Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Inggris Gabung Kembali ke Uni Eropa? Ini Sikap Eropa!

badge-check


					(foto: Getty Images) Perbesar

(foto: Getty Images)

London – Sebuah survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga di empat negara besar Uni Eropa—Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol—mendukung Inggris bergabung kembali ke Uni Eropa. Namun, dukungan ini tidak termasuk kembalinya Inggris dengan status istimewa seperti sebelum Brexit.

Survei yang dilakukan oleh lembaga YouGov mengungkapkan bahwa dukungan terhadap kembalinya Inggris ke blok Eropa tergolong signifikan. Di Prancis tercatat sebesar 53%, di Jerman 63%, di Spanyol 60%, dan di Italia 51%. Denmark bahkan mencatat angka tertinggi, dengan 72% responden menyatakan keinginan agar Inggris kembali menjadi anggota Uni Eropa.

Namun, ketika disodorkan pertanyaan yang lebih spesifik, hasilnya berubah drastis. Mayoritas warga negara-negara tersebut menolak gagasan bahwa Inggris bisa kembali ke Uni Eropa sambil mempertahankan keistimewaan lamanya. Keistimewaan yang dimaksud antara lain tetap menggunakan mata uang pound sterling dan berada di luar kawasan bebas visa Schengen. Hanya 19%–22% dari responden di Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol yang mendukung pengembalian Inggris dengan syarat-syarat lama tersebut.

Sebaliknya, antara 58% hingga 62% responden menyatakan bahwa Inggris seharusnya mengikuti seluruh kebijakan utama Uni Eropa bila ingin bergabung kembali, termasuk menggunakan euro dan masuk dalam wilayah Schengen.

Dukungan dari Inggris Sendiri Terbelah

Survei yang dilakukan pada lebih dari 2.000 warga Inggris menunjukkan bahwa 54% mendukung Inggris bergabung kembali dengan Uni Eropa. Namun, angka itu turun menjadi 36% jika kembalinya keanggotaan berarti harus melepas semua opt-out (pengecualian) sebelumnya. Sebanyak 45% warga Inggris justru menolak bergabung kembali bila keistimewaan tersebut dihapus.

Dukungan dari pemilih partai-partai pro-Uni Eropa pun menurun tajam jika Inggris harus tunduk pada seluruh kebijakan Uni Eropa. Pemilih Partai Buruh yang mendukung bergabung kembali turun dari 58% menjadi 35%. Dukungan dari pemilih Liberal Demokrat bahkan merosot dari 80% ke 49% jika tanpa opt-out.

Di sisi lain, kalangan euroskeptik seperti pemilih Partai Konservatif dan Reform UK menunjukkan penurunan dukungan drastis. Di antara pemilih Brexit, hanya 10% yang bersedia bergabung kembali tanpa keistimewaan, turun dari 21%.

Sebagai catatan, Denmark yang paling antusias terhadap keanggotaan kembali Inggris juga merupakan satu dari hanya tiga negara anggota UE yang masih memiliki sejumlah opt-out dalam kebijakan utama Uni Eropa. Hal yang mungkin menjelaskan perbedaan sikap mereka dibanding negara-negara besar lainnya.

Survei juga menunjukkan bahwa mayoritas warga dari lima negara Eropa daratan yang disurvei mendukung keinginan Skotlandia untuk bergabung sebagai negara merdeka di Uni Eropa. Dukungan terhadap hal ini berkisar antara 63% hingga 75%.

Masa Depan Masih Kabur

Meski dukungan publik meningkat baik di Inggris maupun Eropa, pemerintahan Partai Buruh di bawah PM Keir Starmer yang baru menjabat belum menunjukkan niatan untuk mengajukan keanggotaan kembali. Pemerintah saat ini lebih fokus pada upaya “mereset” hubungan bilateral dengan Uni Eropa pasca-Brexit daripada membalikkan keputusan referendum 2016.

Survei YouGov ini dilaksanakan pada periode 12 hingga 27 Juni 2025. Sampel survei mencakup lebih dari 2.000 responden di Inggris dan Jerman, serta lebih dari 1.000 responden di Prancis, Spanyol, Italia, dan Denmark.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional