Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Dua Taruna Tewas dalam Insiden Kapal Tabrak Jembatan Brooklyn

badge-check


					Salah satu Taruna AL Meksiko, korban insiden kapal tabrak jembatan Brooklyn, terlihat dibawa ke RS terdekat. Perbesar

Salah satu Taruna AL Meksiko, korban insiden kapal tabrak jembatan Brooklyn, terlihat dibawa ke RS terdekat.

Meksiko City – Duka mendalam menyelimuti rakyat Meksiko setelah dua taruna muda Angkatan Laut tewas dalam insiden tragis kapal tabrak jembatan Brooklyn yang terjadi pada Sabtu (17/5/2025) waktu setempat. Kapal layar latih kebanggaan Angkatan Laut Meksiko, ARM Cuauhtémoc, menabrak Jembatan Brooklyn di New York, Amerika Serikat, menyebabkan tiang-tiang utama kapal patah dan menewaskan dua awak muda di atasnya.

Kedua korban adalah América Sánchez (20) dan Adal Jair Maldonado Marcos (23), bagian dari 277 awak kapal dalam pelayaran pendidikan tersebut. Menurut laporan media lokal Meksiko, Sánchez tengah berada di atas tiang layar saat insiden terjadi—sebuah posisi yang menandakan keberanian dan kepercayaan dari sesama kadet.

Angkatan Laut Meksiko melaporkan bahwa 22 awak lainnya juga mengalami luka-luka, tiga di antaranya dalam kondisi kritis.

“Kami kehilangan dua anak bangsa terbaik. Mereka tengah dalam proses menjadi pelaut tangguh dan pemimpin masa depan,” ujar Laksamana Pedro Raymundo Morales, Komandan Angkatan Laut Meksiko.

Sosok América: Gadis Tekun yang Ingin Jadi Insinyur Laut

Rocío Hernández, ibu dari América Sánchez, menanti kedatangan jenazah putrinya di kampung halamannya, di Veracruz. Ia menggambarkan América sebagai “putri teladan dan pelajar berdedikasi” yang bercita-cita menjadi insinyur angkatan laut.

Dalam suasana haru, Hernández berdiri di hadapan altar kecil dengan foto América saat pesta quinceañera—peringatan ulang tahun ke-15 yang khas dalam budaya Latin—mengungkapkan kekaguman dan rasa kehilangan.

“Dia adalah seorang pejuang. Dia tidak pernah menyerah, selalu mengejar mimpinya. Hanya tinggal satu tahun lagi sebelum kelulusannya,” kata sang ibu, seraya meminta masyarakat untuk mengenang putrinya “dengan kasih”.

Sebuah upacara penghormatan tertutup akan diadakan di Akademi Angkatan Laut Veracruz sebelum jenazah dibawa pulang ke keluarga.

Adal Jair: Mewujudkan Mimpi Menjadi Pelaut Seperti Ayahnya

Rasa duka yang sama juga dirasakan di San Mateo del Mar, Oaxaca, kampung halaman Adal Jair Maldonado Marcos. Teman-temannya mengenangnya sebagai sosok cerdas dan berdedikasi yang sejak kecil bermimpi menjadi pelaut, mengikuti jejak ayahnya.

“Laut menyaksikan kelahirannya, dan laut pula yang menjadi saksi kepergiannya,” ujar salah satu sahabatnya kepada media lokal.

Adal sempat mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari pelayaran Cuauhtémoc, yang dijuluki “Ksatria Laut”, adalah pencapaian terbesarnya.

Dugaan Penyebab Kecelakaan

Pihak kepolisian New York mengatakan insiden terjadi saat kapal layar berusia puluhan tahun itu kehilangan tenaga mesin ketika hendak meninggalkan Pelabuhan New York. Terbawa arus, kapal terseret ke arah Jembatan Brooklyn. Tiga tiangnya yang masing-masing setinggi lebih dari 48 meter menghantam bagian bawah jembatan yang memiliki jarak bebas hanya 41,1 meter.

Rekaman video amatir memperlihatkan momen dramatis ketika para taruna tergantung di tiang dan layar kapal yang roboh.

Laksamana Raymundo Pedro Morales Ángeles menegaskan, penyelidikan atas insiden ini akan dilakukan dengan “transparansi dan tanggung jawab penuh.”

Pelayaran Internasional yang Berubah Jadi Tragedi

ARM Cuauhtémoc berlayar dari Acapulco pada 6 April lalu, dalam rangkaian misi pelayaran pelatihan yang mencakup kunjungan ke New York dan Aberdeen, Skotlandia, untuk ajang Tall Ships Race pada bulan Juli.

Kini, pelayaran itu berubah menjadi tragedi nasional yang menyisakan luka mendalam di hati rakyat Meksiko.

“Mereka pergi sebagai taruna, dan pulang sebagai pahlawan,” tulis salah satu pesan duka yang viral di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional