Paris – Carlos Alcaraz sukses mempertahankan gelar French Open usai mengalahkan rival beratnya, Jannik Sinner, dalam pertandingan final yang berlangsung selama 5 jam 29 menit, Minggu (8/6/2025) malam waktu setempat.
Bertempat di Roland Garros, Paris, duel dua pemain muda terbaik dunia ini menjadi final Grand Slam pertama yang mempertemukan dua petenis kelahiran 2000-an. Alcaraz yang sempat tertinggal dua set, akhirnya menang dramatis lewat tie-break set kelima, sekaligus menghindarkan kekalahan dari tiga match point.
Petenis asal Spanyol itu menjadi pria ketiga dalam sejarah Open Era yang mampu menjuarai Grand Slam setelah menyelamatkan championship point, serta mencatatkan gelar Grand Slam kelima dalam kariernya yang masih berusia 22 tahun.
Momen Bersejarah di Roland Garros
Pertandingan antara Alcaraz dan Sinner menjadi final Prancis Terbuka terlama sepanjang sejarah. Lebih dari sekadar rekor waktu, laga ini menjadi bukti sahih bahwa era baru tenis putra sudah dimulai, menyusul dominasi tiga legenda: Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic.
Djokovic sendiri harus absen di final usai disingkirkan Sinner di semifinal dan bahkan mengindikasikan Prancis Terbuka 2025 bisa menjadi penampilan terakhirnya di Paris.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Ini pertandingan yang tidak manusiawi,” ujar mantan juara Roland Garros, Mats Wilander. “Kecepatan, teknik, dan mentalitas mereka adalah level tertinggi yang pernah saya lihat.”

Final French Open 2025 menjadi final terpanjang dalam sejarah turnamen ini. Melampaui pertandingan final tahun 1982 yang berlangsung selama 4 jam 47 menit. (foto: BBC)
Duel Klasik Dua Bintang Muda
Sinner, unggulan pertama asal Italia, bermain konsisten sepanjang musim dan hanya menelan 10 kekalahan dalam 121 pertandingan sejak September 2023. Namun dari kekalahan tersebut, lima di antaranya kalah oleh Alcaraz – termasuk tiga dari lima laga terakhir mereka.
Di final ini, Sinner sejatinya sempat mengendalikan pertandingan dan memiliki tiga kesempatan match point, namun Alcaraz tampil tak tergoyahkan.
“Saya selalu belajar dari setiap pertandingan melawan Carlos. Kami saling mendorong batas kemampuan kami,” kata Sinner.
Alcaraz kini unggul 8-4 dalam rekor pertemuan dengan Sinner dan menjadi petenis pria pertama dalam sejarah yang memenangi lima final Grand Slam pertama yang ia lakoni.
French Open 2025: Era Baru Rivalitas Alcaraz dan Sinner
Dominasi dua pemain ini tercermin dari statistik yang menunjukkan mereka berhasil memborong 7 dari 8 gelar Grand Slam terakhir. Satu-satunya pengecualian adalah kemenangan Djokovic di US Open 2023. Sinner memiliki gelar US Open 2024 dan Australian Open 2025, sementara Alcaraz mempertahankan Roland Garros dan masih memegang gelar Wimbledon.
Kemenangan di Paris membuat Alcaraz memangkas jarak poin dengan Sinner di puncak peringkat dunia ATP menjadi 2.030 poin. Namun ia harus mempertahankan 2.000 poin di Wimbledon 2025. Sementara itu, Sinner hanya memiliki 400 poin dari hasil perempat final tahun lalu.
“Saya tahu dia akan belajar dari kekalahan ini dan jadi lebih kuat. Saya juga akan terus belajar bagaimana bisa melukai permainannya secara taktik,” ujar Alcaraz.
Alcaraz kini menyamai idolanya, Rafael Nadal, dengan meraih Grand Slam kelima di usia 22 tahun, satu bulan, dan tiga hari.
Sementara itu, Sinner menjadi petenis pria termuda sejak Pete Sampras pada 1994 yang berhasil menembus tiga final Grand Slam secara beruntun.