GRIMSBY, England, 28 Agustus 2025 – Manchester United harus menanggung malu setelah tersingkir dari ajang Carabao Cup akibat kalah adu penalti 11-12 dari klub League Two, Grimsby Town, Kamis (28/8) dini hari WIB.
Dalam laga di Blundell Park itu, United sempat tertinggal 0-2 hanya dalam 30 menit pertama. Performa buruk terus berlanjut hingga babak kedua, sebelum Bryan Mbeumo dan Harry Maguire mencetak gol penyama kedudukan. Skor 2-2 memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Pada momen krusial, Matheus Cunha gagal menuntaskan tendangan penentu. Setelah drama panjang, Mbeumo kembali menjadi sorotan saat sepakannya membentur mistar, memastikan Grimsby menang dengan skor 12-11.
Amorim Kebingungan
Pelatih United, Ruben Amorim, tidak menutupi kekecewaannya. Ia menilai kekalahan ini menegaskan adanya masalah mendasar dalam tim.
“Cara kami memulai pertandingan tanpa intensitas sama sekali, kami benar-benar hilang. Saya pikir malam ini tim berbicara dengan sangat jelas di lapangan. Yang terbaik memang tim lawan,” kata Amorim seusai laga.
“Saya tidak punya banyak jawaban. Saya hanya bisa meminta maaf kepada fans. Hari ini, kami kalah dari satu-satunya tim yang benar-benar bermain,” ujarnya menambahkan.
Kekalahan ini membuat tekanan terhadap Amorim semakin berat. United, yang musim lalu finis di posisi ke-15 klasemen Liga Inggris — terburuk sejak 1974 — kini sudah kehilangan salah satu dari sedikit peluang mereka untuk meraih trofi musim ini.
Investasi Besar, Hasil Minim
Padahal, manajemen klub telah mendatangkan sejumlah pemain baru dengan dana besar. Striker Benjamin Sesko memulai debutnya setelah transfer 74 juta poundsterling dari RB Leipzig, sementara Andre Onana kembali dipercaya di bawah mistar. Namun, performa Onana justru menuai kritik karena dinilai lemah dalam mengantisipasi dua gol Grimsby.
Mantan striker Manchester United, Dion Dublin, menilai kiper Kamerun itu tampil di bawah standar. “Saya tidak tahu apa yang dilakukan Onana. Untuk gol kedua, itu sama sekali tidak ada usaha. Jika saya rekan setimnya, saya akan marah besar,” ujarnya di BBC Radio 5 Live.
Kritik juga mengalir terhadap Amorim yang membuat delapan perubahan dari laga terakhir di liga. “Jika saya jadi dia, saya tidak akan melakukan itu. Saya akan turunkan tim terkuat lebih dulu, lalu baru lakukan rotasi. Itu kesalahan,” kata mantan pemain Chris Sutton.
Masa Depan Amorim Dipertanyakan
Meski awalnya digadang-gadang sebagai pelatih ambisius yang akan mengembalikan kejayaan United, rekam jejak Amorim kini dipertanyakan. Ia baru mencatatkan persentase kemenangan 24,1 persen di Liga Inggris — sama dengan Neil Warnock yang dua kali terdegradasi.
Lebih jauh, jika United kembali kalah saat menjamu Burnley akhir pekan ini, sorotan terhadap posisinya dipastikan semakin tajam.
“Apakah saya percaya dengan apa yang saya lihat tadi? Tidak. Tapi saya manajer, dan seharusnya itu pekerjaan saya untuk memahami. Sekali lagi, saya hanya bisa minta maaf,” ujar Amorim.