Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Hubungan Trump dan Musk Renggang, Saling Serang di Medsos

badge-check


					Hubungan Trump dan Musk Renggang, Saling Serang di Medsos Perbesar

Washington – Hubungan antara Donald Trump dan Elon Musk kini renggang, setelah Musk terang-terangan mengkritik rencana pemangkasan pajak yang jadi andalan pemerintahan Trump.

Seorang pejabat Gedung Putih, Jumat (6/6/2025) waktu setempat, menyebut bahwa tidak ada jadwal pembicaraan antara Trump dan Musk pada hari itu. Padahal sebelumnya, pejabat lainnya sempat menyatakan bahwa keduanya akan berbincang melalui sambungan telepon.

“Saya bahkan tidak memikirkan Elon. Dia sedang punya masalah, kasihan dia,” kata Trump dalam wawancara dengan CNN.

Perang Terbuka di Media Sosial

Ketegangan antara Trump dan Musk memuncak pada Kamis (5/6), saat keduanya saling melempar pernyataan pedas di media sosial masing-masing—Trump di Truth Social, Musk di platform X miliknya. Ini menjadi momen publik pertama yang menandai putusnya hubungan yang sebelumnya erat.

Elon Musk bahkan memicu spekulasi politik setelah meluncurkan jajak pendapat di X, bertanya apakah sudah waktunya untuk mendirikan partai politik baru yang lebih mewakili suara rakyat kelas menengah.

Tangkapan layar akun X Elon Musk pada Kamis, 5 Juni 2025.

Perselisihan dipicu oleh kritik tajam Musk terhadap RUU pemangkasan pajak dan belanja negara yang didorong oleh Trump. Musk menyebut paket kebijakan tersebut sebagai “kekejian menjijikkan”. Musk menilai kebijakan ini akan semakin membebani utang nasional AS yang kini mencapai 36,2 triliun dollar AS.

RUU tersebut telah lolos dari DPR dan kini tengah dalam pembahasan di Senat, di mana Partai Republik berupaya melakukan beberapa revisi. Analisis independen memperkirakan bahwa paket tersebut akan menambah utang sebesar 2,4 triliun dollar AS dalam 10 tahun ke depan.

Ketua DPR AS, Mike Johnson, mengonfirmasi bahwa dia telah berdiskusi langsung dengan Musk terkait polemik ini.

“Saya tidak mengajari dia cara membangun roket. Saya harap dia juga tidak mengajari saya cara membuat undang-undang,” ujar Johnson di CNBC.

Dampak pada Tesla dan Pemerintahan

Di tengah perseteruan tersebut, saham Tesla mengalami volatilitas tinggi. Setelah anjlok 14 persen pada Kamis—penurunan harian terbesar dalam sejarah perusahaan—saham Tesla kembali naik 4,5 persen saat pasar dibuka pada Jumat.

Musk mendanai sebagian besar kampanye presiden Trump. Kemudian dia menjabat sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE), yang berperan besar dalam PHK tenaga kerja federal serta memangkas pengeluaran. Ia mengklaim bahwa peran finansialnya menjadi kunci kemenangan Trump pada pemilu lalu.

“Tanpa saya, Trump pasti kalah dalam pemilu,” tulis Musk di X.

Di sisi lain, ia juga menilai bahwa tarif impor yang digagas Trump akan mendorong AS ke jurang resesi. Dalam sebuah cuitan, Musk bahkan menyetujui pernyataan yang menyerukan pemakzulan Trump, meskipun hal tersebut kecil kemungkinannya karena Partai Republik menguasai Kongres.

Sebagai balasan, Trump mengisyaratkan akan menghentikan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX dan Starlink. Musk sempat merespons dengan ancaman akan menghentikan operasional wahana antariksa Dragon, satu-satunya kendaraan AS yang mampu mengangkut astronot ke Stasiun Antariksa Internasional. Meskipun Musk kemudian menarik kembali ancaman itu.

Potensi Dampak Politik

Konflik antara dua tokoh besar ini dikhawatirkan bisa berdampak pada peta politik Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu tahun depan. Jika Musk menarik dukungan finansial, atau para pemimpin bisnis di Silicon Valley menjauh dari Trump, dominasi Partai Republik di Kongres dapat terancam.

Investor dan publik juga mengkhawatirkan bahwa perhatian Musk terlalu terbagi antara bisnis dan isu politik. Aksi protes bahkan mulai terjadi di beberapa lokasi pabrik Tesla. Pada saat yang sama, penjualan perusahaan mengalami penurunan.

Meskipun demikian, ada sinyal kecil untuk rekonsiliasi. Musk sempat menjawab “Anda tidak salah” terhadap pernyataan miliarder Bill Ackman yang menyerukan perdamaian antara dia dan Trump.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional