Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Elon Musk Bentuk Partai Baru Bernama America Party, Tantang Sistem Dua Partai AS

badge-check


					(foto: Getty Images) Perbesar

(foto: Getty Images)

Washington – Elon Musk secara mengejutkan mengumumkan pembentukan partai politik baru di Amerika Serikat, yang bernama America Party. Miliarder teknologi itu menyampaikannya melalui akun pribadinya di platform media sosial X pada Sabtu (6/7/2025) waktu setempat.

Langkah ini muncul hanya beberapa pekan setelah hubungan Musk dengan mantan Presiden AS Donald Trump memburuk secara dramatis. Terkenal sebagai salah satu pendukung utama Trump dalam pemilu 2024, Elon Musk kini mengambil jalur politik yang berbeda. Ia mulai menantang sistem dua partai yang telah lama mendominasi politik Amerika Serikat, yaitu Partai Republik dan Partai Demokrat.

“Ketika menyangkut membangkrutkan negara kita dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi,” tulis Musk dalam unggahannya. “Hari ini, America Party dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda.”

Belum Terdaftar Resmi

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari Komisi Pemilihan Federal (FEC) mengenai pendaftaran resmi America Party. Musk pun belum mengumumkan struktur kepengurusan, calon pemimpin partai, atau arah kebijakan spesifik dari partai barunya tersebut.

Sebelumnya, selama perseteruannya dengan Trump pada Mei lalu, Musk sempat melakukan jajak pendapat daring di platform X, menanyakan kepada para penggunanya apakah Amerika Serikat membutuhkan partai politik baru. Ia mengklaim bahwa hasil polling itu menunjukkan mayoritas pengguna mendukung ide tersebut, dengan perbandingan suara 2:1.

Dari Pendukung Setia ke Kritikus Tajam

Musk sebelumnya merupakan figur sentral dalam kampanye Trump untuk kembali menjabat pada 2024. Musk bahkan menggelontorkan dana sebesar 250 juta dolar AS guna mendukung kampanye tersebut. Setelah Pemilu, ia kemudian menjadi kepala Department of Government Efficiency (DOGE), unit khusus dalam pemerintahan Trump yang bertugas memangkas anggaran federal.

Namun, hubungan keduanya mulai merenggang ketika Musk memutuskan mundur dari jabatannya pada Mei lalu dan secara terbuka mengkritik kebijakan pajak dan pengeluaran Trump. Kritik Musk terpusat pada Undang-undang yang baru saja disahkan minggu ini. Sebuah UU yang mencakup pemangkasan pajak dan pengeluaran pemerintah dalam skala besar. Musk menilai UU tersebut akan menambah defisit anggaran AS lebih dari 3 triliun dolar dalam satu dekade mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional