Charlotte – Klub Brasil, Fluminense, membuat kejutan besar di ajang Piala Dunia Antarklub setelah menumbangkan wakil Eropa, Inter Milan, dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga yang berlangsung di Bank of America Stadium, Charlotte, Selasa (1/7/2025) dini hari WIB. Hasil ini membawa Fluminense melaju ke babak perempat final dan berpeluang menghadapi Manchester City.
Pertandingan baru berjalan tiga menit saat striker andalan Fluminense, German Cano, menyundul bola rendah hasil umpan silang ke gawang Inter Milan dan membawa timnya unggul cepat. Tekanan Fluminense tak berhenti di situ. Meski Inter bangkit dan mendominasi permainan, justru Fluminense kembali mencetak gol melalui pemain pengganti, Hercules, yang melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Lautaro Martinez menjadi aktor utama kebangkitan Inter di babak kedua dengan sederet peluang, termasuk satu tendangan yang membentur tiang gawang. Federico Dimarco juga nyaris menyamakan skor melalui dua tendangan bebas dan sebuah tembakan dari sudut sempit. Namun, peluang terbaik justru datang kepada bek Stefan de Vrij yang gagal memaksimalkan umpan cerdas dari Martinez.
Pertandingan ini menjadi laga terakhir yang digelar di Stadion Bank of America dengan kapasitas 74.867 penonton, namun hanya disaksikan 20.030 orang, sebagian besar berasal dari komunitas suporter Brasil yang meramaikan atmosfer bak pertandingan kandang bagi Fluminense.
Dengan kemenangan ini, Fluminense menyusul Palmeiras sebagai wakil Brasil yang berhasil melangkah ke babak perempat final. Mereka akan menghadapi pemenang antara Manchester City dan Al-Hilal dalam laga perempat final di Camping World Stadium, Orlando, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB mendatang.
Atmosfer dan Tantangan Klub Eropa
Piala Dunia Antarklub tahun ini kembali menunjukkan bahwa klub-klub Amerika Selatan punya semangat dan determinasi tinggi di ajang ini. Perayaan luar biasa para pemain dan suporter Fluminense saat peluit akhir berbunyi menggambarkan betapa besarnya arti kompetisi ini bagi mereka.
Kondisi cuaca panas dan kualitas lapangan yang tidak ideal tampak menyulitkan klub-klub Eropa. Selain itu, dominasi suporter Amerika Selatan di kota-kota tuan rumah di Amerika Serikat menambah tekanan tersendiri bagi tim-tim dari Eropa.
Fluminense vs Inter Milan: Siapa Bersinar, Siapa Mengecewakan?
Lautaro Martinez tampil dominan usai pergantian taktik dari pelatih anyar Cristian Chivu, namun kurang beruntung di depan gawang. Marcus Thuram, di sisi lain, tampil mengecewakan dan nyaris tak memberikan kontribusi berarti sepanjang laga.
Sebaliknya, veteran Thiago Silva tampil solid di lini belakang Fluminense, sementara kiper berusia 44 tahun, Fabio, mencatat sejumlah penyelamatan penting. Penyerang Jhon Arias juga menjadi ancaman nyata sepanjang laga.
Jadwal Berikutnya
Fluminense akan kembali berlaga pada Sabtu (5/7) untuk memperebutkan tiket semifinal menghadapi Manchester City atau Al-Hilal. Sementara Inter Milan akan memulai kembali fokus mereka pada persiapan Serie A yang dimulai Agustus nanti dengan laga tandang ke markas Torino.