Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Burger King Digugat Pelanggan Karena Merasa Tertipu Iklan

badge-check


					Burger King Digugat Pelanggan Karena Merasa Tertipu Iklan Perbesar

Miami – Jaringan restoran cepat saji Burger King harus menghadapi gugatan hukum dari sekelompok pelanggan. Mereka menuduh perusahaan tersebut menyesatkan konsumen melalui iklan yang menampilkan ukuran produk, khususnya Whopper, lebih besar dari kenyataan.

Dalam putusan yang dibacakan Senin (5/5/2025) waktu setempat, Hakim Distrik AS Roy Altman di Miami menyatakan bahwa gugatan ini layak untuk dilanjutkan. Ia menilai masuk akal bahwa “sebagian” konsumen yang rasional dapat tertipu oleh tampilan dalam iklan Burger King.

Tampak 35 Persen Lebih Besar

Gugatan ini diajukan oleh 19 pelanggan dari 13 negara bagian di Amerika Serikat. Mereka menuduh Burger King melebih-lebihkan ukuran hampir semua menu dalam iklan yang ditayangkan di toko maupun secara daring. Salah satu sorotan utama adalah Whopper yang dalam iklan tampak 35 persen lebih besar dari kenyataannya. Selain itu, burger tersebut juga terlihat mengandung daging lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan yang sebenarnya disajikan.

Burger King, yang berada di bawah naungan Restaurant Brands International yang berbasis di Toronto, mengakui bahwa dalam iklan, fotografer memang “menata sandwich agar terlihat lebih menarik.” Namun, mereka menyatakan bahwa konsumen yang masuk akal memahami bahwa foto pada papan menu memang dimaksudkan untuk membuat produk tampak menggugah selera.

Meski demikian, Hakim Altman menilai bahwa tuduhan terhadap Burger King melampaui sekadar “basa-basi pemasaran” atau puffery. Ia membedakan kasus ini dari gugatan serupa terhadap McDonald’s dan Wendy’s yang sebelumnya telah ditolak oleh hakim federal di Brooklyn pada September 2023. Dalam putusannya, Altman menilai bahwa Burger King diduga telah melebih-lebihkan ukuran produk secara signifikan. Hal ini terutama terjadi dalam iklan-iklan setelah tahun 2017, di mana Whopper tampak lebih besar dibandingkan iklan sebelumnya.

Burger King: Itu Tidak Benar

Menanggapi putusan tersebut, Burger King menyatakan bahwa tuduhan yang diajukan para penggugat tidak benar. “Patty daging sapi panggang yang ditampilkan dalam iklan kami adalah sama dengan yang digunakan dalam jutaan burger yang kami sajikan di seluruh AS,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Anthony Russo, menyambut baik keputusan hakim. “Kami senang kasus ini bisa berlanjut. Konsumen berhak mendapatkan iklan yang jujur,” ujarnya.

Perkara ini tercatat dengan nomor Coleman et al v. Burger King Corp, di Pengadilan Distrik Selatan Florida, Amerika Serikat.

Sebagai catatan, kasus serupa terhadap Subway saat ini juga sedang diproses di pengadilan federal Brooklyn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional