Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Brad Lander, Calon Wali Kota New York ditangkap Petugas Imigrasi

badge-check


					Tangkapan layar dari video di akun X Brad Lander yang menunjukkan penangkapan dirinya oleh petugas imigrasi. Perbesar

Tangkapan layar dari video di akun X Brad Lander yang menunjukkan penangkapan dirinya oleh petugas imigrasi.

New York – Brad Lander, Pengawas Keuangan Kota New York sekaligus calon wali kota dari Partai Demokrat, ditangkap oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) pada Selasa (17/6) di sebuah pengadilan imigrasi. Ia ditahan selama beberapa jam sebelum akhirnya dibebaskan setelah Gubernur New York, Kathy Hochul, turun langsung ke lokasi.

Penangkapan Lander menambah daftar pejabat publik Partai Demokrat yang terseret ketegangan akibat kebijakan keras Presiden Donald Trump dalam penanganan imigrasi. Lander diketahui tengah mendampingi seorang terdakwa keluar dari ruang sidang ketika ditahan oleh agen federal.

“Saya baik-baik saja. Hanya kehilangan satu kancing baju,” kata Lander usai dibebaskan. Namun, ia menegaskan bahwa demokrasi konstitusional Amerika sedang “tidak baik-baik saja”.

Tuduhan dan Bantahan atas Penangkapan

Lander menuduh pemerintah federal mengeksekusi kebijakan imigrasi yang memisahkan keluarga dan mengabaikan proses hukum yang adil bagi para imigran. “Negara hukum kita sedang dirusak,” ujarnya.

Namun, pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) melalui Asisten Sekretaris Tricia McLaughlin menyatakan bahwa Lander ditangkap karena dianggap menghalangi petugas federal dan melakukan penyerangan terhadap aparat penegak hukum.

“Tidak seorang pun kebal hukum. Jika Anda menyentuh petugas penegak hukum, akan ada konsekuensi,” ujar McLaughlin. Tuduhan ini dibantah keras oleh Lander. “Saya sama sekali tidak menyerang siapa pun,” tegasnya.

Sementara itu, Kejaksaan Federal Manhattan menyatakan masih menyelidiki insiden tersebut.

Reaksi Gubernur New York, Kathy Hochul

Video yang diunggah ke akun X pribadi milik Lander menunjukkan dirinya diborgol dan dibawa ke dalam lift oleh beberapa pria berpakaian sipil, mengenakan topi terbalik dan masker medis. Salah satu di antara mereka mengenakan rompi bertuliskan “police federal agent”.

Gubernur Hochul mengecam keras penangkapan tersebut. “Ini omong kosong,” ujarnya di depan pengadilan. “Bagaimana bisa seorang pejabat publik yang hanya membantu warga yang ketakutan untuk masuk ke pengadilan ditangkap seperti itu?”

Tokoh Lain yang Terseret dalam Konflik

Ketegangan terkait kebijakan imigrasi Trump juga memicu demonstrasi besar di Los Angeles. Senator AS dari Partai Demokrat, Alex Padilla, bahkan ditahan pekan lalu setelah mencoba mengajukan pertanyaan kepada Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem. Ia mengaku ditarik, didorong, dan dijegal hingga tengkurap.

Pemerintahan Trump menyebut insiden itu sebagai “teater politik yang tidak sopan.”

Anggota DPR LaMonica McIver juga didakwa setelah keributan di pintu gerbang pusat tahanan imigrasi swasta pada 9 Mei lalu. Sementara itu, Wali Kota Newark, Ras Baraka, yang juga Demokrat dan calon gubernur New Jersey, ditangkap namun kemudian dibebaskan. Baraka kini menggugat pemerintah federal atas insiden tersebut.

Menariknya, Wali Kota New York saat ini, Eric Adams, yang mundur dari Partai Demokrat dan maju sebagai calon independen, mendukung kebijakan keras Trump terhadap imigrasi ilegal. Departemen Kehakiman bahkan membatalkan dakwaan korupsi terhadap Adams demi memungkinkan dirinya membantu pelaksanaan deportasi yang dicanangkan pemerintahan Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional