Milan – Inter Milan memastikan tiket ke final Liga Champions UEFA 2024/2025 setelah mengalahkan Barcelona dengan skor 4-3 (agregat 7-6) dalam laga semifinal leg kedua yang berlangsung dramatis hingga babak perpanjangan waktu di Stadion San Siro, Rabu (7/5/2025) dini hari WIB. Gol penentu dicetak oleh Davide Frattesi pada menit ke-100, menutup duel penuh ketegangan yang akan dikenang sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah kompetisi.
Inter Unggul Lebih Awal, Barcelona Balas Lewat Comeback Spektakuler
Bertolak dari hasil imbang 3-3 di leg pertama di Barcelona, kedua tim langsung menunjukkan intensitas tinggi sejak awal laga. Inter membuka keunggulan lebih dulu lewat Lautaro Martínez pada menit ke-21, setelah kerja sama apik antara Federico Dimarco dan Denzel Dumfries. Martinez mencetak gol kedelapannya dalam tujuh laga terakhir Liga Champions.
Menjelang turun minum, Nerazzurri menggandakan keunggulan. Pau Cubarsí melanggar Lautaro di kotak penalti, dan Hakan Çalhanoğlu dengan tenang menaklukkan Wojciech Szczęsny dari titik putih. Skor 2-0 membuat Inter tampak melangkah pasti menuju final.
Namun, seperti leg pertama, Barcelona menunjukkan daya juang luar biasa. Eric García mencetak gol balasan lewat tembakan voli spektakuler, sebelum Dani Olmo menyamakan agregat lewat sundulan tajam dari umpan Gerard Martín. Ketika Raphinha mencetak gol ketiga Barça dan membalikkan agregat menjadi 6-5, harapan Inter sempat menipis.
Tapi drama belum usai. Bek veteran Francesco Acerbi menyelamatkan Inter dengan gol penyeimbang lima menit jelang waktu normal usai, memaksa laga lanjut ke babak tambahan.
Frattesi Jadi Pahlawan, Sommer Jadi Tembok Terakhir
Di babak perpanjangan waktu, Inter tampil agresif dan akhirnya kembali memimpin. Frattesi, yang masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Szczęsny. Gol tersebut membuat agregat berubah menjadi 7-6 untuk keunggulan tuan rumah.
Barcelona mencoba bangkit sekali lagi. Pemain muda Lamine Yamal nyaris menyamakan kedudukan, namun kiper Yann Sommer tampil heroik dengan penyelamatan luar biasa untuk menjaga kemenangan Inter.
Begitu peluit akhir berbunyi, Stadion San Siro bergemuruh. Para pemain, pelatih, dan suporter merayakan malam yang akan dikenang selamanya. Inter pun melaju ke final Liga Champions keduanya dalam tiga musim terakhir dan yang ketujuh sepanjang sejarah klub.

Yann Sommer, kiper Inter Milan menerima penghargaan Player of The Match.
Reaksi Inter dan Barcelona
Pelatih Inter, Simone Inzaghi, memuji kerja keras anak asuhnya. “Kami bermain dengan hati, dengan pengorbanan. Saya bangga bisa melatih tim ini,” ujarnya. Davide Frattesi yang menjadi penentu kemenangan mengaku tak percaya dengan apa yang ia alami. “Ini seperti mimpi. Emosi malam ini luar biasa,” katanya.
Kiper Yann Sommer juga mengakui bahwa pertandingan ini sangat spesial. “Banyak tim mungkin akan menyerah saat tertinggal, tapi kami tidak. Penyelamatan pada Yamal? Itu mungkin yang paling penting,” ucapnya.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyatakan kekecewaannya. “Kami sudah memberikan segalanya. Kami tidak menyerah, tapi hasilnya bukan milik kami kali ini.”
Statistik Menarik
- Total 13 gol tercipta dalam dua leg semifinal ini, menyamai rekor gol terbanyak di fase gugur Liga Champions (Liverpool vs Roma 2017/18).
- Inter kini tak terkalahkan dalam 16 laga kandang terakhir di Liga Champions (13 menang, 3 imbang).
- Barcelona mencetak dan kebobolan total 67 gol sepanjang Liga Champions musim ini.