Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Gempa Dahsyat di Rusia, Picu Tsunami di Jepang Sampai Hawaii

badge-check


					Gelombang tsunami menerjang bangunan yang terletak dekat pantai, setelah gempa dahsyat mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, di Severo-Kurilsk, Wilayah Sakhalin, Rusia, 30 Juli 2025. Perbesar

Gelombang tsunami menerjang bangunan yang terletak dekat pantai, setelah gempa dahsyat mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, di Severo-Kurilsk, Wilayah Sakhalin, Rusia, 30 Juli 2025.

Petropavlovsk-Kamchatsky – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah pesisir timur jauh Rusia, tepatnya di lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rabu (30/7/2025) waktu setempat. Guncangan kuat ini memicu peringatan tsunami di sejumlah negara di kawasan Pasifik, termasuk Jepang, Hawaii, hingga sejauh Prancis Polinesia dan Cile.

Gempa yang terjadi pada kedalaman hanya 19,3 kilometer ini adalah yang paling kuat di kawasan tersebut sejak tahun 1952. Pusat gempa berada sekitar 119 kilometer tenggara kota Petropavlovsk-Kamchatsky, kota berpenduduk sekitar 165.000 jiwa. Beberapa bangunan rusak, dan sejumlah warga mengalami luka-luka.

“Rasanya seperti dinding akan runtuh sewaktu-waktu. Guncangannya berlangsung terus-menerus selama tiga menit,” ujar Yaroslav (25), warga Petropavlovsk-Kamchatsky.

Tak lama setelah gempa, Gunung Klyuchevskoy — gunung berapi paling aktif di Kamchatka — meletus. Letusan terjadi sekitar 450 kilometer utara ibu kota regional, memuntahkan lava panas di lereng barat dengan semburan api dan ledakan hebat.

Tsunami Capai 5 Meter, Sejumlah Daerah Perintahkan Evakuasi

Gelombang tsunami mencapai lebih dari 3 meter di Severo-Kurilsk, wilayah Kepulauan Kuril, bahkan hingga 5 meter di beberapa titik. Pelabuhan dan pabrik pengolahan ikan di wilayah itu tergenang, dan kapal-kapal terlepas dari tambatan. Gambar dari drone menunjukkan sebagian besar garis pantai wilayah itu terendam.

Di Jepang, peringatan tsunami langsung terpicu di pesisir timur negara itu. Pihak berwenang langsung memerintahkan evakuasi massal termasuk di kawasan Fukushima — lokasi tragedi nuklir pada 2011 lalu. Operator PLTN Fukushima, TEPCO, memastikan tidak ada kerusakan atau gangguan pada fasilitas nuklir.

Stasiun televisi Jepang menampilkan peringatan gelombang tsunami setinggi hingga 3 meter di sejumlah wilayah pesisir Jepang setelah gempa dahsyat mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka di Rusia Timur Jauh, 30 Juli 2025. (foto: REUTERS/Issei Kato)

Sementara di Hawaii, gelombang tsunami setinggi 1,7 meter terpantau dan sempat mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Honolulu. Di California dan British Columbia, Kanada, gelombang kecil kurang dari setengah meter juga terdeteksi, namun peringatan tsunami akhirnya dicabut.

Di Prancis Polinesia, gelombang pertama mulai menghantam Kepulauan Marquesas pada Rabu pagi. Warga di Nuku Hiva, pulau terbesar di gugusan itu, diminta mengungsi ke tempat lebih tinggi. Meski awalnya diperkirakan mencapai 2,5 meter, otoritas setempat menyebut gelombang yang datang lebih kecil dari yang dikhawatirkan.

Cincin Api Pasifik dan Potensi Gempa Susulan

Semenanjung Kamchatka merupakan bagian dari Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik — zona geologis paling aktif di dunia yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung api. Para ahli menyebut gempa ini terjadi pada sesar megathrust, di mana lempeng Pasifik yang lebih padat menyusup di bawah lempeng Amerika Utara.

“Dengan kondisi geologis yang terus bergerak aktif, wilayah ini sangat rentan terhadap gempa susulan yang lebih besar,” ujar ilmuwan dari Lembaga Geosains Jerman.

Di tengah guncangan, keberanian tenaga medis di Kamchatka terekam kamera pengawas. Dalam sebuah ruang operasi di Petropavlovsk-Kamchatsky, tim dokter terus melakukan prosedur pembedahan sambil berupaya menstabilkan peralatan dan pasien dari guncangan.

Kremlin: Sistem Peringatan Berfungsi Efektif

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan tidak ada korban jiwa di Rusia. Ia menyebut konstruksi bangunan tahan gempa dan sistem peringatan dini sebagai kunci minimnya dampak gempa ini di wilayah padat penduduk.

Meski Jepang, Hawaii, dan Rusia, telah mencabut peringatan tsunami di malam harinya, otoritas di kawasan lain seperti Ekuador dan Kepulauan Galapagos tetap memerintahkan evakuasi sebagai langkah antisipasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional