Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

Covid-19 Melonjak Lagi, Kemenkes Imbau Jaga Imunitas!

badge-check


					Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman. Perbesar

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini menekankan pentingnya penguatan daya tahan (imunitas) tubuh masyarakat dalam menghadapi kasus Covid-19 yang kembali melonjak dalam beberapa pekan terakhir. Vaksinasi tidak lagi menjadi prioritas utama dalam strategi pengendalian saat ini.

“Jika flu, tetap terapkan protokol kesehatan. Bila keluhan berat, segera periksa ke fasilitas layanan kesehatan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, Selasa (3/6/2025).

Pemerintah mengambil langkah ini untuk merespons perubahan tren penularan serta peningkatan angka kasus Covid-19 secara nasional maupun di kawasan Asia.

Kasus Meningkat di Sejumlah Wilayah

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya lonjakan kasus Covid-19 sejak minggu ke-16 tahun 2025, dengan puncak lebih dari 7.000 kasus dalam satu minggu. Peningkatan signifikan terjadi di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Timur pada minggu ke-17 hingga ke-19.

Meski positivity rate menurun menjadi 2,05 persen pada minggu ke-22, sempat terjadi lonjakan hingga 3,62 persen pada minggu ke-19. Hal ini menandakan bahwa penularan Covid-19 belum sepenuhnya terkendali.

Selain Covid-19, tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga masih membayangi Indonesia. Pada minggu ke-6 hingga ke-10, kasus ISPA konsisten berada di atas angka 250.000 kasus per minggu.

Sementara itu, penyakit pernapasan lainnya seperti influenza-like illness (ILI) dan pneumonia tercatat relatif stabil, dengan kasus pneumonia berkisar antara 12.000 hingga 16.000 per minggu.

Data dari pemantauan sentinel ILI-SARI menunjukkan peningkatan rasio spesimen positif Covid-19 menjadi 5 persen pada minggu ke-21. Dari total 2.160 spesimen sepanjang tahun 2025, sebanyak 72 di antaranya dinyatakan positif.

Kondisi Serupa di Asia

Peningkatan kasus Covid-19 tak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara Asia juga mengalami tren serupa.

Thailand, misalnya, mencatat 82.491 kasus pada minggu ke-21, menurut laporan Nation Thailand. Dalam sepekan terakhir (25–31 Mei), terdapat 65.880 kasus baru dan tiga kematian, sebagian besar terkait dengan perayaan Songkran yang melibatkan lebih dari satu juta orang. Varian dominan di negara tersebut adalah XEC dan JN.1.

India juga melaporkan lonjakan signifikan sejak minggu ke-19, dengan 2.385 kasus pada minggu ke-22—naik 216 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Lonjakan disebabkan oleh peningkatan mobilitas, penurunan kekebalan, serta penyebaran subvarian JN.1.

Sebaliknya, beberapa negara lain di kawasan Asia seperti Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang justru mengalami penurunan angka kasus. Korea Selatan hanya mencatat 97 kasus, Hong Kong 846 kasus, dan Jepang 3.694 kasus pada minggu terakhir.

Meski begitu, subvarian JN.1 sebagai turunan dari Omicron tetap mendominasi penyebaran Covid-19 secara global.

Imbauan Kemenkes: Jaga Daya Tahan Tubuh

Melihat tren yang terjadi, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah.

“Masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat cukup, serta menerapkan protokol kesehatan apabila mengalami flu,” kata Aji.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan lebih lanjut, terutama di tengah fase pasca-darurat pandemi. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang berat.

Dengan pendekatan berbasis peningkatan imunitas dan kesadaran masyarakat, pemerintah berharap dapat menekan penyebaran Covid-19 tanpa kembali pada kebijakan pembatasan berskala besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News