PROVIDENCE, 23 Agustus 2025 – Hakim legendaris yang viral di TikTok, Frank Caprio, meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah berjuang panjang melawan kanker pankreas. Kabar duka ini diumumkan keluarga melalui pernyataan resmi di media sosial pada Rabu (20/8).
“Beliau wafat dengan tenang setelah perjuangan yang berani melawan sakitnya,” demikian pernyataan keluarga Caprio.
Kepergian Caprio meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi dunia hukum, tetapi juga jutaan orang di seluruh dunia yang mengenalnya melalui tayangan televisi Caught in Providence. Dalam acara tersebut, Caprio dikenal karena kehangatan, empati, serta selera humornya di ruang sidang. Banyak penggemar bahkan menjulukinya sebagai Hakim Terbaik di Dunia.
Pesan Terakhir yang Menyentuh
Hanya sehari sebelum wafat, Caprio sempat merekam pesan terakhirnya dari ranjang rumah sakit. Dengan suara lemah, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus harapan kepada lebih dari lima juta pengikutnya di media sosial.
“Setahun lalu saya meminta Anda semua mendoakan saya, dan doa itu membuat saya kuat melewati masa yang sulit. Sayangnya, kondisi saya memburuk, dan saya kembali ke rumah sakit,” ucap Caprio.
Ia kemudian menutup pesannya dengan permintaan penuh harap. “Saya mohon, jika tidak terlalu berat, ingatlah saya dalam doa Anda, Saya percaya pada kekuatan doa. Saya percaya Sang Pencipta selalu menjaga kita. Jadi, ingatlah saya dalam doa,” katanya.
Pesan tersebut menjadi warisan terakhir yang membekas di hati banyak orang. Sekaligus menjadi cerminan sosok Caprio yang terkenal bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjunjung kasih sayang dan rasa kemanusiaan.
Perjuangan Panjang Melawan Kanker
Caprio pertama kali mengumumkan sakitnya pada 2023 lewat sebuah video emosional di Instagram. Sejak itu, perjuangannya melawan kanker disaksikan publik secara terbuka, disertai doa dan dukungan dari berbagai penjuru dunia.
Kini, sang hakim legendaris telah pergi. Namun, jejak hidup serta pesan terakhirnya menjadi pengingat abadi tentang iman, harapan, dan kekuatan doa di tengah penderitaan.