Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Features

Ayam Betutu Lereng Ijen: Sajian Nikmat dan Pemandangan Lembah Hijau

badge-check


					Ayam Betutu Lereng Ijen: Sajian Nikmat dan Pemandangan Lembah Hijau Perbesar

Banyuwangi – Di lereng pegunungan Ijen tepatnya di Jalan Raya Pakel Licin, Banyuwangi, terdapat sebuah tempat makan sederhana namun penuh daya tarik, Warung Mbak Nanik.

Berada di dekat lembah dengan pemandangan hijau yang menawan, warung ini menjadi tujuan favorit bagi mereka yang ingin melepas penat dan menikmati sajian khas dengan suasana damai.

Tak hanya menawarkan makanan lezat, warung ini juga menyuguhkan pengalaman syahdu yang sulit dilupakan.

Betutu yang Menggoda Selera

Daya tarik utama Warung Mbak Nanik terletak pada menu betutu khas yang selalu menjadi incaran pengunjung. Hidangan ini tersedia dalam pilihan ayam dan bebek, dimasak perlahan dengan bumbu rempah khas yang meresap sempurna hingga ke bagian terdalam daging.

Setiap suapan betutu di sini seperti membawa nostalgia akan masakan tradisional desa yang otentik.“Bumbunya meresap dan dagingnya empuk banget. Di sini beda rasanya,” ujar seorang pengunjung asal Surabaya yang rutin mampir ke warung ini setiap kali berkunjung ke Banyuwangi.

Betutu di Warung Mbak Nanik disajikan dengan nasi hangat, sambal matah yang pedas segar, dan lalapan segar, menciptakan harmoni rasa yang memanjakan lidah.

Kopi Hangat di Tengah Udara Sejuk

Setelah menyantap betutu, tak lengkap rasanya jika tidak menyeruput secangkir kopi hangat. Kopi khas Warung Mbak Nanik diseduh dari biji kopi lokal pilihan yang menghasilkan rasa kuat dan aroma yang memikat. Pengunjung bisa memilih berbagai varian, mulai dari kopi tubruk tradisional hingga kopi susu manis yang lembut.

Di meja-meja yang ditempatkan dekat jendela atau teras, pengunjung bisa menikmati kopi sambil memandang lembah hijau yang menyejukkan mata.

Udara sejuk dari perbukitan dan suara alam menjadi pelengkap sempurna untuk menciptakan suasana santai yang jarang ditemukan di tempat lain.Tak sedikit pengunjung yang betah duduk berlama-lama di sini, mengobrol santai atau sekadar menikmati waktu sendiri.

Batik Khas Banyuwangi sebagai Cinderamata

Warung Mbak Nanik bukan hanya surga kuliner, tetapi juga tempat yang memperkenalkan budaya lokal Banyuwangi. Di sudut warung, pengunjung akan menemukan koleksi batik khas Banyuwangi dengan berbagai motif menarik, seperti Gajah Oling, Paras Gempal, dan Sekar Jagad.

Batik-batik ini bukan hanya sekadar pajangan, tetapi juga bisa dibeli sebagai oleh-oleh.“Batik ini kami dapat langsung dari pengrajin lokal di sekitar Pakel Licin dan desa-desa terdekat,” jelas Mbak Nanik, sang pemilik warung.

Menurutnya, menjual batik di warung makan bukan sekadar bisnis, tetapi bagian dari upaya melestarikan budaya dan membantu perekonomian pengrajin lokal.

Suasana Syahdu yang Membuat Betah

Apa yang membuat Warung Mbak Nanik begitu istimewa bukan hanya makanannya, tetapi juga suasananya yang tenang dan syahdu. Berada di dekat lembah dengan pemandangan sawah, pepohonan hijau, dan bukit-bukit kecil, warung ini seperti tempat pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota.

Banyak pengunjung yang datang ke sini merasa seperti pulang ke rumah nenek di desa—hangat, sederhana, dan penuh ketenangan.

Beberapa pengunjung bahkan mengaku datang ke sini hanya untuk menikmati suasananya sambil menyeruput secangkir kopi dan menikmati batik-batik yang terpajang rapi.

Kenangan yang Membawa Pulang

Warung Mbak Nanik bukan hanya sekadar tempat makan, melainkan juga tempat menciptakan kenangan. Banyak pengunjung yang datang sekali lalu kembali lagi di lain waktu.

Kehangatan layanan dari Mbak Nanik dan timnya membuat siapa pun merasa diterima layaknya keluarga. Setiap betutu yang disajikan, setiap cangkir kopi yang dihidangkan, dan setiap helai batik yang terpajang memiliki cerita tersendiri.

Di sepanjang perjalanan pulang dari Warung Mbak Nanik, pengunjung tidak hanya membawa perut kenyang atau batik cantik sebagai oleh-oleh, tetapi juga cerita indah yang melekat di hati mereka.

Bagi banyak orang, tempat ini lebih dari sekadar warung makan—ia adalah persinggahan kecil yang membawa ketenangan dalam setiap kunjungan. Syahdu, seperti lembah hijau yang memeluknya.

Penulis: Harun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AI dalam Militer: Inovasi Canggih atau Ancaman Baru?

2 Juli 2025 - 09:28 WIB

AI ubah wajah militer modern: efisiensi meningkat, risiko konflik global mengintai. Haruskah dunia khawatir?

Waspada! Ini 6 Tanda Kaki-Kaki Mobil Kamu Rusak

1 Juli 2025 - 09:14 WIB

Kaki-kaki mobil yang rusak akan sangat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara. Simak 6 tanda kerusakan kaki-kaki mobil disini.

Trans Jatim Koridor 5: Rp5.000 ke Bebek Sinjai dan Makam KH Cholil

11 Juni 2025 - 12:30 WIB

Cuma Rp5.000, naik Trans Jatim Koridor 5 dari Surabaya ke Bangkalan: wisata kuliner Bebek Sinjai dan ziarah ke Makam Kiai Cholil.

Solo Leveling Jadi Anime of the Year 2025: Kritik dan Kontroversi

6 Juni 2025 - 07:20 WIB

Solo Leveling menang Anime of the Year 2025 di Crunchyroll Awards. Kualitas atau cuma kekuatan fanbase? Ini ulasannya.

Lima Praktik Hukum Paling Kejam di Dunia, Dunia Internasional Soroti Praktik Pelanggaran HAM

7 Mei 2025 - 16:03 WIB

Lima Praktik Hukum Paling Kejam di Dunia
Trending di Features