Washington DC — Pemerintah Amerika Serikat merilis ribuan dokumen rahasia terkait pembunuhan Presiden John F. Kennedy (JFK) pada Selasa (18/3/2025). Langkah ini mengakhiri lebih dari enam dekade spekulasi dan teori konspirasi seputar peristiwa tragis yang terjadi pada 22 November 1963 tersebut.
Dalam kumpulan dokumen yang dirilis, terungkap informasi mengejutkan mengenai keberadaan markas rahasia Central Intelligence Agency (CIA) di beberapa kota besar di Indonesia pada era 1960-an. Kota-kota tersebut antara lain Jakarta, Medan, dan Surabaya. Informasi ini pertama kali dipublikasikan melalui akun X @RT_com, yang memposting cuplikan dari dokumen tersebut.
Penemuan ini menambah dimensi baru dalam memahami operasi intelijen Amerika Serikat di Asia Tenggara selama periode Perang Dingin. Keberadaan markas CIA di Indonesia menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia dalam peta geopolitik saat itu.
Sejarawan dan pakar intelijen menilai bahwa pengungkapan ini dapat membuka diskusi baru mengenai peran CIA di Indonesia, terutama terkait dengan dinamika politik domestik pada masa tersebut. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Indonesia mengenai temuan tersebut.
Rilis dokumen ini juga menyoroti kembali pentingnya transparansi dan akses publik terhadap informasi sejarah, terutama yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa besar yang mempengaruhi arah politik dan keamanan global.
Dengan terbukanya informasi ini, diharapkan masyarakat dan peneliti dapat menggali lebih dalam mengenai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat pada era 1960-an, serta memahami dampaknya terhadap perkembangan politik dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.