Madrid – Arsenal menulis sejarah baru di ibu kota Spanyol. Mengakhiri penantian selama 16 tahun, The Gunners memastikan satu tempat di semifinal Liga Champions setelah menang meyakinkan atas juara bertahan Real Madrid dengan agregat 5-1. Dalam laga leg kedua di Stadion Santiago Bernabéu, Rabu (17/4/2025) dini hari WIB, tim asal London Utara tampil percaya diri dan efisien, meredam segala upaya kebangkitan tuan rumah.
Bukayo Saka, yang sempat gagal mengeksekusi penalti di awal laga, membuka keunggulan Arsenal lewat gol cermat pada babak kedua. Gabriel Martinelli kemudian menutup kemenangan tim tamu dengan penyelesaian klinis dari sebuah serangan balik cepat. Madrid sempat membalas lewat Vinícius Júnior, namun tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Arsenal tampil dengan susunan pemain yang sama seperti pada kemenangan 3-0 di London pekan lalu. Real Madrid, di sisi lain, melakukan dua perubahan dengan kembalinya Aurélien Tchouaméni yang menggantikan Eduardo Camavinga yang terkena skorsing, serta Lucas Vázquez yang menggantikan Luka Modrić.
Tekanan awal langsung dilancarkan Arsenal. Bukayo Saka menjadi sumber ancaman utama, memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan dari jarak jauh. Tak lama berselang, Arsenal mendapatkan hadiah penalti setelah Mikel Merino dijatuhkan di kotak terlarang. Namun Saka gagal menaklukkan Courtois, yang dengan sigap menepis penalti bergaya chip tersebut.
Real Madrid mencoba merespons, namun sepanjang babak pertama mereka kesulitan menciptakan peluang bersih. Arsenal bermain disiplin dalam bertahan, dengan Declan Rice dan Martin Ødegaard memegang kendali lini tengah. Bahkan sebelum turun minum, Martinelli nyaris mencetak gol setelah menerima umpan dari Rice, namun tembakannya masih bisa dimentahkan oleh Courtois.
Babak kedua dimulai dengan pergantian tiga pemain oleh Carlo Ancelotti, termasuk masuknya striker muda Endrick. Namun justru Arsenal yang mencetak gol lebih dulu. Berawal dari kombinasi cantik antara Rice dan Ødegaard, bola diteruskan ke Merino yang kemudian mengirim umpan terukur kepada Saka. Kali ini, winger Inggris itu tidak menyia-nyiakan peluang dan dengan tenang menaklukkan Courtois.
Madrid membalas cepat melalui Vinícius Júnior, yang memanfaatkan kesalahan Saliba. Namun sisa laga berjalan dalam kendali Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta tampil solid dan tidak panik, bahkan masih mampu menambah gol kedua lewat Martinelli di masa tambahan waktu.
Gol tersebut bermula dari serangan balik cepat. Mikel Merino kembali menjadi arsitek, melepaskan umpan terobosan kepada Martinelli yang kemudian menyelesaikan peluang dengan sepakan kaki kiri ke tiang jauh. Skor 2-1 untuk Arsenal bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Arsenal, ini adalah penampilan pertama di semifinal Liga Champions sejak musim 2008/09. Tidak hanya itu, mereka mencatatkan rekor baru dengan 30 gol dalam satu musim Liga Champions — terbanyak sepanjang sejarah partisipasi klub di kompetisi ini. Arsenal juga belum terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir, dengan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
Pelatih Mikel Arteta pun mendapat pujian atas pendekatan taktisnya. Arsenal tampil sebagai tim yang tidak hanya bermain indah, tetapi juga rapi secara struktural. Tekanan presisi, blok pertahanan yang kompak, dan efektivitas dalam menyerang menjadi ciri khas yang kian matang dari tim muda yang dipoles oleh “Profesor” Arteta.
“Ini malam yang sangat spesial bagi klub. Kami tahu kami akan menderita di sini, tapi kami juga yakin akan menang. Dan sekarang, kami membuktikannya,” ujar Declan Rice kepada media seusai laga.

Declan Rice menerima penghargaan MVP
Di kubu lawan, kiper Thibaut Courtois mengakui keunggulan lawan. “Mereka tim yang sangat terorganisasi. Winger mereka bekerja keras membantu pertahanan, begitu juga striker. Kami percaya bisa bangkit setelah menyamakan skor, tapi kami tidak cukup tajam di lini depan,” kata Courtois.
Bagi Real Madrid, kegagalan ini juga menjadi momen bersejarah. Mereka tersingkir meskipun mencatatkan penampilan ke-41 di babak perempat final — rekor tersendiri di Liga Champions. Luka Modrić mencatatkan penampilan ke-134 untuk Madrid di kompetisi ini, melewati rekor Karim Benzema, namun malam ini menjadi milik tim tamu.
Kini, Arsenal menatap semifinal melawan Paris Saint-Germain dengan kepercayaan diri tinggi. Dengan performa seperti ini, asa untuk membawa pulang trofi “Si Kuping Besar” tampaknya bukan lagi sekadar mimpi.