi.
Dengan memahami motif ekonomi, kita bisa lebih sadar dan bijaksana dalam menjalankan kegiatan ekonomi, baik secara pribadi maupun sosial.












